Advertisement

iklan

Sterling Terkoreksi Pasca Ditunjang Pergantian Menkeu Inggris

Pergantian Menteri Keuangan Inggris menumbuhkan harapan investor terhadap perekonomian Inggris pasca Brexit. Setelah menguat pasca kabar tersebut, Pound terkoreksi hari ini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Analisa Fundamental

Spekulasi bahwa Menteri Keuangan Inggris yang baru akan mengungkapkan anggaran lebih ekspansif pada bulan depan, membuat pasangan mata uang GBP/USD berjuang lanjutkan tren positifnya.

Di tengah lemahnya pertumbuhan ekonomi Inggris, banyak ekonom dan investor ingin melihat Inggris menambah pengeluaran fiskalnya, khususnya untuk membantu mengatasi dampak Brexit pada akhir bulan lalu.

Ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) akan memangkas suku bunganya sebelum akhir tahun 2021 juga mencuat, di mana sebagian besar pelaku pasar memperkirakan BoE akan memangkas suku bunga sebesar 25 bps sebelum Desember 2021.

 

Analisa Teknikal

Johnson Ganti Menteri Keuangan Inggris,

Setelah diperdagangkan menguat empat hari berturut-turut, pasangan mata uang GBP/USD mengalami koreksi pada perdagangan Jum'at (14/Februari). Meski demikian, SMA 20 masih tetap berada di atas SMA 50, yang mengindikasikan bahwa tren secara keseluruhan masih bullish.

Selain itu, pergerakan GBP/USD yang cenderung tertahan di sekitar level Support 1.30288-1.30150 juga menjadi indikasi lain bahwa pasangan mata uang ini masih berpotensi naik ke sekitar level 1.30700.

 

Rekomendasi

  • Entry Buy: 1.30288-1.30150
  • Take Profit: 1.30700
  • Stop Loss: 1.29875
Arsip Analisa By : Rama Anandhita

Rama berstatus sebagai mahasiswa aktif tingkat akhir di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di kota Kembang. Awal mula perkenalan dengan dunia trading dimulai pada tahun 2014, saat masih mahasiswa baru. Instrumen trading yang pertama kali dikenal adalah saham Indonesia. Seiring berjalannya waktu, tertarik mengikuti trading forex juga. Strategi trading yang banyak digunakan diantaranya Harmonic Pattern dan Chart Pattern.