OctaFx

iklan

Sikap Wait And See Investor Membuat Emas Tertahan di 1,500

289754

Investor yang lebih memilih untuk bersikap Wait And See menjelang Jackson Hole Symposium akhir pekan ini membuat harga emas berkonsolidasi di sekitar level 1,500.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Analisa Fundamental

Harga emas melemah 0.42% ke level 1501.01 menjelang Jackson Hole Symposium, Jumat pekan ini. Dalam simposium tersebut, Ketua The Fed, Jerome Powell, akan turut menyampaikan pidatonya. Pidato inilah yang kini tengah dinantikan oleh para pelaku pasar, mengingat pidato Powell lusa ini akan menyinggung soal Yield Obligasi AS yang mengalami inversi. Kondisi inilah yang kemudian mendorong ekspektasi bahwa The Fed mungkin saja kembali menurunkan suku bunganya September mendatang. Di pekan yang sama pula, dua bank sentral utama dunia, yakni The Fed dan ECB, akan merilis notulen pertemuan kebijakan moneter terbaru.

Sementara itu, polemik perang dagang AS-China masih menjadi perhatian investor pekan ini. Sebelumnya, hubungan kedua negara dipandang sedikit mencair pasca adanya penangguhan sanksi atas Huawei, sehingga masih diijinkan untuk melakukan bisnis dengan perusahaan AS. Meskipun demikian, Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengatakan bahwa ia tidak siap untuk membuat kesepakatan perdagangan. Pun, Trump menambahkan jika ia harus menghadapi China sekalipun hal itu bisa mempengaruhi ekonomi AS dalam jangka pendek.

 

Analisa Teknikal

Sikap Wait and See Investor Membuat

Secara keseluruhan, tren pergerakan harga emas cenderung bearish. Harga bergerak di bawah garis SMA 200, SMA 100, dan SMA 50. Sebelumnya, harga berhasil turun ke bawah level kunci 1502.89, mengindikasikan bahwa emas masih berpotensi bearish jangka pendek.

 

Rekomendasi

  • Entry Sell: 1502.89
  • Take Profit: 1493.00
  • Stop Loss: 1509.00
Arsip Analisa By : Rama Anandhita

Rama berstatus sebagai mahasiswa aktif tingkat akhir di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di kota Kembang. Awal mula perkenalan dengan dunia trading dimulai pada tahun 2014, saat masih mahasiswa baru. Instrumen trading yang pertama kali dikenal adalah saham Indonesia. Seiring berjalannya waktu, tertarik mengikuti trading forex juga. Strategi trading yang banyak digunakan diantaranya Harmonic Pattern dan Chart Pattern.