Advertisement

iklan

Rupiah Kebal Virus Corona, Pekan Ini Tunggu FOMC Meeting

Minggu lalu, Rupiah menguat akibat pasokan valas dan aliran modal asing, serta BI yang mempertahankan suku bunga. Minggu ini, FOMC meeting, GDP AS, dan data investasi Indonesia akan menjadi katalis.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan USD/IDR berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan tanggal 24 Januari 2020, serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Di tengah melemahnya mayoritas mata uang Asia akibat wabah virus corona di China, Yen Jepang dan Rupiah berhasil menguat. Meski tidak dianggap sebagai mata uang safe haven seperti halnya Yen, kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang membaik menjadi faktor utama penguatan mata uang Garuda selama 8 minggu terakhir.

Minggu lalu, Rupiah ditutup pada level 13572.50 per USD, atau menguat 0.48% dibandingkan dengan harga penutupan minggu sebelumnya. Harga penutupan minggu lalu adalah yang tertinggi sejak Februari 2018.

Di akhir pekan, penguatan mata uang Garuda juga didukung oleh keputusan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), yang mempertahankan BI 7-day (Reverse) Repo Rate untuk bulan Januari pada level +5.00%. Pihak BI tidak mempermasalahkan penguatan Rupiah yang terus menerus, selama didukung oleh fundamental ekonomi yang semakin membaik. Menurut Gubernur BI, Perry Warjiyo, penguatan Rupiah sejalan dengan pasokan valuta asing dari para eksportir, dan aliran modal asing seiring dengan membaiknya prospek ekonomi Indonesia serta menurunnya ketidakpastian global.

Minggu ini, perhatian pasar akan tertuju pada FOMC meeting dan perkembangan penyebaran virus corona yang dikhawatirkan berdampak pada perekonomian global. Terkait FOMC, fokus pasar akan tertuju pada pernyataan ketua Jerome Powell dalam konferensi pers, terutama pasca dicapainya kesepakatan dagang AS-China tahap pertama.

Data penting dari AS minggu ini adalah Advance GDP kuartal keempat 2019, indeks kepercayaan konsumen versi CB, dan Core PCE Price Index. Sementara dari dalam negeri akan dirilis data investasi asing untuk kuartal keempat 2019. Secara teknikal, Rupiah masih cenderung menguat dengan support kuat pada level 13500.

 

Jadwal Rilis Data Fundamental

Selasa, 28 Januari 2020:

  • Jam 16:15 WIB: penjualan mobil di Indonesia bulan Desember 2019 y/y: bulan sebelumnya: -9.9%. Perkiraan: +7.3%.

Rupiah Kebal Virus Corona, Pekan Ini

 

 Rabu, 29 Januari 2020:

  • Jam 13:00 WIB: investasi asing di Indonesia kuartal keempat tahun 2019 quarter over year (q/y): kuartal sebelumnya: +17.8%. Perkiraan: +9.5%.

Rupiah Kebal Virus Corona, Pekan Ini

Jumat, 31 Januari 2020:

  • Jam 10:00 WIB: Uang beredar M2 di Indonesia bulan Desember 2019 y/y: bulan sebelumnya: +7.1%. Perkiraan: +6.9%.

Rupiah Kebal Virus Corona, Pekan Ini

Data dan peristiwa berdampak dari AS minggu ini: Statement dan konferensi pers FOMC, GDP, indeks kepercayaan konsumen versi CB, dan Core PCE Price Index.

 

Tinjauan Teknikal

Rupiah Kebal Virus Corona, Pekan Ini

 

Chart Daily:

Pergerakan USD/IDR masih cenderung bearish (Rupiah masih cenderung menguat), menyusul terbentuknya bearish engulfing candle. Kecenderungan ini didukung oleh indikator trend:

  1. Harga berada di bawah kurva lower band indikator Bollinger Bands dan di bawah kurva resistance EMA 21.
  2. Titik indikator Parabolic SAR berada di atas bar candlestick.
  3. Kurva indikator MACD masih berada di bawah kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di bawah level 0.00.
  4. Garis histogram indikator ADX berwarna merah dan berada di atas level 25, menunjukkan sentimen bearish yang masih kuat.

Support kuat pada level 13543 hingga 13500.

Level Pivot mingguan: 13611.50

Resistance: 13605.00 ; 13624.00 ; 13661.25 (123.6% Fibo Expansion) ; 13730.00 ; 13768.00 (100% Fibo Expansion) ; 13835.00 ; 13872.95 (76.4% Fibo Expansion) ; 13905.00  ; 13939.16 (61.8% Fibo Expansion) ; 13967.00 ; 13992.00 (50% Fibo Expansion) ; 14020.00 ; 14045.00 (38.2% Fibo Expansion) ; 14080.00 ; 14111.00 (23.6% Fibo Expansion) ; 14135.00 ; 14180.00 ; 14217.00 ; 14280.00 ; 14312.00 ; 14355.00 ; 14435.00 ; 14475.00 ; 14525.00 ; 14600.00 ; 14650.00 ; 14721.83 ; 14785.00 ; 14930.00 ; 15050.00 ; 15140.00 ; 15200.00 ; 15265.00 ; 15327.00 ; 15400.00.

Support: 13543.50 (150% Fibo Expansion) ; 13500.00 ; 13489.43 (161.8% Fibo Expansion) ; 13400.00 ; 13328.84 ; 13263.00.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200 dan EMA 21 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; ADX (14).

Fibonacci Expansion:

  • Titik 1: 14355.00 (harga tertinggi 6 Agustus 2019).
  • Titik 2: 13905.00 (harga terendah 13 September 2019).
  • Titik 3: 14217.50 (harga tertinggi 1 Oktober 2019).
Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Perlu tukar mata uang ?

Konversi valas ke rupiah atau sebaliknya ?
bisa lebih mudah dengan kalkulator kurs. Temukan disini.