Ulasan Saham 06 November: Rekomendasi 4 Saham Pilihan

290852

Data defisit transaksi berjalan AS sedikit mengecil dari USD55 miliar menjadi USD52.5 miliar. Namun, apakah sentimen ini bisa menjadi penolong bagi IHSG?

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Meski masih diterpa aksi jual bersih Asing, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound cukup tinggi pada perdagangan (05/November), dan ditutup menguat dengan ditopang oleh saham-saham perbankan, seperti BMRI, BBRI dan BBCA yang menguat cukup tinggi. Pada (05/November), IHSG naik +1.36% ke level 6,264.

Beberapa sektor yang mendorong kenaikan IHSG bisa lihat di bawah ini.

Macro View

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2019 sebesar 5.02% (yoy). Angka ini lebih rendah dari kuartal sebelumnya yakni 5.05%. Bila dilihat dari komponen pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT), yaitu 7.44%.

Daily Outlook

Data defisit transaksi berjalan AS sedikit mengecil dari USD55 miliar menjadi USD52.5 miliar. Hasil ini sudah sesuai dengan estimasi analis, positifnya data ekonomi AS sedikit banyak telah menolong kinerja indeks Dow Jones. Sementara di Indonesia, angka pertumbuhan PDB kembali turun di kuartal-III menjadi 5.02% yoy, tidak ada katalis positif yang kuat di market, dengan ini maka potensi koreksi cukup besar di hari ini.

Berita Emiten

Menjelang akhir 2019, Waskita Beton Precast (WSBP) berhasil meraih berbagai proyek dari pasar eksternal. Di antaranya, Proyek Refinery Development Maste Plan (RDMP) Refinery Unit (RU) V Pertamina Balikpapan dan Pembangunan Apartemen Modernland (Modernland Group) di Jakarta. Dengan demikian, porsi nilai kontrak eksternal per Oktober 2019 adalah 52%, dari target tahun 2019 sebesar 40%.

Indosat (ISAT) belum berhasil keluar dari derita kerugian hingga kuartal III-2019. Meski begitu, rugi bersih emiten telekomunikasi ini berhasil menyusut 81.51% secara year on year (yoy) menjadi Rp284.59 miliar, dari rugi bersih sebelumnya Rp1.25 triliun.

Teknikal

Berdasarkan analisa dari grafik di bawah ini, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.

  • Indeks Overall Trend Short Term: Sideways
  • Price: Di bawah MA9
  • Volume: Akumulasi beli masih di bawah rata-rata sepekan
  • Sinyal: Menguji support di MA9

 

Ulasan Saham 06 November: Dari CPIN

  • Range IHSG: 6,190-6,280
  • Prediksi: Bearish

 

Saham-Saham Pilihan

1. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM)

Last Price: 11,200

Tren Potensial: Reversal-Bullish

Harga di atas bertahan di atas MA200 dan mendekati upper band Bollinger bands, RSI belum mencapai 70%, yang menunjukkan belum overbought. MA5 memotong ke atas MA9 dan MA200.

Action: Hold

  • TP: 11,350 dan 11,600
  • Support: 10,550
  • Cut Loss: 10,200
  • Area Buy: 10,550-10,700

 

2. Charoen Pokphand (CPIN)

Last Price: 7,300

Tren Potensial: Reversal-Bullish

MA5 memotong ke atas MA9, dengan diikuti oleh volume beli, RSI 70% yang menunjukkan potensi untuk kembali break Resistance di jangka pendek. Jika terjadi koreksi, maka perhatikan level support terdekat.

Action: Buy on Weakness (BoW)

  • TP: 7,500 dan 7,600
  • Support: 6,850
  • Cut Loss: 6,400
  • Area Buy: 6,850-6,900

 

3. Bank Rakyat Indonesia (BBRI)

Last Price: 4,300

Tren Potensial: Reversal-Bullish

Akumulasi volume beli naik cukup tinggi pada (05/November), MA5 berpotensi memotong ke atas MA9, RSI 71.9% yang menunjukkan mulai overbought. Peluang terbaik saat ini adalah jual ketika kembali menyentuh high-nya.

Action: Sell on Strength (SoS)

  • TP: 4,350 dan 4,380
  • Support: 4,180
  • Cut Loss: 4,130
  • Area Buy: 4,180-4,200

 

4. Bank Mandiri (BMRI)

Last Price: 7,200

Tren Potensial: Reversal Bullish

MA5 masih bertahan di atas MA9 dan MA20, setelah sebelumnya dalam sepekan terakhir flat, average volume beli masih tinggi, dan RSI mendekat di area 70%, yang menunjukkan mulai overbought.

Action: Sell on Strength (SoS)

  • TP: 7,250 dan 7,350
  • Support: 6,950
  • Cut Loss: 6,875
  • Area Buy: 6,950-7,000
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'. 



Delia Wijayanti
Pak jika saya ingin menghitung return saham akibat right issue.. Bagaimana ya pak cara menghitungnya? Lalu data apa yg diperlukan?