Ulasan Saham 17 Juni: Suku Bunga Dipotong, Cermati Saham-Saham Ini

266851

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 25bps. Di bidang makroprudensial, BI melakukan relaksasi moneter. Sektor-sektor serta saham apa saja yang akan diuntungkan oleh adanya pemangkasan LTV serta penurunan suku bunga ini?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

IHSG Dalam Catatan

Ulasan Saham 17 Juni: Suku Bunga Dipotong,

IHSG selama bulan Maret bergerak sideways, setelah bulan Mei IHSG cenderung tertekan dan kemudian berhasil rebound untuk kemudian menguji level resistance di sekitar 4,916-4,933, (level tertinggi selama 2016). Aksi profit taking kembali melanda dan IHSG kembali melemah menguji level 4,800.

Menurut kami, jika IHSG kembali di tutup dibawah 4,800 pada bulan Juni maka IHSG akan menguji level 4,705 sebagai support kuatnya dalam 4 bulan terakhir yang terkonfirmasi dari catatan RSI turun hingga area 24%. Secara umum, selama 2016 ini dari grafik teknikal menunjukkan bahwa IHSG memang sudah rebound dari level rendah di sepanjang 2015 lalu. Menarik menunggu laporan keuangan emiten yang akan keluar di awal bulan depan untuk melihat kinerja sepanjang 2Q-16, apakah sesuai dengan ekspektasi atau tidak.

 

Economic Update

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 25bps dari 6.75% menjadi 6.5%. Bank Indonesia juga memutuskan BI 7-day (Reverse) Repo Rate turun 25 bps dari 5.50% menjadi sebesar 5.25%.  Di bidang makroprudensial, Bank Indonesia melakukan pelonggaran kebijakan makroprudensial dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, melalui : (i) Relaksasi ketentuan Loan to Value Ratio (LTV) dan Financing to Value Ratio (FTV).

Beberapa sektor yang akan diuntungkan oleh adanya pemangkasan LTV serta penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) ialah; Sektor Perbankan (BBTN, BNGA, BBCA), Sektor Properti (PWON, SMRA, BSDE, DILD, ASRI), Sektor Otomotif (ASII).


Analisa Teknikal PWON

Ulasan Saham 17 Juni: Suku Bunga Dipotong,

PWON merupakan salah satu saham bullish, saat ini sedang mencoba mencapai all time high-nya, harga tertingginya dalam 52 minggu terakhir, jika tembus resistance 570 maka PWON akan mencoba meruntuhkan tembok 600 dan kemudian mengarah ke targetnya 620. Setiap koreksi PWON selalu menciptakan base support baru di atas harga resistance, cocok bagi anda yang suka trading sistem ziz-zag dan akumulasi beli harga bawah, PWON adalah salah satu saham yang akan cukup diuntungkan dengan adanya kebijakan di atas serta tax amnesty.

 

Analisa Teknikal BBTN

Ulasan Saham 17 Juni: Suku Bunga Dipotong,

Satu lagi saham super. Per (10/15) harga saham BBTN berada di 995, dan pada tanggal (05/16) atau berjarak sekitar 8 bulan, harga saham BBTN telah menyentuh 1,825 atau naik 84%. Kondisi bullish saham ini long-term sesuai dengan kondisi fundamental-nya. Harga saham BBTN sempat mengalami profit taking dan menyentuh level support 1,630/1,640 sebanyak 2x. Menyimak kondisi sektoral melalui kebijakan LTV, saya melihat BBTN layak dicermati dengan target harga terdekatnya di sekitar 1,665 dan kemudian menuju level 1,800 kembali. Ada potensi BBTN di tahun ini membuat level harga baru di atas 2,000. (mungkin akan cepat terealisasi jika hasil LK di semester-I cukup bagus).


Analisa Teknikal ASII

Ulasan Saham 17 Juni: Suku Bunga Dipotong,

Kinerja saham ASII selama tahun 2016 tidak terlalu baik. Sempat rally namun kemudian kembali turun, menyentuh 5,850 dan naik kemudian turun kembali dan bermain di area sekitar 6,100-6,500. Ada gap antara 6,950-7,150. Sebelum menuju gap ASII terlebih dahulu menguji support 6,800.

Saya optimis ASII dapat menembus level 6,800 terutama karena faktor relaksasi kredit otomotif dan perbaikan penjualan mobil Astra, namun setelah itu ASII harus berusaha keras untuk masuk level 7,000. Selama tahun 2016 ASII sempat menyentuh level 7,600, namun saya mengestimasi ASII hingga akhir tahun akan bermain antara 6,800-7,200. ASII termasuk saham sideways di tahun ini, dan Anda membutuhkan ekstra kesabaran untuk collect return dari saham ini.

Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.