S/R Pair Mayor Dan Price Action Grafik Daily 24 September

Fluktuasi dan volatilitas harga terjadi Rabu hingga Jumat (20-22 Sep) pekan lalu, setelah notulen FOMC dan konferensi pers Janet Yellen mengisyaratkan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunganya di akhir tahun.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Fluktuasi dan volatilitas harga terjadi Rabu hingga Jumat (20-22 Sep) pekan lalu, setelah notulen FOMC dan konferensi pers Janet Yellen mengisyaratkan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunganya di akhir tahun, termasuk memangkas balance sheet secara bertahap yang kemungkinan akan dimulai pada bulan Oktober tahun ini.

Dolar melompat cukup signifikan pasca FOMC, ditutup naik 0.81% di level 92.30 pada hari Rabu 20 Sep, tapi kemudian kehilangan dorongan dan malah melemah hingga penutupan perdagangan Jumat 22 Sep, menyusul "risk off trade" akibat tensi geopolitik yang kembali mencuat ke permukaan setelah Korea Utara menyatakan akan mempertimbangkan untuk melakukan uji coba bom hidrogen di level yang tertinggi sepanjang masa.

Pernyataan Korea Utara tersebut adalah sebagai balasan atas pidato Presiden AS Donald Trump di sidang umum PBB, Rabu (20/9/2017), yang mengancam untuk membalas secara total apabila Korea Utara menyerang wilayah AS dan para sekutunya.

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan Greenback terhadap 6 mata uang utama lainnya, akhirnya hanya membukukan apresiasi sekitar 0.12% saja di sepanjang pekan (18-22 Sep).

Seperti pada artikel pekan sebelumnya, indikator teknikal DMA30 (Daily Moving Average periode 30) dan RSI7 (Relative Strength Index periode 7) dipergunakan untuk membantu memonitor price action atau aksi harga jangka pendek hingga menengah, atau pada grafik Daily, terhadap EUR/USD, GBP/USD dan USD/JPY seperti berikut di bawah ini.

 

EUR/USD

Euro terkoreksi hingga menyentuh DMA30 pasca FOMC, tapi lagi-lagi kita bisa menyaksikan bahwa buyers kembali merespon di kisaran level support dinamis DMA30, meskipun resisten minor 1.2030 masih membatasi upmove Euro terhadap Dolar.

Tapi jika kita melihat grafik Daily secara sekilas dengan mengabaikan spike upper shadow, tampak bahwa harga cenderung berada dalam formasi Head & Shoulders yang umumnya berisiko bearish (reversal), meskipun barangkali pattern tersebut memang terbentuk tidak terlalu sempurna. Namun neck-line tergambar cukup jelas, berlokasi di kisaran 1.1845/36.

EURUSD D1 20170924

Breakout atau penutupan harga di bawah neck-line ini dibutuhkan untuk mengkonfirmasi pattern tersebut. Sebaliknya, hanya break atau penutupan harga di atas resisten minor 1.2030 yang dapat mematahkannya.

Berdasarkan kondisi seperti tersebut di atas, posisi sell yang sedekat mungkin atau ketika harga berada di area 1.1986-1.2000 membutuhkan Stop Loss (SL) di atas 1.2030.

Tapi juga sebaiknya bersiap mengantisipasi penutupan candle Daily di atas 1.2030 yang berisiko memicu bullish menargetkan resisten 1.2069/91 (High 29/08 & High 8/09) dimana break tegas di atas level ini berpotensi mencetak harga yang lebih tinggi (resisten Weekly berlokasi di 1.2330, Low 23 Okt 2008).

 

GBP/USD

Fluktuasi harga terbilang cukup "ganas" di sepanjang pekan. Anjlok 0.73% di hari Senin (18 Sep), naik 0.62% di hari Kamis (21 Sep), dan kemudian turun 0.63% di akhir pekan. Sehingga jika Anda belum memikirkan untuk menggunakan Trailing Stop di setiap posisi entri terhadap pair ini, maka saya sangat menganjurkan Anda untuk mulai memakainya.

Secara keseluruhan, Cable berpotensi bullish (jangka pendek dan menengah) selama pull back GBP/USD masih dibatasi oleh support minor 1.3450. Namun, pergerakan indikator RSI yang cenderung pointing-down dari area overbought juga layak menjadi bahan pertimbangan.

GBPUSD D1 20170924

Hanya penutupan harga di bawah 1.3385 (level flat Kijun-sen H4 tanggal 15 hingga 20 Sep) yang dapat mengkonfirmasi fase korektif Sterling terhadap Dolar.

Sementara pada sisi upside, penutupan candle Daily di atas 1.3615 (High 15 Sep) dibutuhkan untuk memicu minat buyers mengejar harga yang lebih tinggi.

Berdasarkan kondisi ini, posisi sell (terutama untuk jangka pendek atau target pendek 40-60 pip) sebaiknya sedekat mungkin dengan area 1.3585/1.3600, yang membutuhkan SL di atas 1.3616. Tapi juga bersiap untuk mengantisipasi kemungkinan penutupan candle Daily di atas 1.3616 yang berisiko melanjutkan upmove menuju 1.3700 dan resisten Weekly 1.3853 (Low 21 Feb 2016).

 

USD/JPY

Dolar kehilangan momentum bullish-nya setelah harga menyentuh 112.70 (High 21 Sep), berbarengan dengan indikator RSI yang bergerak turun setelah memasuki area overbought. Namun demikian, pull back Dolar terhadap Yen sementara ini masih dibatasi support minor 111.75.

Break atau penutupan harga di bawah 111.75 dibutuhkan untuk mengkonfirmasi skenario fase korektif jangka pendek yang berisiko melanjutkan penurunan menuju 111.12 (Low 20 Sep) dan 111.03 (High 4 Agustus).

USDJPY D1 20170924

Secara keseluruhan, USD/JPY tetap berisiko bullish dalam jangka menengah selama harga diperdagangkan di atas DMA30 (sekarang di 109.98).

Sehingga jika harga masih dapat turun lebih rendah menuju support berikutnya yang berada di 110.66 (High 31 Agustus), area ini dapat menjadi kesempatan yang baik untuk menempatkan posisi buy, dengan SL di bawah 110.40. 

Arsip Analisa By : Buge Satrio

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.

Pair Rate    
AUD/JPY 74.67 74.67 -28
AUD/USD 0.6872 0.6872 -43
EUR/CHF 1.1196 1.1196 -11
EUR/USD 1.1211 1.1211 -66
GBP/JPY 136.66 136.66 -72
GBP/USD 1.2591 1.2591 -82
NZD/USD 0.6492 0.6492 -73
USD/CAD 1.3406 1.3406 88
USD/CHF 0.9986 0.9986 49
USD/JPY 108.56 108.56 17
15 Jun 03:59