OctaFx

iklan

Ulasan Saham 04 September: Menu Trading Saham Hari Ini

289929

Rilis data inflasi tidak membantu pergerakan indeks hari ini. Lalu bagaimana dengan saham-saham pilihan hari ini? Berikut ulasannya.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Inflasi Indonesia di bulan Agustus lalu +3.49%. Meski sedikit lebih tinggi dari data periode sebelumnya yang +3.32%, tapi angka inflasi kali masih di bawah konsensus +3.58%. Sementara itu, inflasi inti mencapai +3.3%, sedikit naik dari bulan Juli yang +3.18%. Secara umum, kinerja ekonomi Indonesia masih dalam fase kontraksi. Rilis data inflasi sejauh ini tidak berpengaruh positif terhadap penguatan IHSG dalam dua hari di awal bulan September ini. Pada hari Selasa (03/09), IHSG turun -0.46% ke level 6,261.

Beberapa sektor yang mendorong kenaikan IHSG bisa lihat di bawah ini:

 

Macro View

Kondisi manufaktur Indonesia ternyata masih memburuk pada pertengahan menuju kuartal III/2019. Menurut temuan IHS Markit, kondisi ini disebabkan oleh aktivitas pembelian yang turun tajam sejak November 2015. Dalam rilisnya, IHS Markit mengungkapkan bahwa Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia berada di posisi 49.0, turun dari indeks bulan Juli 2019 yang sebesar 49.6. Penurunan ini adalah yang paling tajam dalam kurun waktu lebih dari dua tahun.

 

Daily Outlook

China Caixin PMI naik dari level 51.6 ke level tertingginya dalam tiga bulan terakhir di 52.1. Data ekonomi China ini cukup penting dan dapat memberikan sentimen positif ke pasar saham. Akan tetapi, berita lainnya seperti kisruh ekonomi Argentina dan tarik ulur negosiasi AS-China masih menjadi tantangan untuk pasar saham domestik dan global.

 

Berita Emiten

Lippo Karawaci (LPKR) memastikan bakal meraup pendanaan besar sebelum tahun ini berakhir. Nilainya mencapai Rp4 triliun. Dana tersebut berasal dari penjualan Lippo Mall Puri sebesar Rp3.7 triliun. Ada juga penjualan dua rumah sakit di Myanmar sebesar Rp300 miliar.

Produsen minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), telah memproduksi sebanyak 193,417 ton CPO sepanjang Januari hingga Juni 2019. Dengan begitu, SSMS telah memenuhi 43% dari target produksi CPO pada tahun ini, yang ditetapkan pada 450,000 ton.

 

Outlook Teknikal

  • Indeks Overall Trend Short Term: Konsolidasi-Bearish
  • Price: Bearish
  • Volume: Turun-Jual
  • Signal: Uji Support Terdekat
  • Daily Expectation: Melemah

Ulasan Saham 04 September: Menu Trading

Range IHSG: 6,220-6,300
Prediksi: Bearish

 

Saham-Saham Pilihan

1. Bank Tabungan Pensiunan Syariah (BTPS)

  • Last Price: 3,200

Harga saham ini bergerak di bawah MA5. Baik indikator Oscillator maupun RSI sudah jenuh jual, sehingga menunjukkan potensi rebound. Uji support di level 3,150-3,180

Action: Speculative Buy

  • TP: 3,280 dan 3,325
  • Support: 3,180
  • Cut Loss: 3,100
  • Area Buy: 3,180-3,210

 

2. Buyung Poetra Sembada (HOKI)

  • Last Price: 830

Saham ini menarik secara teknikal. Kenapa? Harga berada di satu garis lower band indikator Bollinger bands, sementara RSI dan Stochastic masing-masing sudah di bawah 50%. Volume beli mulai terlihat kemarin.

Action: Speculative Buy

  • TP: 850 dan 870
  • Support: 815
  • Cut Loss: 805
  • Area Buy: 815-825

 

3. Salim Ivomas Pratama (SIMP)

  • Last Price: 340

Volume beli mulai tampak, harga berpotensi break Average Resistance jangka pendek di 340. RSI dan Stochastic sudah jenuh jual (oversold), diiringi dengan MACD yang membentuk histogram positif.

Action: Speculative Buy

  • TP: 348 dan 360
  • Support: 338
  • Cut Loss: 330
  • Area Buy: 338-342

 

4. PP Properti (PPRO)

  • Last Price: 111

Harga tertahan di support terdekatnya di level 109-110. Stochastic  mencapai <50%). Jika harga gagal melampaui MA20 (108), maka potensi rebound terdekat ke level MA50 (114).

Action: Hold

  • TP: 118 dan 125
  • Support: 109
  • Cut Loss: 105
  • Area Buy: 108-111
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.