Perang Dagang Semakin Panas, Emas Semakin Ganas

289800

Minggu lalu, harga emas melonjak akibat tarif dari China, pidato Powell yang dovish, dan pernyataan Trump. Minggu ini, perkembangan perang dagang, KTT G7, dan GDP AS akan menjadi katalis.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (23 Agustus 2019), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Sepanjang pekan lalu, harga emas tertahan pada level support 1493, setelah mengalami retracement karena faktor teknikal dan aksi profit-taking. Namun di akhir pekan, harga logam mulia melonjak hingga level 1530, sebelum akhirnya ditutup pada USD1525.86 per troy ounce, atau menguat 0.9% dibandingkan harga penutupan minggu sebelumnya. Level ini masih menjadi yang tertinggi dalam 6 tahun terakhir.

Terkait dengan pidato Powell pada simposium Jackson Hole yang ditunggu pasar, pimpinan bank sentral AS tersebut mengulangi pernyataannya akhir bulan lalu bahwa The Fed akan tetap menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengakui bahwa kenaikan tarif dan faktor-faktor lainnya bisa memperlambat pertumbuhan. Isi pidato Powell tersebut dianggap dovish, meskipun tidak menyinggung pelonggaran kebijakan moneter ataupun pemotongan suku bunga dalam waktu dekat.

Pada waktu yang hampir bersamaan dengan pidato Powell, secara mengejutkan China mengumumkan tarif baru untuk produk-produk impor dari AS. Kenaikan tersebut mulai dari 5% sampai 10% atas produk-produk senilai USD75 miliar termasuk kedelai, kopi, dan whiski. China akan mulai menerapkan tarif baru ini pada 1 September dan 15 Desember. Tidak hanya itu, tarif sebesar 25% juga akan dikenakan terhadap mobil dari AS, dan untuk suku cadangnya akan dibebani tarif sebesar 5%.

Pengumuman dari China itu segera mengguncang pasar keuangan AS, karena selain menaikkan tarif, pada saat yang sama China juga mendevaluasi mata uang Yuan (CNY) hingga ke level 7.1378 per USD. Indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq turun tajam, sementara asset safe haven emas, JPY, dan CHF melonjak. Sesuai dugaan, Presiden Trump segera membalas tindakan China dengan menaikkan besaran tarif dari yang sebelumnya telah ditetapkan, dan meminta agar perusahaan asal AS yang beroperasi di China meninggalkan negara itu.

Sementara pihak China belum menanggapi pernyataan terakhir Trump, perkembangan perang dagang yang semakin panas diperkirakan masih akan berlanjut minggu ini. Selain itu, peristiwa penting minggu ini yang juga akan menjadi perhatian pasar adalah hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Prancis, yang salah satu agendanya juga membahas sengketa dagang.

Dari AS akan dirilis data GDP kuartal kedua (second estimate) yang diperkirakan turun ke +2.0%, dan Core PCE Price Index bulan Juli yang diperkirakan naik 0.3%.

Survei yang dilakukan Kitco.com menunjukkan bahwa mayoritas pemain Wall Street dan Main Street  memperkirakan harga emas masih akan bullish. Sekitar 67% pemain Wall Street memperkirakan bullish, 6% bearish, dan 27% lagi memperkirakan netral atau sideways. Sementara itu, 54% pemain Main Street memperkirakan bullish, 25% bearish, dan 21% netral.

 

Tinjauan Teknikal

Perang Dagang Semakin Panas, Emas

 

Chart Daily:

Kembali terbentuk pola triple top pada resistance 1527 yang memungkinkan terjadinya koreksi. Namun dari penunjukan Price Action, indikator trend maupun momentum, secara keseluruhan pergerakan harga masih cenderung bullish:

  1. Pergerakan harga masih berada di dalam Channel Uptrend.
  2. Terbentuk bullish engulfing candle yang mengisyaratkan pergerakan bullish.
  3. Harga berada di atas kurva middle band indikator Bollinger Bands, dan titik indikator Parabolic SAR masih berada di bawah bar candlestick.
  4. Kurva indikator RSI berada di atas center line (level 50.0).
  5. Garis histogram indikator ADX berganti warna hijau yang menunjukkan sentimen bullish.

Jika harga dibuka di atas level 1527, kemungkinan besar pergerakan akan berlanjut bullish dengan target pada level 1555.04, yang merupakan support kunci antara tahun 2012 hingga awal 2013.

Jika ingin konfirmasi, buy setelah kurva indikator MACD berada di atas kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di atas level 0.00.

Level Pivot mingguan: 1516.11

Resistance: 1536.24 (level 76.4% Fibo Expansion) ; 1555.04 ; 1578.03 (100% Fibo Expansion) ; 1619.36 (123.6% Fibo Expansion) ; 1645.57 (138.2% Fibo Expansion) ; 1666.54 (150% Fibo Expansion) ; 1687.86 (161.8% Fibo Expansion).

Support: 1509.88 (61.8% Fibo Expansion) ; 1493.00 ; 1480.00 ; 1467.96 (38.2% Fibo Expansion) ; 1452.80 ; 1441.90 (23.6% Fibo Expansion) ; 1424.00 ; 1410.90 ; 1400.00 ; 1383.00 ; 1373.00 ; 1358.00 ; 1348.00 ; 1332.44 ; 1319.75 ; 1309.00 ; 1297.00 ; 1285.15 ; 1275.00 ; 1266.16 ; 1253.28 ; 1242.50 ; 1231.15 ; 1218.45 ; 1211.80 ; 1204.02.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200, EMA 21 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14) ; ADX (14).

Fibonacci Expansion:

  • Titik 1: 1274.88 (harga terendah 30 Mei 2019).
  • Titik 2: 1452.80 (harga tertinggi 19 Juli 2019).
  • Titik 3: 1400.37 (harga terendah 1 Agustus 2019).
Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Eudora
Pak, apakah pengaruh perang dagang buat para investor mengalihkan investasinya ke emas? Apa yg membuat emas jd ganas? Thanks
Martin S
@ Eudora:

- apakah pengaruh perang dagang buat para investor mengalihkan investasinya ke emas?
Dalam jangka panjang, perang dagang akan menyebabkan resesi perekonomian global, yang berarti pertumbuhan ekonomi global cenderung turun. Emas sebagai salah satu asset safe haven tentu akan lebih aman dibandingkan nilai mata uang yang akan terus melemah ketika resesi, kecuali mata uang safe haven seperti JPY, CHF dan USD.

- Apa yg membuat emas jd ganas?
Karena kenaikannya yang luar biasa cepat, atau percepatan kenaikannya saat ini sedang tinggi dibandingkan dengan percepatan kenaikan pada saat keadaan pasar normal (tidak ada gejolak).
Keganasan harga emas pernah terjadi pada tahun 2009 hingga 2011 ketika AS (The Fed) sedang melakukan kebijakan quantitative easing.