Advertisement

iklan

Ulasan Saham 07 Oktober: Dari BJBR Hingga SSIA

290428

Banyak data global yang akan dirilis dalam pekan ini. Apakah hal tersebut mampu menaikkan IHSG? Simak pula saham-saham pilihan berikut ini.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

IHSG View

Data PMI AS yang negatif di pekan lalu, membuat investor cemas terkait resesi yang semakin dekat. Kondisi ini mempengaruhi kinerja indeks dengan aksi jual selama sepekan. Sementara itu, di akhir pekan bursa (04/Oktober), terlihat adanya net buy Rp474 miliar dan IHSG naik +0.37% ke level 6,061.

Beberapa sektor yang mendorong kenaikan IHSG adalah sebagai berikut:

 

Macro View

Bank Indonesia (BI) memprediksi akan terjadi inflasi pada Oktober 2019. Berdasarkan hasil survei pemantauan harga bank sentral pada minggu pertama bulan ini, tingkat inflasi sebesar 0.02% secara month-to-month (mtm) dan 3.13% year-on-year (yoy). Meskipun kembali terjadi inflasi, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan tingkat inflasi secara tahunan pada Oktober tahun ini tetap lebih rendah dibandingkan dengan September, yaitu 3.39% yoy.

Daily Outlook: Pekan ini investor akan mencermati data-data global yang cukup penting, seperti FOMC minutes, dan tingkat inflasi di AS. Sementara di domestik, investor sangat berharap terlihat adanya katalis positif dari data ekonomi Indonesia, yang berasal dari penjualan ritel dan cadangan devisa. Untuk hari ini, kinerja masih akan flat dengan aksi investor yang lebih ke arah wait and see.

Berita Emiten:

Ace Hardware Indonesia (ACES) pada Minggu (06/Oktober) menutup gerainya di Central Park. Alasannya, masa sewa telah berakhir dan ACES akan menggantikannya dengan gerai baru berkonsep hardware store. Gerai yang ditutup tersebut dibuka pertama kali pada 23 Maret 2012 dengan luas sekitar 2,700 meter persegi. Nantinya gerai yang baru bakal dibuka di daerah yang sama dan akan disampaikan dalam keterbukaan informasi publik selanjutnya.

Sentra Food Indonesia (FOOD) menurunkan target pertumbuhan penjualan bersih pada tahun ini, dari 23% menjadi sekitar 6%-10%. Manajemen emiten berkode saham FOOD itu melihat daya beli konsumen tahun ini cenderung menurun.

Teknikal

Ulasan Saham 07 Oktober: Menu Trading

Berdasarkan grafik di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut.

  • Indeks Overall Trend Short Term: Bearish–Lower Support
  • Price: berada di bawah MA5
  • Volume: Aktivitas volume beli masih minim
  • Sinyal: Potensi kembali menguji level MA5
  • Daily Expectation: Melanjutkan Rebound terdekat di MA5
  • Range IHSG: 6,040-6,090
  • Prediksi: Bullish

 

Saham-Saham Pilihan

1. Bank Pembangunan Jabar (BJBR)

Last Price: 1,700

Tren Potensial: Short Term Up Trend

Terlihat adanya kenaikan volume dengan posisi harga berada di upper band Bollinger bands, sementara MACD histogram sudah mulai positif, RSI dan Stochastic belum jenuh beli (overbought).

Action: Hold

  • TP: 1,740 dan 1,760
  • Support: 1,580
  • Cut Loss: 1,520
  • Area Buy: 1,580-1,600

 

2. Kino Indonesia (KINO)

Last Price: 3,770

Tren Potensial: Reversal-Bullish

MA5 memotong ke atas MA9 diikuti oleh volume beli yang sangat tinggi dan MACD terkonfirmasi Golden Cross (GC). Waspadai RSI yang sudah di atas 70%. Saat ini harga berada di upper band Bollinger bands.

Action: Hold

  • TP: 3,810 dan 3,880
  • Support: 3,500
  • Cut Loss: 3,400
  • Area Buy: 3,500-3,550

 

3. J Resources Asia (PSAB)

Last Price: 282

Tren Potensial: Reversal-Bullish

Harga berada di upper band Bollinger bands, MA5 berhasil memotong ke atas MA9 dan MA20. MACD histogram positif dengan potensi kenaikan yang didukung oleh volume beli yang stabil dalam sepekan terakhir.

Action: Hold

  • TP: 290 dan 300
  • Support: 260
  • Cut Loss: 250
  • Area Buy: 260-264

 

4. Surya Semesta Internusa (SSIA)

Last Price: 820

Tren Potensial: Reversal-Bullish

Volume beli terus meningkat dan mencatatkan kenaikan tertingginya dalam tiga bulan terakhir. MACD sebelumnya sudah GC dan MCAD histogram positif, serta RSI 64%

Action: Hold

  • TP: 835 dan 850
  • Support: 760
  • Cut Loss: 725
  • Area Buy: 760-780
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.