Advertisement

iklan

Ulasan Saham 12 Maret: Menu Trading Saham Hari Ini

Setelah melemah dalam beberapa hari terakhir, apakah indeks hari ini berpeluang Rebound? Lalu, saham-saham apa saja yang patut diperhatikan untuk hari ini? Simak ulasannya.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Masih minimnya sentimen positif di awal pekan membuat investor tidak memiliki pilihan lain kecuali melakukan aksi jualnya. Pekan ini, cukup banyak data makro penting akan dirilis dan bisa menjadi sentimen bagi investor. IHSG turun -0.26% pada Senin (11/03).

Beberapa sektor yang mendorong penurunan IHSG bisa lihat di bawah ini:

  1. Pertanian -0.73%
  2. Infrastruktur -0.49%
  3. Industri Dasar -1.14%

 

Macro View

Beberapa waktu yang lalu Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2019 dan tahun 2020. Dalam laporan interimnya, OECD memperkirakan ekonomi dunia di 2019 hanya tumbuh 3.3% dan di 2020 tumbuh 3.4%. Penurunan ini disebabkan adanya sengketa dagang dan ketidakpastian Brexit yang diperkirakan akan mempengaruhi perdagangan dunia.

Komentar: Brexit Deal dan Jenuh Jual Berpotensi Membuat Indeks Rebound Terbatas

Update: Setelah melemah dalam beberapa hari terakhir, indeks ada potensi untuk segera Rebound dipicu oleh membaiknya pasar saham regional dan global. Rupiah sedikit menguat terhadap USD dan investor tengah menunggu data makro terkait ekspor dan impor di tengah pekan nanti. Brexit Deal juga dapat mengubah suasana pasar saham jika European Commission dapat merubah agreement yang lebih mengatur fleksibilitas antara Inggris dan EU.

Beberapa sektor kami lihat belum akan tampil outperform di hari ini, sehingga yang cukup memiliki peluang naik ialah sektor barang konsumsi dan perdagangan.

  • Integra Indocabinet (WOOD) menargetkan pertumbuhan penjualan tahun 2019 sebesar 50% YoY. Sementara margin laba bersih diproyeksikan pada kisaran 10%-12%. Perseroan akan meningkatkan kapasitas produksi dari saat ini yang sebesar 41.650 kubik.
  • Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMFI) menargetkan pendapatan tahun 2019 di atas USD500 juta. Perseroan menargetkan pertumbuhan bisnis berkelanjutan, serta mempertahankan target pertumbuhan double digit di 2019 ini dengan laba bersih yang diharapkan tumbuh dari tahun 2018 di tengah agresifitas pasar.

Teknikal

Terkonfirmasi melewati garis MA50 ke bawah, saat ini indeks diharuskan untuk bertahan di support 6,300-an, jika gagal maka tren bearish reversal akan semakin kuat. RSI 36.2% (jenuh jual) dan berada di lower band Bollinger Band.

Ulasan Saham 12 Maret: Menu Trading

Jakarta Composite Index Snapshot

Range IHSG: 6,350-6,410

Prediksi: Bullish

 

Saham-Saham Pilihan

1. KLBF (Kalbe Farma)

Last price: 1,520

Berada di Middle Band dan harga bertahan di zona konsolidasi. Cukup baik dengan price movement yang tengah mengukur level supportnya saat ini (1,480-1,500).

Action: Wait and See, Buy If Break 1,535

  • TP: 1,570 dan 1,610
  • Support: 1,500
  • Cutloss: 1,480
  • Area Buy: 1,530-1,535

 

2. ASII (Astra Internasional)

Last price: 7,175

Masih berada di bawah MA200 dan MA5 bergerak di bawah MA200. RSI 24.7% (jenuh jual), sebaiknya tunggu dulu jika memang berminat sekali di saham ASII ini, tunggu harga bisa stabil di atas 7,500. Bisa beli di sekitar harga tersebut.

Action: Wait and See

  • TP: 7,650 dan 7,800
  • Cutloss: 7,050

 

3. WIKA (Wijaya Karya)

Last price: 1,820

Harga bertahan di konsolidasi Bullish-nya, jika berhasil melewati 1,870 maka berpotensi ke level 1,950 dan 2,000. Volume beli stabil saat ini.

Action: Hold

  • TP: 1,950 dan 2,000
  • Support: 1,760
  • Cutloss: 1,725
  • Area Buy: 1,760-1,780

 

4. ITMG (Indo Tambangraya Megah)

Last price: 23,025

Berada di atas MA5 dan di upper band Bollinger Band, volume beli cukup tinggi dan konsolidasi Bullish di jangka pendeknya.

Action: Hold

  • TP: 23,300 dan 23,600
  • Support: 22,000
  • Cutloss: 21,250
  • Area Buy: 22,000-22,150
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.