OctaFx

iklan

Ulasan Saham 14 Maret: Menu Trading Saham Hari Ini

Kinerja IHSG dalam tren yang melemah secara umum. Berharap tuah dari investor domestik yang mulai melakukan bargain hunting, apakah indeks memiliki peluang menguat hari ini?

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

IHSG View

Kinerja indeks sedikit membaik setelah rupiah mampu stabil dalam dua hari terakhir dan terbantu oleh aksi beli investor domestik. Meski asing masih terlihat cukup kuat melakukan aksi jualnya hingga kemarin. IHSG naik +0.37% pada (13/03).

Beberapa sektor yang mendorong kenaikan IHSG bisa lihat di bawah ini:

  1. Properti +1.06%
  2. Barang Konsumsi +0.91%
  3. Industri Dasar +0.76%

 

Macro View

Upaya pemerintah memperluas basis penerimaan pajak alias tax base belum menuai hasil optimal. Rasio pajak Indonesia cenderung stagnan di kisaran 10%–11% terhadap produk domestik bruto (PDB). Kisaran itu lebih rendah daripada rasio di negara tetangga, seperti Malaysia yang mencetak angka 13.77% per 2018. Singapura, Thailand dan Vietnam juga membukukan angka lebih tinggi daripada Indonesia, masing-masing 13.71%, 15.51%, dan 19.07% secara berurutan. Di kawasan Asia Tenggara, rasio pajak Indonesia hanya unggul dari Myanmar yang sebesar 6.41%.

 

Komentar: Eksternal Kondusif dan Market Menunggu Rilis Data Ekspor-Impor

Update: MSCI-EIDO indonesia dalam satu bulan terakhir terus mengalami penurunan dan hal ini makin terlihat sejak awal Maret lalu. Menjelang pemilu tampaknya investor tidak akan mengambil risiko dan mereka menantikan pula kinerja data makro Indonesia yang setidaknya dapat menahan pelemahan Rupiah akhir-akhir ini. Selama sepekan ini, indeks bergerak sideways dan akan terlihat di akhir pekan ini.

  • Toba Bara Sejahtera (TOBA) masih mengincar akuisisi proyek kelistrikan pada 2019 setelah merampungkan akuisisi 100% saham PT Batu Hitam Perkasa (BHP) pada akhir 2018 lalu. BHP merupakan pemegang saham 5% PT Paiton Energy yang mengoperasikan 3 pembangkit listrik berkapasitas total 2,045 MW dengan teknologi supercritical boiler. TOBA mengharapkan kontribusi pendapatan dari pertambangan dan pembangkit listrik akan mencapai komposisi 50:50 pada 2021.
  • Surya Semesta Internusa (SSIA) meraih pendapatan Rp3,68 triliun sepanjang tahun 2018, meningkat 12.54% YoY. Pendapatan lini bisnis konstruksi dan perhotelan perseroan meningkat masing-masing sebesar 14.8% YoY menjadi Rp2.44 triliun dan Rp799.7 miliar pada 2018.

 

Teknikal

Indeks ditradingkan di bawah MA50 dan garis MA5 juga saat ini berpotensi memotong ke bawah MA50. Jika gagal Deathcross, maka ada peluang indeks untuk rebound didukung oleh volume beli yang kembali terlihat. RSI 34.4% (jenuh jual).

Ulasan Saham 14 Maret: Menu Trading

Jakarta Composite Index Snapshot

Range IHSG: 6,340-6,400

Prediksi: Bullish

 

Saham-Saham Pilihan

1. WEGE (Wijaya Karya Gedung)

Last price: 380

Berada di all time high, Strong Bullish. Volume beli stabil dengan MACD histogram di level 7.1.

Action: Hold

  • TP: 394 dan 404
  • Support: 362
  • Cutloss: 350
  • Area Buy: 364-368

 

2. WSKT (Waskita Karya)

Last price: 1,940

Maintain Bullish Reversal, dengan Higher High Support di jangka pendeknya. Harga berada di atas upper band Bollinger Band dan MACD terlihat kembali naik. MA5 berada di atas Mid-term indicator.

Action: Hold

• TP: 1,980 dan 2,020
• Support: 1,860
• Cutloss: 1,840
• Area Buy: 1,880-1,900

 

3. RALS (Ramayana Lestari Sentosa)

Last price: 1,825

MACD berpotensi Golden Cross, dan berada di upper band Bollinger Band. Volume beli cukup tinggi kemarin. Resistance breakout.

Action: Hold

  • TP: 1,865 dan 1,900
  • Support: 1,725
  • Cutloss: 1,650
  • Area Buy: 1,740-1,760

 

4. HOKI (Buyung Poetra Sembada)

Last price: 600

Bertahan di Support krusial (595), RSI dan Stochastic jenuh jual. Berpotensi untuk segera Rebound di jangka pendeknya.

Action: Hold

  • TP: 630 dan 680
  • Support: 590
  • Cutloss: 580
  • Area Buy: 590-595
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.