Soal Kebijakan Longgar, Draghi Akan Selalu Mendahului The Fed

288902

Ketika The Fed baru bersiap mengubah nada kebijakan dari netral menjadi longgar, bank sentral lain seperti ECB sudah lebih dulu menyiapkan kebijakan longgar.

Saat menghadiri forum perbankan di Portugal pada Selasa lalu (18/Juni), Ketua ECB Mario Draghi mengumumkan hal yang sudah diekspektasikan oleh sebagian besar analis pasar pasca pertemuan kebijakan ECB dua minggu lalu: bank sentral siap meluncurkan stimulus dalam bentuk QE dan menurunkan suku bunga, jika pertumbuhan ekonomi dan inflasi Uni Eropa (UE) tidak meningkat dalam waktu dekat.

Mario Draghi

Walaupun pernyataan tersebut tidak terlalu mengejutkan pasar, konfirmasi Draghi yang diumumkan sehari sebelum rapat penting FOMC memberikan pengaruh yang signifikan di pasar. EUR/USD merosot di bawah 1.1200 untuk pertama kalinya dalam sebulan pasca berita tersebut, sebelum menemukan support di area 1.1180. Sementara itu, bunga obligasi pemerintah Jerman bertenor 10-tahunan jatuh ke level terendah sepanjang masa, dan menduduki area -31 basis poin. Titik rendah baru ini hanya berselisih 9 basis poin dari suku bunga deposit ECB yang berada di -40 basis poin.

Penting dicatat bahwa rendahnya bunga di atas membuat total negatively yielding debt di Uni Eropa menjadi 12 triliun Euro; situasi yang tak bisa dianggap sebagai penunjang sentimen bullish bagi EUR.

Dari perspektif ACY yang lebih luas, langkah ECB yang kembali pada mode pelonggaran setelah 6 bulan mengakhiri operasi QE-nya, berkaitan dengan keputusan The Fed untuk mempertahankan Fed Funds Rate di 2.50%.

Tidak seperti data-data Zona Euro yang berdampak tinggi, rilis laporan ekonomi AS akhir-akhir ini memang tidak memberikan sinyal yang cukup jelas bagi The Fed untuk melakukan penyesuaian suku bunga.

Faktanya, sejak FOMC Meeting 1 Mei lalu, harga-harga saham di Wall Street cenderung naik, tingkat pengangguran jatuh ke level terendah 45 tahun, konsensus untuk pertumbuhan ekonomi relatif tidak berubah, dan rencana tarif dagang untuk Meksiko yang sebelumnya memicu spekulasi Rate Cut, telah ditunda. Menurut tool GDP Tracker dari Atlanta Fed, ekonomi AS di kuartal kedua tahun ini diproyeksi mencapai 2.1%, dengan angka-angka final untuk tingkat pemintaan dan konsumsi di kisaran 3.0%.

Bisa dikatakan, sekalipun The Fed benar-benar memotong suku bunga seperti yang digadang-gadang selama ini untuk mengantisipasi efek perang dagang dengan China, AS akan tetap mempertahankan jarak divergensi suku bunga dengan Zona Euro.

Maka dari itu, meski EUR/USD berpeluang terkoreksi ke area 1.1290/1.1310, ACY memperkirakan jika pair ini secara garis besar masih bergerak dalam Downtrend jangka panjang, yang menargetkan level di bawah 1.1000.

Notulen dari pertemuan RBA 4 Juni lalu mengandung pernyataan yang menggarisbawahi potensi penurunan suku bunga lebih lanjut. Akibatnya, AUD/USD pun kembali selip ke bawah 0.6850 sebelum menemukan pijakan di area 0.6830.

Dalam dinamika pergerakan serupa EUR/USD, cukup logis untuk memandang bahwa RBA akan selalu beberapa langkah di depan The Fed dalam hal penurunan suku bunga; terlepas dari bias pelonggaran macam apa yang akan diadopsi The Fed di sisa tahun 2019. Secara teknikal, chart AUD/USD kini menunjukkan support kunci di sekitar 0.6780, dengan resistance di area 0.6975.

Rapat BoJ hari ini tidak terlalu berpengaruh karena minimnya ekspektasi perubahan kebijakan. USD/JPY sendiri sudah membentuk pola rounding top di chart Daily, dengan support di 107.70 dan resistance pada area 108.60/70. Pola harga seperti ini biasanya mengarah pada pergerakan downside. Untuk itu, ACY menilai jika ekstensi range USD/JPY dalam jangka pendek akan menyentuh 107.00 atau bahkan lebih rendah lagi.

Seiring dengan menyusutnya pilihan kandidat PM Inggris, peluang Boris Johnson untuk "berkantor" di Downing Street No. 10 semakin terlihat nyata. Selama ini, Johnson merupakan figur yang giat mendukung rencana "No-Deal Brexit", dan dikenal bisa "mangkir" dari kebijakan-kebijakan penting.

Akan tetapi, peluang terpilihnya Boris Johnson sebagai PM Inggris tak mampu menahan rebound GBP/USD dari level rendah 1.2510 yang tercapai di hari Selasa kemarin. Jika harga menembus resistance 1.2680 ke arah atas, maka Pound kemungkinan akan melemah dalam jangka menengah.

 

ACY


ACY adalah broker asal Australia yang telah memiliki ijin dari Australian Securities and Investments Commission (ASIC) dan menyediakan berbagai macam instrumen trading seperti Forex, Indeks, Metal, dan Komoditas. ACY dikenal luas berkat program Edukasi, Loyalty, dan Promosi yang menarik.

Arsip Analisa By : Acy
Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

ACY adalah broker asal Australia yang telah memiliki ijin dari Australian Securities and Investments Commission (ASIC) dan menyediakan berbagai macam instrumen trading seperti Forex, Indeks, Metal, dan Komoditas. ACY dikenal luas berkat program Edukasi, Loyalty, dan Promosi yang menarik. Profil Selengkapnya

Pair Rate    
AUD/JPY 73.30 73.30 -36
AUD/USD 0.6760 0.6760 -33
EUR/CHF 1.0986 1.0986 -15
EUR/USD 1.1020 1.1020 -17
GBP/JPY 136.41 136.41 -76
GBP/USD 1.2580 1.2580 -70
NZD/USD 0.6287 0.6287 -52
USD/CAD 1.3230 1.3230 32
USD/CHF 0.9969 0.9969 2
USD/JPY 108.44 108.44 1
14 Oct 22:10