Advertisement

iklan

Ulasan Saham 16 Januari: Menu Trading Saham Hari Ini

Investor menunggu rapat suku bunga domestik dalam 2 hari kedepan, namun masifnya akumulasi beli indeks memberikan peluang untuk indeks kembali berlari. Di level berapa target IHSG hari ini?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Indeks ternyata masih melanjutkan bulan madunya saat ini, menyusul penguatan tajam dalam sehari kemarin, menghiraukan data makro yang masih negatif, laju indeks tak tertahan dengan diikuti oleh Net Buy asing yang masif. Pada (15/01), IHSG ditutup menguat +1.1% di level 6,408.

Beberapa sektor yang mendukung penurunan IHSG antara lain:

  1. Properti +1.87%
  2. Industri Dasar +2.43%
  3. Infrastruktur +1.79%

 

Macro View

Utang Luar Negeri (ULN) swasta mengalami kenaikan sepanjang November 2018. ULN swasta tercatat sebesar 189.3 miliar USD atau tumbuh 10.1% dibandingkan tahun lalu (yoy). Laju peningkatan ULN Swasta di bulan November juga lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 7.7% yoy.

 

Komentar: Rapat Bank Indonesia (BI), Brexit, China PDB

Laju indeks yang fantastis selama sepekan ini, disertai aksi beli investor asing menandakan kepercayaan dalam melihat prospek indeks kedepan. Level resistance terkuat selama 9 bulan berhasil tertembus, dan selanjutnya perhatian tertuju pada rapat suku bunga BI, Brexit, serta rilis pertumbuhan ekonomi di China.

Beberapa saham bank tercatat masuk dalam akumulasi beli investor asing, diantaranya; BMRI, BBCA, BBRI dan BBNI, ada pula saham UNVR, TLKM dan ASII. Untuk (16/01) investor akan mencermati data-data ekonomi eksternal yang akan dirilis seperti retail sales di AS, crude oil inventories serta GDP (YoY) China di Q4.

Teknikal

Resistance Breakout dan harga masih bertahan di atas garis MA5, RSI sudah jenuh beli (78.1%). Namun volume beli masih cukup masif dan begitu pula dengan MACD Histogram.

Ulasan Saham 16 Januari: Menu Trading

Jakarta Composite Index Snapshot 

Range IHSG: 6,360-6,511

Prediksi: Bullish

 

Saham-Saham Pilihan

1. ANTM (Aneka Tambang)

Last price: 820

MACD Golden Cross, dan harga kembali tertinggi sejak Oktober tahun lalu. Volume beli tinggi dan MA5 berpotensi untuk memotong ke atas MA200. Bagi yang masih punya bisa di Hold, dan yang sudah punya jual pada target Price di bawah.

Action: Hold

  • TP: 855 dan 915
  • Support: 770
  • Cutloss: 750
  • Area Buy: 780-800

 

2. WSBP (Waskita Beton)

Last price: 392

Selesai konsolidasi dan yang menarik masih di higher high support, RSI memiliki momentum untuk kembali naik volume beli tinggi. Menarik untuk ditahan hingga sepekan kedepan.

Action: Hold

  • TP: 404 dan 424
  • Support: 384
  • Cutloss: 378
  • Area Buy: 386-390

 

3. GMFI (Garuda Maintenance Facility)

Last price: 242

Masih bertahan di jalur bullish, volume beli stabil dan belum ada perubahan tren yang masif. RSI 60.7%.

Action: Hold

  • TP: 250 dan 274
  • Support: 232
  • Cutloss: 224
  • Area Buy: 234-238

 

4. MAIN (Malindo Feedmill)

Last price: 1,455

MACD gagal Death Cross jadi setelah ini Rebound lagi, volume beli stabil. Harga berada di atas garis MA5. Candlestick Bullish.

Action: Hold

  • TP: 1,535 dan 1,620
  • Support: 1355
  • Cutloss: 1,320
  • Area Buy: 1,355-1.380
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.