S/R Pair Mayor Dan Price Action Grafik Daily 2 September

Fluktuasi dan volatilitas harga terjadi di akhir pekan (Jumat 01/09) kemarin, menyusul Jobs Data AS yang di luar dugaan mengecewakan

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Fluktuasi dan volatilitas harga terjadi di akhir pekan (Jumat 01/09) kemarin, menyusul Jobs Data AS yang di luar dugaan mengecewakan. Tapi kemudian Greenback, yang sebelumnya tertekan, segera berbalik arah setelah Bloomberg mengutip pernyataan seorang pejabat Uni Eropa yang mengatakan bahwa ECB tampaknya belum mematangkan detail rencana tapering QE (Quantitative Easing) atau pemangkasan besaran program stimulus hingga Desember tahun ini.

Kutipan itu juga menambahkan bahwa ECB mengkhawatirkan respon pasar yang terlalu berlebihan dalam mengapresiasi Euro sebelum bank sentral Uni Eropa itu memutuskan untuk memangkas program stimulus. Kekhawatiran itu cukup beralasan mengingat bahwa pertumbuhan inflasi Zona Euro memang belum konvergen, atau belum merata di kawasan mata uang tunggal Euro, sehingga apresiasi yang berlebihan malah berdampak negatif terkait dengan nilai bunga pinjaman.

Sementara itu, Poundsterling cenderung stabil terhadap Dolar, demikian juga USD/JPY, dan barangkali juga akan menjadi cukup menarik untuk disimak di pekan berikutnya.

Seperti pada artikel pekan sebelumnya, indikator teknikal DMA30 (Daily Moving Average periode 30) dan RSI7 (Relative Strength Index periode 7) dipergunakan untuk ikut membantu memonitor price action atau aksi harga jangka pendek hingga menengah, atau pada grafik Daily.

 

EUR/USD

Euro melonjak naik menyentuh 1.1978 pasca data NFP Jumat kemarin, tapi kemudian melorot tajam setelah market merespon laporan Bloomberg (seperti pada paragraf awal di atas).

Pada grafik Daily di bawah ini, kita segera dapat melihat bahwa resisten 1.1945 akhirnya masih utuh, namun support 1.1845 juga masih bertahan. Nah... price action pada grafik M15 jauh lebih "mantap".

Sebuah Pin Bar dengan upper shadow yang panjangnya lebih dari 50 pips adalah sinyal sell jangka pendek yang jarang meleset. Saya sendiri tidak ragu-ragu meletakkan posisi sell setelah pin bar tersebut terbentuk untuk menargetkan 40 pips yang berhasil tersentuh kurang lebih 1 jam kemudian.

EURUSD D1 20170902

EURUSD M15 20170902

Kembali ke grafik Daily, bias teknikal terhitung masih positif selama harga tertahan di atas 1.1837/45 dan  selama harga bergerak di atas support dinamis DMA30 (sekarang di 1.1797).

Yang barangkali harus diwaspadai adalah mengantisipasi indikator RSI7 yang sekarang berada di area netral (di kisaran value 50.00). Penutupan harga (candle Daily) di bawah 1.1837/45 (High  14/08 & High 11/08) kemungkinan akan mengubah outlook RSI7. Dominasi sellers pada indikator ini diperkirakan baru akan terlihat apabila harga ditutup di bawah 1.1837.

Pada sisi upside, penutupan candle Daily di atas 1.1908 dibutuhkan untuk mendorong minat buyers menguji resisten minor 1.1982 (High 28/08) dan 1.2042 (Low 22/07/2012).

 

GBP/USD

Cable memberikan bias netral dengan indikator RSI7 yang mulai menunjukkan minat buyers meskipun harga gagal bertahan di atas DMA30 (sekarang di 1.2983).

Area 1.2932/38 (Low 20/07 & Low 11/08) akan menjadi fokus penting dimana stabilisasi harga di atas area ini dapat membuka peluang mengincar penutupan harga di atas DMA30 yang berisiko memperpanjang rebound (dari 1.2773, Low 24/08) untuk menguji resisten berikutnya yang berlokasi di 1.3028 (High 30/06).

GBPUSD D1 20170902

Pada sisi downside, kegagalan mempertahankan harga di atas 1.2932 berisiko penurunan menuju support minor 1.2888 (High 25/08), untuk berhadapan dengan support berikutnya yang berlokasi di 1.2830/11 (Low 11/07 & Low 12/07).

 

USD/JPY

Pair ini berkutat tak jauh dari kisaran DMA30 (sekarang di 110.07) dalam 3 hari terakhir. Pada saat yang berbarengan, indikator RSI7 mulai menunjukkan minat buyers, terlihat menyeberang di atas level keseimbangannya.

DMA30 akan menjadi fokus teknikal di pekan berikutnya. Stabilisasi harga di atas DMA30 dibutuhkan untuk membuka jalan menguji resisten 110.93/111.03 (High 16/08 & 04/08) yang sekaligus menegaskan skenario breakout dari minor resistance trendline.

USDJPY D1 20170902

Sebaliknya pada sisi downside, di bawah DMA30 dan di bawah 109.83/92 (Low 04/08 & Low 01/08) berisiko mematahkan skenario breakout tersebut dan berpotensi bearish menuju support minor 109.55/43. Penutupan candle Daily di bawah level ini berisiko membawa harga turun lebih rendah menuju support 108.72/59 (Low 11/08 & 18/08).

Arsip Analisa By : Buge Satrio

Bagaimana reaksi Anda tentang ini?

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.

Pair Rate    
AUD/JPY 79.06 79.06 20
AUD/USD 0.7143 0.7143 13
EUR/CHF 1.1344 1.1344 -17
EUR/USD 1.1323 1.1323 11
GBP/JPY 144.20 144.20 125
GBP/USD 1.3029 1.3029 103
NZD/USD 0.6851 0.6851 1
USD/CAD 1.3250 1.3250 8
USD/CHF 1.0018 1.0018 -33
USD/JPY 110.68 110.68 7
20 Feb 00:05

Jauhari
Saya pernah mendapatkan pinbar serupa pada grafik M15 EurUSD pada 18 Agustus di jam 11.00, namun kemudian tidak ada perubahan berarti selama dua hari. Mohon penjelasannya untuk pembelajaran.
Buge Satrio
Betul Pak... saya juga sempat memperhatikan itu. Tapi upper shadow-nya (ekor atas) pendek Pak. Gak sampai 30 pips. Dalam kondisi seperti ini (ekor-nya pendek), tidak jarang saya malah mempertimbangkan untuk mencari posisi order limit. Dalam kasus 18 Agustus, mencari posisi buy limit. Cara menghitung ekor atas atau bawah, gampang Pak. Klik Cross hair, trus tarik aja mouse dari atas ke bawah atau bawah ke atas, nanti ada angka nongol di chart. Atau kalau mau hitung manual, tinggal hitung saja selisih harga High dengan harga Close (upper shadow), atau selisih harga Low dengan harga Close (lower shadow).