Proyeksi Dolar Dan Yen Dampak Ancaman US Government Shutdown

Batas waktu bagi legislatif AS mencapai kesepakatan plafon utang luar negeri AS pada 29 September nanti. Jika gagal tercapai, maka Shutdown diprediksi akan merusak status Dolar AS sebagai mata uang safe haven.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Fundamental USD/JPY

  • Prakiraan Fundamental untuk USD : Bearish Korektif.
  • Prakiraan Fundamental untuk JPY : Bullish Neutral.
  • Prakiraan Fundamental untuk USD/JPY : Bearish Menguat.

Batas waktu bagi legislatif AS untuk mencapai kesepakatan mengenai plafon utang luar negeri AS harus dilakukan pada tanggal 29 September nanti. Jika kesepakatan tak tercapai, maka default teknis (shutdown) pemerintahan diprediksi akan merusak status Dolar AS sebagai mata uang safe haven. Berdasarkan situasi yang dulu pernah terjadi, tuntutan shutdown berimbas kenaikan emas dan yen, sementara saham-saham dan mata uang dengan sentimen tinggi mulai goyah. Dan saat ini juga diprediksikan sama.

 

  • Opsi Shutdown AS

Kongres Amerika Serikat kembali dari reses musim panas ini pada tanggal 5 September. Ketika anggota voting nanti tiba kembali, topik-topik sensitif seperti janji Presiden Donald Trump untuk memotong pajak dan meningkatkan belanja infrastruktur mungkin akan dibayang-bayangi oleh risiko pasar jangka pendek yang lebih menonjol.

Pada tahun 2015, Kongres AS pernah menangguhkan plafon hutang AS melalui berlalunya Undang-Undang Anggaran Bipartisan sampai Maret 2017. Sejak saat itu, Departemen Keuangan AS telah melakukan tindakan yang luar biasa untuk melakukan pembayaran sambil menghindari batas atas hutang saat ini sebesar $ 19,8 triliun. Jika para legislator AS tidak mencapai kesepakatan untuk menaikkannya pada tanggal 29 September, AS mungkin harus masuk ke default teknis atau shutdown goverment.

Gampang saja, ini bukan pertama kalinya pasar terkena ancaman seperti ini; tidak seperti implikasi Brexit yang tidak diketahui atau ancaman pada tahun 2015 lalu keluarnya Yunani dari Uni Eropa. Pada tahun 2011, Partai Republik di Kongres AS menuntut pengurangan defisit sebagai bagian dari kenaikan plafon utang. Masalah ini diselesaikan pada 2 Agustus lalu melalui Undang-Undang Pengendalian Anggaran.

Namun, tiga hari kemudian Biro Pemeringkat Besar -Standard & Poor's menerbitkan penurunan peringkat kredit AS dalam rating AAA (outstanding), menjadi AA+ (sangat baik). Ini mengancam status obligasi pemerintah AS sebagai tempat berlindung yang paling menarik di dunia bagi investor untuk memarkir dana mereka pada saat krisis ekonomi.

 

  • Imbas Downgrade Rating AS

Memimpin penurunan ke downgrade dan juga karena ketegangan tinggi di jajaran legislatif, indeks saham Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 dengan cepat jatuh ke level terendah dalam tahun yang sama. Ketika dirilis rating tersebut, indeks mengalami hari terburuknya karena downgrade ini merusak kepercayaan Dolar AS sebagai mata uang cadangan. Yen Jepang yang notabene anti-risiko lebih dihargai, sementara dolar Australia dan Selandia Baru yang terkait dengan sentimen mulai goyah. Selain itu, harga emas akan lebih menguat lagi karena yield obligasi turun di tengah risk aversion, meningkatkan daya tarik untuk membeli aset anti-fiat.

Pada 2013, batas utang harus dinaikkan lagi setelah mantan Presiden Barack Obama memperingatkan bahwa jika tidak melakukannya maka bisa mengarah pada default (shutdown). Walaupun akhirnya pemerintah AS akhirnya melakukan penghentian sebagian pada awal Oktober sebelum Fitch Ratings menempatkan negara tersebut pada "jam negatif" pertengahan bulan. Namun, kebuntuan (deadlock) tersebut diselesaikan pada tanggal 17 Oktober dengan berlalunya Undang-Undang Penetapan Berkelanjutan.

