Advertisement

iklan

Review Teknikal Akhir Pekan Pair Mayor 16 Desember 2017

Ekspektasi sudah terpenuhi pekan lalu sesuai konsensus market, yakni kenaikan tingkat suku bunga acuan bank sentral AS dan tidak berubahnya proyeksi laju kenaikan di tahun 2018.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Dari sisi USD, ekspektasi pertama sudah terpenuhi pekan lalu sesuai konsensus market, yakni kenaikan tingkat suku bunga acuan bank sentral AS dimana the Fed tidak mengubah proyeksi laju kenaikan di tahun 2018.

Market atau investor barangkali hanya perlu menunggu satu ekspektasi lagi menjelang penutupan akhir tahun, yakni pengesahan tax reform AS, dimana banyak analis yang menilai bahwa program pengurangan pajak yang diusung oleh Presiden Trump tidak akan berdampak signifikan terhadap ekonomi AS dalam jangka menengah.

Namun hampir dapat dipastikan, situasi menjelang pengesahan tax reform ini akan menjadi alasan untuk mendukung permintaan terhadap Dolar sampai hal tersebut terpenuhi, atau RUU perpajakan AS disahkan secara resmi.

Indeks Dolar yang mengukur kekuatan USD terhadap 6 mata uang utama lainnya, berbalik menguat menjelang penutupan perdagangan di akhir pekan, terapresiasi sekitar 0.34% di level 93.96.

Di sepanjang pekan (11-15 Desember), Indeks Dolar membukukan kenaikan tipis 0.10%. Ini adalah kenaikan berturut-turut dalam 3 minggu terakhir.

Dari sisi EUR, pengumuman kebijakan moneter ECB pun pada dasarnya sesuai dengan ekspektasi market, termasuk perihal program stimulus yang masih dibutuhkan untuk menjamin pertumbuhan inflasi.

Yang barangkali harus dicatat adalah ekonomi Zona Euro secara keseluruhan mulai menampakkan geliat ekonomi di jalur positif. Banyak analis menilai, tahun 2018 hingga 2019 akan didominasi oleh bullish Euro terhadap Dolar.

Sementara dari sisi GBP, indikator inflasi Inggris malah diluar dugaan melebihi ekspektasi, meski kebijakan moneter BoE juga sudah dapat diukur oleh investor. Permintaan terhadap Pound Inggris masih akan dibebani oleh negosiasi Brexit dimana banyak analis memperkirakan bahwa fase kedua dari negosiasi tersebut kemungkinan tidak akan selesai di penghujung tahun ini.

Berikut di bawah ini adalah review teknikal terhadap EUR/USD, GBP/USD dan USD/JPY. Namun sebagai catatan tambahan, menjelang libur Natal dan Tahun Baru umumnya diikuti dengan volume perdagangan yang kecil, walau tak jarang hal ini justru menyebabkan volatilitas yang cukup tinggi. Sehingga akan lebih bijak apabila kita menurunkan volume lot dan level target, serta menerapkan SL yang lebih ketat, dan tentu saja jangan lupakan penggunaan Trailing Stop atau penggeseran level Stop Loss (minimal ke level break even atau level impas) untuk mengantisipasi fluktuasi yang tak terduga.

 

EUR/USD

Gagal mempertahankan harga di atas 1.1835 dan respon sellers di area ini menyeret harga turun di bawah DMA-30 (Daily Moving Average periode 30, sekarang di 1.1774), pasangan mata uang ini bertendensi bearish dalam jangka pendek berhadapan dengan support jangka menengah 1.1686/81.

EURUSD D1 20171216

Untuk perdagangan dalam jangka pendek/intraday, posisi sell (target pendek 20-40 pip) yang sedekat mungkin dengan 1.1774 membutuhkan SL setidaknya di atas 1.1791.

Sebaiknya step-aside jika harga cenderung bertahan di atas 1.1774 untuk menguji resistance minor 1.1800/11 dengan memperhatikan price action yang mencerminkan respon market ketika harga berada tak jauh dari area ini, sambil bersiap mengantisipasi break/penutupan harga di atas 1.1811 yang berpotensi mengkonfirmasi minat buyers mengejar kembali resistance 1.1835 dan 1.1878.

 

GBP/USD

DMA-30 (sekarang di 1.3303) sejauh ini tetap bertahan membatasi downside Cable setelah candle bearish terbentuk di bawah 1.3336 tapi dengan indikator RSI yang sekarang pointing-down di teritori negatif sehingga pair ini bertendensi bearish dalam jangka pendek.

GBPUSD D1 20171216

Posisi sell yang sedekat mungkin dengan 1.3336 membutuhkan SL ketat di atas 1.3354 tapi yang juga perlu diperhatikan adalah bahwa break/penutupan harga di bawah DMA-30 dibutuhkan untuk menegaskan minat sellers menargetkan support terdekatnya yang berlokasi di 1.3267/60 dan 1.3220.

Pada skenario bullish, jika DMA-30 tetap bertahan dan harga menembus/ditutup di atas 1.3336, maka posisi buy yang sedekat mungkin dengan 1.3336 membutuhkan SL setidaknya di bawah 1.3310, untuk menargetkan 1.3354/80 dan 1.3400.

 

USD/JPY

Ditutup dengan candle bullish meskipun gagal mempertahankan harga di atas DMA-30 (sekarang di 112.66) tapi tendensi upmove tetap terjaga, setidaknya dalam jangka pendek, selama harga diperdagangkan di atas level support 112.56.

USDJPY D1 20171216

Barangkali akan lebih baik apabila menunggu break di atas DMA-30 untuk mulai mencari posisi buy dengan SL ketat di bawah 112.56. Break atau penutupan harga di atas DMA-30 membuka peluang menguji resistance terdekatnya yang berada di 112.93 dan 113.24.

Pada skenario bearish, sebaiknya menunggu break atau penutupan harga di bawah 112.09, yang berpotensi mengkonfirmasi minat sellers menguji support  jangka menengah 111.64/40 dan 110.92/83.

Arsip Analisa By : Buge Satrio

Bagaimana reaksi Anda tentang ini?

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.

Pair Rate    
AUD/JPY 78.88 78.88 38
AUD/USD 0.7128 0.7128 39
EUR/CHF 1.1337 1.1337 -12
EUR/USD 1.1335 1.1335 2
GBP/JPY 144.47 144.47 16
GBP/USD 1.3054 1.3054 19
NZD/USD 0.6850 0.6850 48
USD/CAD 1.3136 1.3136 -94
USD/CHF 1.0002 1.0002 -11
USD/JPY 110.67 110.67 -4
23 Feb 04:59