Ulasan Saham 07 Desember: Menu Trading Saham Hari Ini

Kinerja indeks masih tertekan oleh sentimen eksternal. Lalu bagaimana dengan hari ini? Simak pula pergerakan saham-saham konstruksi yang kembali bullish.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Dalam tiga hari berturut-turut, indeks tertekan oleh kekhawatiran pasar saham global terkait pertumbuhan ekonomi yang akan stagnan di tahun depan. Rupiah sedikit melemah terhadap USD dalam pergerakan harian. Pada hari Kamis (06/12), IHSG ditutup melemah 0.3% dan berada di level 6,115.

Beberapa sektor yang berkontribusi pada penurunan IHSG adalah:

  1. Pertanian: -1.33%
  2. Aneka Industri: -2.4%
  3. Properti: -1.3%

 

Macro View

Development Bank of Singapore (DBS) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2019 di kisaran 5.2%, utamanya didorong oleh konsumsi karena adanya Pemilu legislatif maupun Pemilu Presiden dan Wakil Presiden di bulan April 2019. Proyek pembangunan infrastruktur pemerintah juga menjadi pendorongnya. Selain itu, upaya kepatuhan pajak yang meningkat mempengaruhi pendapatan yang dibelanjakan, sehingga pertumbuhan konsumsi cukup kuat. Hal ini didorong inflasi yang stabil.

 

Komentar: Rapat OPEC, The Fed, NPF AS

Harga minyak masih bergerak fluktuatif, di tengah rapat OPEC yang masih berlangsung. Ada indikasi minyak akan kembali turun. Sementara itu, The Fed semakin memperkuat sinyal untuk tidak terlalu agresif dalam menaikkan suku bunga acuannya (dovish). Langkah ini dapat membantu sektor saham untuk kembali menguat sehingga tentu saja IHSG akan tertolong. Sementara di akhir pekan, ada data Non-Farm Payroll (NFP) yang diestimasi naik 200 ribu.

 

Teknikal

Bertahan di area MA5 dengan Uptrend jangka pendeknya karena MA5>MA200, RSI di chart IHSG mulai turun dengan indikasi level support yang masih tinggi. Hal ini cukup menarik dilihat, karena ada peluang IHSG akan kembali rebound bullish.

Ulasan Saham 07 Desember: Menu Trading

Jakarta Composite Index Snapshot

Range IHSG: 6,060-6,140

Prediksi: Bearish

 

Saham-Saham Pilihan

1. WSKT (Waskita Karya)

Last Price: 1,725

WSKT sudah breakout resistance dan menjauhi Double Support historis yang terbentuk di level September 2017 dan Juli 2018. Harga sekarang mengarah ke MA200 (2,080).

Action: Hold

  • TP: 2,080 dan 2,200
  • Support: 1,700
  • Cutloss: 1,605
  • Area Buy: 1,710-1,730

 

2. ADHI (Adhi Karya)

Last Price: 1,540

Higher high support mengindikasikan bahwa ADHI sedang dalam Uptrend-nya, mendekati MA200 dan strong bullish, meski RSI berada di area jenuh beli.

Action: Hold

  • TP: 1,610 dan 1,740
  • Support: 1,500
  • Cutloss: 1,460
  • Area Buy: 1,500-1,520

 

3. SIDO (Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul)

Last Price: 840

Resistance breakout kembali di jangka pendek, strong bullish di area Upper Band. RSI 71.2%.

Action: Hold

  • TP: 860 dan 910
  • Support: 805
  • Cutloss: 790
  • Area Buy: 805-810

 

4. RALS (Ramayana Lestari Sentosa)

Last Price: 1,300

MACD Golden Cross, RSI 46.9% atau belum jenuh beli. Harga berada di MA5 dengan potensi untuk memotong ke atas MA200.

Action: Buy

  • TP: 1,340 dan 1,380
  • Support: 1,220
  • Cutloss: 1,190
  • Area Buy: 1,220-1,240
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Bagaimana reaksi Anda tentang ini?

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.