Ulasan Saham 14 Agustus: Menu Trading Saham Hari Ini

289654

Di awal pekan ini data domestik terlihat cukup minim, lalu bagaimana dengan perdagangan hari ini? Adakah peluang IHSG untuk menguat?

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

IHSG View

Tidak banyak data domestik yang mampu mengangkat indeks, dengan rilis ekspor-impor masih akan ditunggu di tengah pekan ini (15/08). Ketegangan Hongkong dan di Argentina membuat pelaku pasar cenderung menghindari aset berisiko dan berhati-hati menyikapi keadaan. Secara harian, tercatat Net Sell (Asing) Rp 1.03 triliun. Pada (13/08) IHSG turun -0.63% ke level 6,210.

Beberapa sektor yang mendorong penurunan IHSG bisa lihat di bawah ini:

Macro View

Data Industrial Produksi di China bertumbuh sebesar 4.8% di bulan Juli 2019, angka ini merupakan yang terendah sejak Februari 2002 yang lalu, ditengah eskalasi perang dagang antara China dan AS. Hasil ini semakin memberikan gambaran akan proyeksi pertumbuhan ekonomi China di 2019 yang bisa terlempar di bawah 6%. Menyentuh level terendahnya sejak 2008-2009 lalu dan kembali di level tahun 1990an ketika itu.

Daily Outlook: Kami membaca berita bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menangguhkan batas waktu pemberlakuan sisa tarif 10 persen pada impor China serta menunda bea masuk ponsel, laptop, dan barang-barang konsumsi lainnya yang awalnya mulai 1 September. Hal ini akan cukup positif bagi pergerakan IHSG, tapi investor diharuskan tetap berhati-hati karena pandangan dan kebijakan Donald Trump sangat tidak bisa ditebak.

 

Berita Emiten

  • Emiten farmasi dan kimia Merck (MERK) mencatatkan penurunan penjualan ekspor 81,38% secara year on year (yoy) dari Rp 48.24 miliar pada semester I 2018 menjadi Rp 8.98 miliar. Sekretaris Perusahaan MERK Melisa Sandrianti menjelaskan penurunan ini karena adanya divestasi bisnis obat-obatan bebas atau consumer health.
  • Buana Lintas Lautan (BULL) kembali menambah dua armada kapal tanker minyak. Selain itu, BULL juga berencana akan ekspansi bisnis ke jasa kapal pengangkut batubara. Pada paruh pertama 2019, tepatnya per Juni kemarin ada tiga unit armada yang sudah masuk. Ada satu unit masuk di bulan Juli dan dua unit lagi sudah tanda tangan kontrak. BULL berharap, akhir Agustus hingga bulan September nanti, dua kapal tambahan yang baru tersebut juga akan tiba.

 

Teknikal

Ulasan Saham 14 Agustus: Menu Trading

Indeks Overall Trend Short Term: Konsolidasi

Price: Turun

Volume: Turun

Signal: Konsolidasi-Uji Support

Daily Expectation: Menguat Terbatas, uji resistance terdekat dan berusaha bertahan di MA200.

Range IHSG: 6,180 – 6,300

Prediksi: Konsolidasi – Bullish

 

Saham-Saham Pilihan

1. Erajaya Swasembada (ERAA)

Last Price: 2,180

MACD golden cross, dan volume beli meningkat. RSI dan Stochastic belum jenuh beli. Berada di upper band Bollinger bands.

Action: Hold

  • TP: 2,210 dan 2,360
  • Support: 1,980
  • Cut Loss: 1,880
  • Area Buy: 1,980-2,010


2. Ace Hardware (ACES)

Last Price: 1,740

Berada di lower band Bollinger bands sebelumya, menandakan sudah jenuh jual. Volume beli stabil dan cenderung meningkat dalam sepekan terakhir. RSI dan Stochastic jenuh jual (oversold). MACD berpotensi Golden Cross.

Action: Hold

  • TP: 1,770 dan 1,810
  • Support: 1,700
  • Cut Loss: 1,670
  • Area Buy: 1,700-1,720



3. Integra Indocabinet (WOOD)

Last Price: 850

Volume beli meningkat cukup tinggi, di ikuti oleh golden cross kemarin. RSI dan Stochastic belum menunjukkan sinyal jenuh jual.

Action: Hold

  • TP: 870 dan 915
  • Support: 810
  • Cut Loss: 800
  • Area Buy: 810-820

 

4. Wijaya Karya Bangunan (WEGE)

Last Price: 368

Bertahan di upper band Bollinger bands, namun masih dapat melakukan trading 1-2 hari mengingat RSI dan Stochastic belum jenuh jual (oversold). Volume beli stabil. Tren jangka pendek bullish.

Action: Hold

  • TP: 378 dan 384
  • Support: 350
  • Cut Loss: 340
  • Area Buy: 350-354
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.