Advertisement

iklan

Trading EUR/USD Dengan Data NFP AS Januari 2023

Penulis

+ -

Hari ini akan dirilis data NFP AS bulan Desember 2022 yang diperkirakan bertambah 200,000 jobs. Ada 5 skenario pergerakan EUR/USD menjelang rilis data tersebut.

iklan

iklan

Latar Belakang

Data Non Farm Payrolls (NFP) dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS untuk mengukur perubahan jumlah tenaga kerja di luar sektor pertanian selama periode sebulan. Data ini merupakan indikator awal bagi pengeluaran konsumen dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Sebagai salah satu bahan pertimbangan penting bagi The Fed dalam menentukan suku bunga acuan, rilis data NFP akan selalu menjadi fokus perhatian pasar dan biasanya berdampak tinggi pada USD. Naiknya angka NFP akan menyebabkan USD menguat, sedangkan NFP di bawah perkiraan pasar atau bahkan minus akan menyebabkan USD melemah.

Hari ini akan dirilis data NFP AS bulan Desember 2022. Bulan November 2022 lalu, NFP bertambah 263,000 jobs, lebih tinggi dari perkiraan bertambah 200,000 jobs, tetapi merupakan penambahan tenaga kerja terendah sejak April 2021.

Untuk bulan Desember 2022, diperkirakan NFP akan bertambah 200,000 jobs. Perkiraan dari Automatic Data Processing Inc.(ADP) yang dirilis 5 Januari kemarin menunjukkan penambahan 235,000 jobs .

Jika hasil rilis lebih tinggi dari perkiraan, maka akan cenderung menyebabkan EUR/USD melemah. Sebaliknya, NFP yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan EUR/USD menguat.

 

Tinjauan Teknikal

Trading EUR/USD Dengan Data NFP AS

Dari chart H4 di atas, pergerakan EUR/USD sedang mengalami koreksi bearish hingga jam 02:45 WIB hari ini. Keadaan tersebut didukung oleh penunjukan indikator trend dan indikator momentum berikut:

  1. Terbentuk bearish engulfing candle yang diikuti oleh bearish bar.
  2. Harga berada di bawah kurva resistance EMA 55 dan middle band indikator Bollinger Bands.
  3. Titik indikator Parabolic SAR masih berada di atas bar candlestick.
  4. Kurva indikator MACD berada di bawah kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OsMA berada di bawah level 0.00.
  5. Kurva indikator RSI berada di bawah center line (level 50.0).
  6. Garis histogram indikator ADX berwarna merah yang menunjukkan sentimen bearish.

Level pivot mingguan: 1.0663

Resistance: 1.0565 (38.2% Fibo Retracement) ; 1.0597 ; 1.0630 (23.6% Fibo Retracement) ; 1.0658 ; 1.0690 ; 1.0736 ; 1.0786.

Support: 1.0512 (50% Fibo Retracement) ; 1.0460 (61.8% Fibo Retracement) ; 1.0394 (76.4% Fibo Retracement) ; 1.0328 ;; 1.0289 ; 1.0225 ; 1.0187 ; 1.0143 ; 1.0093 ; 1.0043 ; 0.9999 ; 0.9926 ; 0.9851 ; 0.9777 ; 0.9729 ; 0.9679 ; 0.9630 ; 0.9583 ; 0.9535 ; 0.9500.

Indikator: Exponential Moving Average (EMA) 55 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OsMA ; RSI (14) ; ADX (14).

Fibonacci Retracement:

  • Titik Swing Low: 1.0289 (harga terendah 30 November 2022).
  • Titik Swing High: 1.0736 (harga tertinggi 15 Desember 2022).

 

5 Skenario Pergerakan EUR/USD

Konsensus untuk Non Farm Payrolls AS bulan Desember 2022: +200,000 jobs.

  1. Jika hasil rilis sesuai perkiraan, yaitu antara +185,000 jobs hingga +250,000 jobs, maka kemungkinan EUR/USD masih akan bergerak dalam range, yaitu hingga batas resistance atau support terdekat.
  2. Jika hasil rilis di atas perkiraan, yaitu antara +260,000 jobs hingga +300,000 jobs, maka kemungkinan EUR/USD akan merosot hingga menembus satu level support di bawahnya.
  3. Jika hasil rilis jauh di atas perkiraan, yaitu lebih tinggi dari +300,000 jobs, maka kemungkinan EUR/USD akan menembus 2 level support di bawahnya atau lebih.
  4. Jika hasil rilis di bawah perkiraan, yaitu antara +100,000 jobs hingga +180,000 jobs, maka kemungkinan EUR/USD akan menguat dan menembus satu level resistance di atasnya.
  5. Jika hasil rilis jauh di bawah perkiraan, yaitu lebih rendah dari +100,000 jobs, maka kemungkinan EUR/USD akan menembus 2 level resistance di atasnya atau lebih.

Selamat trading..

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Martin
298797
Penulis

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.