Risk Appetite Meningkat, Harga Emas Semakin Tertekan

290570

Meningkatnya selera investor terhadap aset berisiko berpotensi menekan harga emas lebih lanjut pada sesi perdagangan hari ini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Analisa Fundamental

Meningkatnya selera investor terhadap aset berisiko seperti saham membuat harga emas pada perdagangan Selasa (15/Oktober) ditutup melemah 1%. Pasar saham AS menguat menyusul positifnya laporan keuangan perusahaan pada periode Q2, meski kekhawatiran akan negosiasi dagang AS-China masih membayangi. Menurut Bloomberg, China ingin melakukan lebih banyak pembicaraan akhir bulan sebelum menandatangani kesepakatan dagang fase pertama.

Selain itu, fokus pasar juga tertuju pada pertemuan The Fed akhir bulan ini. Rencananya, pertemuan tersebut akan membahas kelanjutan suku bunga; apakah akan kembali melakukan pemangkasan atau tetap mempertahankan tingkat suku bunga saat ini. Pun, harga emas juga dipengaruhi oleh sentimen para pelaku pasar jelang pertemuan puncak antara Inggris dan Uni Eropa pada Kamis dan Jumat besok.

 

Analisa Teknikal

Risk Appetite Meningkat, Harga Emas

Emas gagal menembus garis SMA 200 pada perdagangan sebelumnya, mengindikasikan bahwa dalam 1 jam ke depan, emas masih berada pada tren bearish. Selain itu, aset safe haven ini juga masih berpotensi untuk melemah lebih lanjut ke sekitar level Support 1475.61, terutama jika harga terus bertahan di bawah area Resistance 1486.47-1493.19.

 

Rekomendasi Emas

  • Entry Sell: 1486.47
  • Take Profit: 1475.61
  • Stop Loss: 1493.19
Arsip Analisa By : Rama Anandhita

Rama berstatus sebagai mahasiswa aktif tingkat akhir di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di kota Kembang. Awal mula perkenalan dengan dunia trading dimulai pada tahun 2014, saat masih mahasiswa baru. Instrumen trading yang pertama kali dikenal adalah saham Indonesia. Seiring berjalannya waktu, tertarik mengikuti trading forex juga. Strategi trading yang banyak digunakan diantaranya Harmonic Pattern dan Chart Pattern.