iklan

Sepi Katalis, Sentimen Emas Masih Bullish

Penulis

Minggu lalu, harga emas menguat akibat anjloknya USD dan yield obligasi AS, serta pernyataan dovish ketua The Fed. Minggu ini, emas diperkirakan masih akan bullish.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan tanggal 16 April 2021, serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Seperti perkiraan, harga emas mengalami apresiasi sepanjang minggu lalu dan ditutup pada level USD1775.64 per troy ounce, tertinggi dalam dua bulan terakhir. Dibandingkan minggu sebelumnya, harga emas menguat 1.87%.

Kenaikan harga logam mulia dipicu oleh data inflasi AS bulan Maret yang melesat hingga 2.6% y/y, tertinggi sejak bulan Agustus 2018. Kenaikan inflasi tersebut tidak membuat The Fed bereaksi. Dalam pidatonya pada acara Economic Club of Washington minggu lalu, ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa meskipun perekonomian AS sudah membaik dan tingkat inflasi akan terus naik, hal itu belum cukup bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga acuan atau mengubah kebijakan moneternya. Suku bunga rendah masih akan dipertahankan hingga krisis akibat pandemi berakhir.

Pernyataan Powell tersebut menyebabkan anjloknya US Dollar dan yield obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun, sehingga harga emas menguat signifikan. Penguatan terus berlanjut mengabaikan data penjualan ritel AS bulan Maret yang melonjak hingga 9.8%, tertinggi dalam 9 bulan.

Data dan peristiwa penting minggu ini adalah ECB meeting dan Manufacturing PMI AS. Di tengah sepinya katalis, hasil survei yang dihimpun Kitco.com menunjukkan mayoritas pemain pasar memprediksi minggu ini sangat bullish terhadap harga emas. 100% pemain Wall Street memperkirakan bullish, sementara 65% pemain Main Street memperkirakan bullish, 18% bearish, dan 17% netral.

 

Tinjauan Teknikal

Chart Daily

Sepi Katalis, Sentimen Emas Masih

Pergerakan harga masih cenderung bullish, menyusul terbentuknya bullish engulfing candle dan penembusan level 50% Fibonacci Retracement. Kondisi ini didukung oleh penunjukan indikator trend dan momentum berikut:

  1. Harga berada di atas kurva upper band indikator Bollinger Bands, sedangkan titik indikator Parabolic SAR berada di bawah bar candlestick.
  2. Kurva indikator MACD berada di atas kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di atas level 0.00.
  3. Kurva indikator RSI berada di atas center line (level 50.0).
  4. Garis histogram indikator ADX berwarna hijau dan berada di atas level 25, menunjukkan sentimen bullish yang masih kuat.

Resistance kuat berada pada kurva EMA 89 hingga level 1810, sedangkan support kuat pada level 1730 hingga 1700.

Level pivot mingguan: 1760.99

Resistance: 1783.73 ; 1810.39 ; 1836.10 (38.2% Fibo Retracement) ; 1855.00 ; 1874.50 ; 1900.00 ; 1927.68 (23.6% Fibo Retracement) ; 1950.00 ; 1974.00 ; 1992.50 ; 2015.67 ; 2049.00 ; 2075.19.

Support: 1762.46 (50% Fibo Retracement) ; 1730.40 ; 1700.00 ; 1676.70 ; 1640.00 ; 1621.30 ; 1598.17 (76.4% Fibo Retracement) ; 1566.50 ; 1547.00 ; 1521.00 ; 1485.00 ; 1451.08.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200, EMA 89 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14) ; ADX (14).

Fibonacci Retracement:

  • Titik Swing Low: 1451.08 (harga terendah 16 Maret 2020).
  • Titik Swing High: 2075.19 (harga tertinggi 7 Agustus 2020).

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Martin
295590
Penulis

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone