Ulasan Saham 09 September: UNTR Dan 5 Saham Lainnya

289993

Sektor pertambangan outperform selama sepekan lalu, bagaimana dengan hari ini? Saham-saham apa yang menarik untuk diperhatikan? Simak ulasannya.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

IHSG View

Sektor pertambangan menjadi salah satu indeks yang cukup outperform sepekan lalu, dikarenakan menguatnya harga batubara dunia dengan sinyal demand yang akan menguat menjelang musim dingin. Pada (05/09) IHSG naik tipis +0.03% ke level 6,308.

Beberapa sektor yang mendorong kenaikan IHSG bisa lihat di bawah ini:

 

Macro View

Penghematan anggaran subsidi energi menjadi kebijakan yang pemerintah upayakan dari tahun ke tahun. Namun, langkah ini kemungkinan bakal memberikan dampak terhadap potensi pertumbuhan ekonomi. Alokasi subsidi energi tersebut juga lebih rendah dari proyeksi realisasi anggaran subsidi energi tahun ini sebesar Rp 142,59 triliun.

Daily Outlook: Export China turun 1% (yoy) senilai USD 214.8 miliar di bulan Agustus, dibawah estimasi di angka 2% sebelumnya. Pelemahan ini semakin memperkuat bahwa ekonomi global melemah dan perang dagang yang masih bertahan. Di sisi lain, kami menilai sektor pertambangan masih memiliki peluang naik disamping sektor konstruksi dan pertanian.

Data Penting Sepekan Ini:

Pada pekan ini, Amerika Serikat (AS) akan merilis data-data penting seperti inflasi, penjualan ritel, pembukaan angka tenaga kerja, Michigan. China: harga produsen, konsumen, dan perdagangan internasional, dan Indonesia hanya di rilis data penjualan ritel di bulan (Juli) lalu.

Berita Emiten

  • Garuda Indonesia (GIAA) optimis industri penerbangan di semester II-2019 bakal lebih baik dibanding semester I-2019. Hal itu lantaran di paruh kedua tahun tergolong sebagai high season industri penerbangan.
  • Panorama Sentrawisata (PANR) optimistis kinerja bottom line akan membaik pada tahun ini. Sampai dengan semester I, PANR mencatat pertumbuhan laba periode berjalan sebesar 370,43% dari Rp 3,72 miliar menjadi Rp 17,5 miliar. Sedangkan pendapatan perusahaan justru menyusut 21,3% dari Rp 2,91 triliun menjadi Rp 2,29 triliun. Namun manajemen berharap di sisa tahun ini bisa mencatatkan pertumbuhan laba yang cukup baik.

Teknikal

Ulasan Saham 09 September: Menu Trading

Indeks Overall Trend Short Term: Konsolidasi

Price: Menguji Support MA5 dan MA200

Volume: Stabil-Naik

Signal: Uji MA50 sebagai resistance awal

Daily Expectation: Ada Peluang Pelemahan Minor

Range IHSG: 6,270-6,350

Prediksi: Bearish

 

Saham-Saham Pilihan

1. United Tractors (UNTR)

Last Price: 21,575

Potensial Tren: Strong Upside

Volume dan harga terkonfirmasi naik, dengan volume beli dalam sepekan terakhir terus melampaui level tertingginya. Harga berada di upper bands Bollinger bands saat ini.

Action: Hold

  • TP: 21,675 dan 23,150
  • Support: 21,250
  • Cut Loss: 21,000
  • Area Buy: 21,250-21,400

 

2. Kresna Graha Investama (KREN)

Last Price: 550

Tren Potensial: Strong Upside

Volume naik dan harga naik, maka strong upside jangka pendek. Belum jenuh beli baik RSI dan Stochastic. Saat ini MA5 sudah memotong ke atas MA20.

Action: Hold

  • TP: 560 dan 580
  • Support: 535
  • Cut Loss: 520
  • Area Buy: 535-545

 

3. Bukit Asam (PTBA)

Last Price: 2,600

Tren Potensial: Strong Upside

Volume dan kenaikan sejalan dengan peningkatan volume dan harga, MA5 melampaui MA20 saat ini, Stochastic dan RSI belum jenuh beli (overbought). Berpeluang melewati MA50 di jangka pendek.

Action: Hold

  • TP: 2,670 dan 2,780
  • Support: 2,450
  • Cut Loss: 2,400
  • Area Buy: 2,450-2,470

 

4. Harum Energy (HRUM)

Last Price: 1,450

Tren Potensial: Potensial Upside

Volume turun dan harga sebelumnya juga turun (support bottom), uji level resistance MA200 (1,480), trading jangka pendek sangat menarik. Di dukung oleh berita fundamental mengenai kenaikan harga batubara.

Action: Buy

  • TP: 1,495 dan 1,550
  • Support: 1,435
  • Cut Loss: 1,400
  • Area Buy: 1,435-1,450
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.