Ulasan Saham 11 Oktober: Dari INCO Hingga DUCK

290505

Meski iklim politik internal kurang mendukung, namun negosiasi AS-China berpeluang memberikan harapan baru bagi investor. Simak pula saham-saham pilihan hari ini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Kinerja sektor industri pengolahan pada triwulan III-2019 terindikasi ekspansif, meski dengan laju yang lambat jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Namun, investor masih berharap iklim politik semakin kondusif sampai pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI berlangsung. Pada (10/Oktober) IHSG turun -0.09% ke level 6,023.

Beberapa sektor yang mendorong penurunan IHSG bisa lihat di bawah ini:

Macro View

Peringkat daya saing Indonesia secara global mengalami penurunan pada tahun ini. Berdasarkan laporan tahunan World Economic Forum (WEF), Indeks Daya Saing Global atau Global Competitiveness Index (GCI) Report 2019 menunjukkan posisi Indonesia turun lima peringkat dari posisi ke-45 menjadi ke-50.

Daily Outlook: Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa negosiasi dagang AS-China berjalan baik dan lancar, dan tampaknya akan segera mengakhiri perseteruan di antara kedua negara. Kami melihat hal ini menjadi salah satu sentimen positif bagi pasar saham hari ini.

Berita Emiten:

Data dari lembaga pemeringkat Standard & Poor's (S&P) Global Ratings menunjukkan peringkat utang PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) dari B menjadi B-, dengan prospek negatif. Penurunan peringkat juga berlaku untuk obligasi senior tanpa jaminan milik Alam Sutera. Menurut S&P Global Ratings, penurunan peringkat itu mencerminkan ekspektasi penjualan properti Alam Sutera akan lebih rendah, sehingga kapasitas perusahaan untuk membayar bunga akan terkompresi selama 12 bulan ke depan.

Pundi-pundi penjualan Ciputra Development (CTRA) terus bertambah. Pendapatan pra-penjualan atau marketing sales pengembang properti tersebut telah mendekati Rp5 triliun. Marketing sales yang baru diperoleh Ciputra dari penjualan proyek Citra Garden Puri Jakarta Barat.

Teknikal

Ulasan Saham 11 Oktober: Daru INCO

Berdasarkan analisis grafik di atas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.

  • Indeks Overall Trend Short Term: Sideways
  • Price: Sejajar dengan MA5
  • Volume: Masih dalam area jual
  • Sinyal: Uji Resistance terdekat
  • Range IHSG: 6,010-6,070
  • Prediksi: Bullish terbatas

 

Saham-Saham Pilihan

1. Vale Indonesia (INCO)

Last Price: 3,790

Tren Potensial: Bullish Uptrend

Membentuk MACD Golden Cross (GC), volume beli meningkat dan harga break Resistance dalam tiga pekan terakhir, dan MA5 memotong ke atas MA20. Harga mendekat ke upper band Bollinger bands.

Action: Hold

  • TP: 3,820 dan 3,860
  • Support: 3,620
  • Cut Loss: 3,350
  • Area Buy: 3,620-3,650

 

2. Bank Central Asia (BBCA)

Last Price: 30,550

Tren Potensial: Bullish

Volume beli stabil dan bergerak di upper band Bollinger bands, dengan volatilitas yang masih terbatas. RSI 65% mulai bergerak naik setelah sebelumnya flat.

Action: Hold

  • TP: 30,750 dan 31,500
  • Support: 30,250
  • Cut Loss: 30,000
  • Area Buy: 30,250-30,400

 

3. Ciputra Development (CTRA)

Last Price: 1,135

Tren Potensial: Uptrend

Membentuk dua cup, dan berpotensi untuk kembali break Resistance, RSI di level 52.5% yang menunjukkan belum overbought. Sedangkan, MACD menggambarkan histogram positif. MA5 berada di atas MA20 dan MA9.

Action: Hold

  • TP: 1,165 dan 1,180
  • Support: 1,100
  • Cut Loss: 1,080
  • Area Buy: 1,100-1,120

 

4. Jaya Bersama Indo (DUCK)

Last Price: 1,700

Tren Potensial: Bullish

Uptrend sejak bulan Mei lalu. Sementara, dalam sepekan ini terlihat volume beli yang cukup tinggi. Momentum Golden Cross dan harga berada di upper band Bollinger bands.

Action: Hold

  • TP: 1,735 dan 1,810
  • Support: 1,620
  • Cut Loss: 1,520
  • Area Buy: 1,620-1,640
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.