Ulasan Saham 02 Oktober: Rekomendasi 4 Saham Pilihan

290369

Data AS menunjukkan perlambatan ekonomi. Apakah hal tersebut berpengaruh terhadap IHSG hari ini? Simak pula saham-saham pilihan berikut ini.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

IHSG View

Pelantikan anggota DPR dan aksi demo yang tidak berujung masih menjadi perhatian utama investor. Terdapat rilis data inflasi kemarin (01/Oktober), yaitu sebesar -0.27% di bawah konsensus -0.15%. Namun, data makro tersebut tidak mampu menopang indeks. Pada (01/Oktober), IHSG turun 0.50% ke level 6,138.

Beberapa sektor yang mendorong penurunan IHSG bisa lihat di bawah ini:

 

Macro View

Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2019 mengalami deflasi sebesar 0.27% (month-to-month). Berbeda dengan bulan Agustus 2019 yang masih mengalami inflasi sebesar 0.12%. Bila dilihat secara tahunan, inflasi tercatat 3.39% (YoY) dan inflasi IHK secara kumulatif mencapai 2.20% (ytd).

Daily Outlook: Data ISM Manufacturing PMI Index di Amerika Serikat (AS) mencatat penurunan terendahnya dalam 10 tahun terakhir, dan investor menilai jika angka PMI Indeks terus turun, maka sektor bisnis akan lesu dan prospek ekonomi bisa dipastikan memburuk. Merespon data tersebut serta aksi unjuk rasa yang masih terus berlajut, maka risiko gabungan antara domestik dan global berpeluang menekan Indeks.

Berita Emiten:

Arwana Citramulia (ARNA) mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp100 miliar sepanjang tahun 2019. Namun, produsen keramik tersebut memperkirakan tidak seluruh dana belanja modal akan terserap hingga akhir tahun nanti. Sejauh ini, Arwana sudah membelanjakan lebih dari separuh alokasi capex 2019.

Laba bersih Aneka Tambang (ANTM) tumbuh tipis. Sepanjang semester pertama tahun ini, laba bersihnya meningkat 6% secara tahunan menjadi Rp365.75 miliar. Padahal, pendapatan emiten ini naik 22% menjadi Rp14.43 triliun. Pertumbuhan laba tersendat lantaran ANTM mencatat kenaikan beban pokok yang cukup signifikan. Kenaikannya mencapai 25% menjadi Rp12.05 triliun dari sebelumnya Rp9.64 triliun.

Teknikal

Ulasan Saham 02 Oktober: Menu Trading

Berdasarkan grafik di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut.

  • Indeks Overall Trend Short Term: Konsolidasi
  • Price: Berada di bawah MA5
  • Volume: Jual masih cukup tinggi
  • Sinyal: Potensi kembali menguji level Support terdekat
  • Daily Expectation: Melemah, setengah harga dan volume turun
  • Range IHSG: 6,090-6,140
  • Prediksi: Bearish

 

Saham-Saham Pilihan

1. Bumi Serpong Damai (BSDE)

Last Price: 1,395

Tren Potensial: Short Term Up Trend

Volume beli terlihat naik dalam sepekan terakhir secara rata-rata, harga mulai memotong ke atas MA200 dan MA9. RSI 56.4% dan Stochastic berada di level 57% (belum overbought).

Action: Hold

  • TP: 1,410 dan 1,435
  • Support: 1,350
  • Cut Loss: 1,310
  • Area Buy: 1,350-1,370

 

2. Astra Agro Lestari (AALI)

Last Price: 10,975

Tren Potensial: Reversal-Bullish

MACD menunjukkan sinyal Golden Cross, dengan RSI dan Stochastic masih dalam fase Rebound serta volume beli tinggi kemarin (01/Oktober), dengan MA5 memotong ke atas MA9 dan berhasil bertahan di atas MA20.

Action: Hold

  • TP: 11,100 dan 11,350
  • Support: 10,600
  • Cut Loss: 10,350
  • Area Buy: 10,600-10,750

 

3. Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah (BTPS)

Last Price: 3,160

Tren Potensial: Short Term Up Trend

Berada di upper band Bollinger bands, RSI dan Stochastic berada di area 50.6%, serta volume beli stabil. Sedangkan, MA5 baru saja memotong MA20.

Action: Hold

  • TP: 3,280 dan 3,320
  • Support: 3,050
  • Cut Loss: 3,000
  • Area Buy: 3,050-3,070

 

4. Smartfren Telecom (FREN)

Last Price: 185

Tren Potensial: Bullish

Uptrend sejak awal September, volume beli stabil dan membuat harga break Resistance dalam dua bulan terakhir. Saat ini, berada di upper band Bollinger bands.

Action: Hold

  • TP: 190 dan 200
  • Support: 174
  • Cut Loss: 165
  • Area Buy: 174-178
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.