OctaFx

iklan

Ulasan Saham 05 September: Menu Trading Saham Hari Ini

289952

Data Perdagangan Amerika Serikat (AS) yang sedikit membaik, ditambah konflik Hongkong yang mereda bisa menjadi peluang penguatan IHSG. Bagaimana skenarionya?

Xm

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Ketegangan di Hongkong sedikit mereda setelah Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam secara resmi mencabut RUU Ekstradisi dalam pengumuman formal, sentimen ini sedikit banyak membawa indeks menguat. Namun investor asing terlihat masih melakukan net sell Rp 980 miliar dalam sepekan ini. Pada (04/09) IHSG naik +0.12% ke level 6,269.

Beberapa sektor yang mendorong kenaikan IHSG bisa lihat di bawah ini:

  1. Pertanian: +1.16%
  2. Perdagangan dan jasa: +0.73%
  3. Industri Dasar: +0.22%

 

Macro View

Bank Indonesia (BI) mencatat defisit transaksi berjalan alias Current Account Deficit (CAD) naik menjadi US$ 8,4 miliar atau 3% dari produk domestik bruto (PDB) pada kuartal kedua 2019. Defisit ini naik dari US$ 7 miliar atau 2,6% dari PDB pada kuartal pertama. Neraca pembayaran Indonesia (NPI) di kuartal kedua tercatat defisit US$ 2,0 miliar. Tapi untuk seluruh semester pertama, NPI masih surplus US$ 400 juta.

Daily Outlook: Data defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) sedikit mereda di bulan Juli $ 54 miliar dari sebelumnya $ 55,5 miliar, Ekspor AS naik 0.6% sementara Impor turun 0.1%. Kami melihat negosiasi perdagangan masih akan berlanjut, dengan AS tentu masih akan berusaha mendapatkan jalan keluar permasalahannya dengan China sejauh ini. Di pekan ini data domestik masih minim, yang tentu pergerakan IHSG akan lebih cenderung merespon data-data eksternal.

 

Berita Emiten

  • Kontrak baru Waskita Beton Precast (WSBP) hingga Agustus 2019 masih mini. Meski begitu Waskita Beton (WSBP) tetap ekspansif, terbukti dari penggunaan belanja modal sudah terpakai 55,56% dari total anggaran. Dalam delapan bulan di tahun ini, Waskita Beton mengantongi kontrak baru senilai Rp 3,4 triliun. Padahal target kontrak baru WSBP sebesar Rp 10,3 triliun.
  • Surya Semesta Internusa (SSIA) telah menjual 15,6 hektar (ha) lahan industri. Nilai penjualan lahan tersebut sebesar Rp 261 miliar. Hingga semester I-2019, emiten ini telah menambah lahan seluas 60 ha. Dalam tiga hingga empat tahun ke depan, SSIA akan mengakuisisi 1.000 ha.

Teknikal

Ulasan Saham 05 September: Menu Trading

Indeks Overall Trend Short Term: Konsolidasi

Price: Uji Support

Volume: Flat

Signal: Uji Support Terdekat

Daily Expectation: Potensi Rebound

Range IHSG: 6,250-6,340

Prediksi: Bullish

 

Saham-Saham Pilihan

1. Surya Semesta Internusa (SSIA)

Last Price: 730

RSI dan Stochastic sangat oversold, harga bertahan di support MA5 (710). Berada di lower band Bollinger bands. Overall tren bearish namun saat ini mulai ada sinyal untuk rebound.

Action: Speculative Buy

  • TP: 750 dan 780
  • Support: 720
  • Cut Loss: 710
  • Area Buy: 720-730

 

2. Timah (TINS)

Last Price: 1,080

Kembali menguji MA200, jika berhasil bertahan dan melampauinya maka terbuka untuk penguatan lanjutan (reversal-bullish). Volume beli kembali muncul. Dengan RSI <55.4%.

Action: Hold

  • TP: 1,110 dan 1,150
  • Support: 1,040
  • Cut Loss: 1,000
  • Area Buy: 1,040-1,050

 

3. Media Nusantara Citra (MNCN)

Last Price: 1,320

MACD Golden Cross, Resistance breakout jangka pendek. MACD histogram positif, beberapa indikator teknikal memperlihatkan sinyal beli.

Action: Buy

  • TP: 1,360 dan 1,390
  • Support: 1,320
  • Cut Loss: 1,235
  • Area Buy: 1,310-1.320

 

4. Summarecon Agung (SMRA)

Last Price: 1,105

RSI dan Stochastic jenuh jual (oversold)

Action: Hold

  • TP: 1,135 dan 1,170
  • Support: 1,080
  • Cut Loss: 1,050
  • Area Buy: 1,080-1,100
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.