Tidak seperti 2011, episode di tahun 2013 berbeda karena tidak ada biro keuangan utama (Moody's, Fitch dan Standard & Poor's Global) yang benar-benar menurunkan rating kredit. Meski begitu, ada reaksi serupa dalam golongan ekuitas dan Yen memimpin selama shutdown, meski kurang kuat dari yang kita lihat di tahun 2011. Indeks saham Dow Jones dan S&P 500 juga mengalami penurunan saat Fitch mengeluarkan rilis data mereka. Bersamaan dengan itu, Yen menguat sementara AUD dan NZD menghentikan kemenangan beruntun mereka terhadap USD. Emas juga menikmati dorongan ini.

 

  • Prediksi Pasar

Dengan pemikiran tersebut, kekhawatiran tentang kegagalan lain untuk menaikkan plafon utang yang menempatkan default di atas meja, dapat menyebabkan beberapa deja vu di pasar keuangan seperti gambaran diatas.

Saat ini juga dipersulit oleh ucapan dari Donald Trump di Arizona pada tanggal 22 Agustus kemarin, yang mengancam untuk menutup pemerintah federal jika tidak ada dana yang dialokasikan untuk janji kampanye kontroversialnya untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan AS dengan Meksiko.

Namun, jika para legislatorpun menyetujui atau dicapai kesepakatan, risiko lain mungkin belum akan berakhir. Karena penting juga untuk memperhatikan peringatan downgrade rating dari lembaga pemeringkat utama dan interpretasi mereka mengenai hasil akhir AS. Ini mungkin akan menimbulkan volatilitas pada saham dan mata uang yang sering terkait sentimen.

Hasil yang lebih baik dari uraian di atas, dapat kembali mendukung Dolar AS dan mengurangi daya tarik pada emas.

Dalam grafik mingguan di bawah ini masih dalam rangkaian tren besar bearish USD/JPY, walaupun berpeluang juga untuk rally kembali.

Dampak Shutdown Atas Taksiran Utang


Faktor-Faktor Pendukung USD/JPY

  • Rangkuman Teknikal USD/JPY

Dampak Shutdown Atas Taksiran Utang

  • Rerata Pergerakan USD/JPY H4

Dampak Shutdown Atas Taksiran Utang

  • Pola Candlestick USD/JPY

Dampak Shutdown Atas Taksiran Utang

 

Saran Open Posisi USD/JPY

Saya menyarankan untuk membuka posisi jual di area 109.65 bisa mulai sekarang karena konfirmasi candlestick H4 sudah lama muncul untuk bearish menguat USD/JPY.

Target profit pertama area 108.95 dan target profit kedua area 108.65. Tentu seperti biasa nanti akan ada perlawanan dari buyer, maka dari itu stop loss diperlukan. Stop loss saya berada di area 110.00 dan area 110.25.

Selamat berdagang, gunakan manajemen modal untuk perdagangan yang bagus. Saya menggunakan MM 2-5% dari modal untuk setiap transaksi di perdagangan forex, bisa menggunakan kalkulator MM agar tidak over lot, klik disini.

Saran OP USD/JPY : Sell di area 109.65.
Gunakan trailing stop auto atau manual.

SL : (1) 110.00 – 35 pips (2) 110.25 – 60 pips
TP : (1) 108.95 – 70 pips (2) 108.65 – 100 pips
Rentang waktu trading : 1-2 hari

Dampak Shutdown Atas Taksiran Utang

 

Update Posisi USD/JPY 06-09-2017

Proyeksi Dolar Dan Yen Dampak Ancaman

 

=========================

*Penulis adalah expert analis forex, komoditi, dan saham, juga seorang trainer manager sebuah institusi keuangan. Pengalaman trading lebih dari 12 tahun bermacam pair dengan beberapa insider FX, selain itu juga sebagai seorang pembicara dan pelaku dunia FX.

*Pertanyaan-pertanyaan mendalam bisa via email ahmed@seputarforex.com atau halaman tanya jawab penulis seputar forex

Arsip Analisa By : Ahmed Sar

Bagaimana reaksi Anda tentang analisa ini?

Ahmed Sar adalah expert analis forex, komoditi, dan saham, juga seorang trainer manager di sebuah institusi keuangan. Ahmed berpengalaman trading sejak tahun 2004 pada bermacam pair dengan beberapa insider FX, dan hingga kini masih aktif sebagai Trend-Trader. Strategi trading yang digunakan berbasis Quantitative Trend.

Pair Rate    
AUD/JPY 80.14 1
AUD/USD 0.7120 -6
EUR/CHF 1.1471 -12
EUR/USD 1.1515 -6
GBP/JPY 147.03 4
GBP/USD 1.3065 -6
NZD/USD 0.6591 -2
USD/CAD 1.3102 -12
USD/CHF 0.9962 -5
USD/JPY 112.53 8
20 Oct 03:59