Proyeksi Harga Minyak Di Tengah Lonjakan Produksi Amerika Serikat

287567

Minyak gagal melanjutkan tren positif setelah adanya katalis negatif dari EIA. Meskipun demikian, pergerakan harga minyak diperkirakan masih bullish dalam jangka pendek.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Analisa Fundamental

Setelah diperdagangkan menguat selama dua hari berturut-turut, pergerakan harga minyak pada perdagangan hari Kamis (28 Februari) ini. Minyak cenderung bergerak tertekan setelah EIA merilis sebuah data yang menunjukkan adanya lonjakan produksi minyak AS sebesar 2 juta barel per hari dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Akan tetapi, di saat yang bersamaan, EIA juga melaporkan bahwa persediaan mingguan minyak mentah AS untuk pekan yang berakhir pada tanggal 22 Februari mengalami penurunan sebesar 8.65 juta barel.

Di tempat terpisah, negara importir minyak mentah terbesar di dunia, yaitu China, merilis sebuah data PMI yang mengecewakan. Pasar mengindikasikan hal ini sebagai sebuah tanda bahwa ekonomi China masih kehilangan momentumnya.

 

Analisa Teknikal

Proyeksi Harga Minyak Di Tengah

Secara teknikal, pergerakan harga Minyak masih berada pada tren bullish, di mana pergerakan harga pada saat ini tengah berada pada fase koreksi ke sekitar area support, dan diperkirakan akan kembali melanjutkan tren bullish dalam jangka pendek.

 

Rekomendasi

  • Entry Buy: 56.62 – 56.07
  • Take Profit: 58.09
  • Stop Loss: 55.16
Arsip Analisa By : Rama Anandhita

Rama berstatus sebagai mahasiswa aktif tingkat akhir di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di kota Kembang. Awal mula perkenalan dengan dunia trading dimulai pada tahun 2014, saat masih mahasiswa baru. Instrumen trading yang pertama kali dikenal adalah saham Indonesia. Seiring berjalannya waktu, tertarik mengikuti trading forex juga. Strategi trading yang banyak digunakan diantaranya Harmonic Pattern dan Chart Pattern.

Brent Oil 59.01 +0.63%
Crude Oil WTI 55.16 +0.64%
19 Agustus 2019 16:35 Selengkapnya