Ulasan Saham 10 September: Dari MAIN Hingga PNBN

290012

Tensi dagang AS-China yang mulai reda membuat kinerja IHSG semakin cerah dan tentunya akan berdampak pada saham-saham pilihan. Mari kita simak ulasan berikut ini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Kemarin (09/09) saham Astra Internasional (ASII) terkena sentimen negatif akibat adanya peluncuran mobil Esemka yang ditengarai akan menggerus pangsa pasar ASII kedepannya. Sementara itu, sektor pertambangan masih mencatat kenaikan positif. Pada (09/09) IHSG naik +0.27% ke level 6,326.

Beberapa sektor yang mendorong kenaikan IHSG bisa lihat di bawah ini:

 

Macro View

Pemerintah tengah memproses Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketentuan dan Fasilitas Perpajakan untuk menguatkan perekonomian. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong daya saing dan meningkatkan iklim investasi dalam negeri. Beleid itu menjadi angin segar bagi industri dan dunia usaha, namun memerlukan waktu panjang hingga benar-benar diimplementasikan. Padahal, kebutuhan untuk meningkatkan investasi dapat dikatakan mendesak demi menjaga momentum pertumbuhan.

Daily Outlook: Kredit konsumen di Amerika Serikat (AS) naik $23.3 miliar pada Juli kemarin. Nilai itu terbesar dalam setahun terakhir dan diatas estimasi $16.1 miliar sebelumnya. Investor akan memperhatikan rilis data Crude Oil Inventories yang berpeluang membuat harga minyak kembali naik dalam sepekan terakhir ini. Tren pasar saham sedikit membaik hari ini (10/09), dengan optimisme perang dagang yang akan mencapai titik temu menjadi katalis positif untuk pergerakan IHSG.

Berita Emiten

Selama semester kedua tahun ini, Modernland Realty (MDLN) bakal menggenjot penjualan produk kaveling residensial dan apartemen baru. Strategi tersebut untuk mengejar target penjualan pemasaran atau marketing sales Rp4.38 triliun hingga akhir tahun nanti.

Megapolitan Developments (EMDE) bersiap mengerek pendapatan berulang alias recurring income lebih besar pada masa mendatang. Pasalnya, dalam waktu tak lama lagi emiten berkode saham EMDE di Bursa Efek Indonesia ini bakal segera mengoperasikan proyek Vivo Mall Sentul. Saat ini, proyek pembangunan mal yang berlokasi di kawasan Sentul, Bogor, tersebut sudah mencapai 95%. Sisanya, manajemen EMDE tinggal mengurus perizinan dan menambah penyewa.

Teknikal

Ulasan Saham 10 September: Menu Trading

Indeks Overall Trend Short Term: Konsolidasi

Harga: Masih bertahan di MA50

Volume: Stabil-Naik

Sinyal: Uji MA50 sebagai resistance awal untuk sinyal breakout

Daily Expectation: Peluang Upside

Range IHSG: 6,290-6,360

Prediksi: Bullish

 

Saham-Saham Pilihan

1. Malindo Feedmill (MAIN)

Last Price: 965

Tren Potensial: Upside Short Term

Volume beli dan harga turut meningkat, setelah sebelumnya downtrend dengan peluang untuk rebound di jangka pendek. Berada di Upper Bollinger Bands.

Action: Hold

  • TP: 1,000 dan 1,040
  • Support: 925
  • Cut Loss: 890
  • Area Buy: 925-935

 

2. Mitra Adiperkasa (MAPI)

Last Price: 1,045

Tren Potensial: Strong Upside

Rounding bottom jangka pendek dan diikuti oleh MACD Golden Cross saat ini, RSI dan Stochastic belum jenuh beli (overbought).

Action: Hold

  • TP: 1,060 dan 1,115
  • Support: 1,000
  • Cut Loss: 990
  • Area Buy: 1,000-1,010

 

3. Indah Kiat Pulp & Paper (INKP)

Last Price: 7,225

Tren Potensial: Potential Upside

Volume beli meningkat dalam sepekan terakhir, RSI dan Stochastic belum jenuh beli (overbought), MA5 berpotensi memotong ke atas MA50.

Action: Hold

  • TP: 7,450 dan 7,650
  • Support: 7,050
  • Cut Loss: 6,850
  • Area Buy: 7,050-7,150

 

4. Bank Pan Indonesia (PNBN)

Last Price: 1,380

Tren Potensial: Potential Upside

Harga bertahan di MA5 dan mulai terlihat volume beli sejak kemarin (09/09). RSI dan Stochastic sebelumnya sudah jenuh jual (oversold) <30%.

Action: Hold

  • TP: 1,400 dan 1,440
  • Support: 1,350
  • Cut Loss: 1,315
  • Area Buy: 1,350-1,360
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.