Ulasan Saham 18 Februari: Menu Trading Saham Hari Ini

Hari ini, kinerja indeks akan terdampak positif oleh kenaikan harga komoditas energi. Lalu bagaimana dengan level penguatan indeks hari ini?

acy

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Pasar saham masih merespon berita negatif yang disebabkan oleh re-rating investasi dari beberapa institusi asing. Dalam sepekan terakhir, indeks telah turun lebih dari -2% dan tercatat net sell di atas Rp3 triliun. Performa buruk sejak awal tahun dicatatkan oleh IHSG, meski sejauh ini nilai tukar Rupiah masih bergerak stabil.

Beberapa sektor yang mendukung penurunan IHSG bisa lihat dibawah ini;

  1. Pertambangan: -1.38%
  2. Properti: -1.35%
  3. Industri Dasar: -1.12%

 

Macro View

Bank Indonesia atau BI mencatat total nilai utang luar negeri pada akhir triwulan IV 2018 mencapai US$376.8 miliar. Utang tersebut terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar US$186.2 miliar. Sementara itu, utang swasta termasuk BUMN sebesar US$190.6 miliar. Kenaikan utang disebabkan karena neto transaksi penarikan utang luar negeri. Selain itu, juga dipengaruhi oleh penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat sehingga utang dalam Rupiah yang dimiliki oleh investor asing tercatat lebih tinggi dalam denominasi Dolar AS.

 

Komentar: Harga Komoditas Menguat, Perhatikan Sektor Energi Dan Pertambangan

Harga komoditas emas kembali melanjutkan kenaikan, secara year-to-date (ytd) sudah naik +2.83% dan pada Jumat kemarin (15/02) kembali membukukan harga tertingginya di 2019. Sementara itu, harga minyak pun sama, secara ytd sudah naik +20.93% dan kemarin kembali mencetak level tinggi baru di tahun 2019. Kondisi ini akan cukup positif bagi emiten-emiten sektor energi. Namun, perhatikan juga bahwa pelaku pasar akan mengamati rapat penentuan suku bunga BI di hari Kamis nanti (21/02).

Di pekan ini, akan ada beberapa data penting yang patut dinantikan khususnya dari AS, seperti: FOMC Meeting Minutes, ECB Monetary Policy, Crude Oil Inventories, dan Fed Monetary Policy Report. Sementara di domestik, investor akan menantikan rapat penentuan suku bunga BI di hari Kamis.

 

Teknikal

IHSG saat ini sedang dalam fase bearish di jangka pendeknya. RSI sudah memasuki level jenuh jual. Harga berada di bawah MA5 dan mendekati MA50 (next support), serta di lower band Bollinger Bands. Dengan mendekati jenuh jual, ada upaya bagi indeks untuk kembali rebound.

Ulasan Saham 18 Februari: Menu Trading

Jakarta Composite Index Snapshot

Range IHSG: 6,350-6,450

Prediksi: Bullish

 

Saham-Saham Pilihan

1. MNCN (Media Nusantara Citra)

Last Price: 910

Harga mendekati MA200, dan MACD terkonfirmasi Golden Cross. RSI 52.9% (masih jauh dari jenuh beli), volume beli cukup tinggi. Kesimpulannya, saham MNCN strong bullish jangka pendek.

Action: Hold

  • TP: 935 dan 1,000
  • Support: 860
  • Cut Loss: 840
  • Area Buy: 860-880

 

2. SCMA (Surya Citra Media)

Last Price: 1,755

RSI sangat jenuh jual, sementara volume beli membuat harga kembali rebound dari level support bottom-nya. Harga kini berada di bawah garis MA5.

Action: Speculative Buy

  • TP: 1,780 dan 1,820
  • Support: 1,750
  • Cut Loss: 1,710
  • Area Buy: 1,750-1,760

 

3. BTPS (BTP Syariah)

Last Price: 2,040

MACD terkonfirmasi Golden Cross, harga strong bullish dengan diikuti oleh volume beli yang stabil. Berada di upper band secara Bollinger Bands, RSI 78.5% (tetap waspadai profit-taking).

Action: Hold

  • TP: 2,100 dan 2,160
  • Support: 2,000
  • Cut Loss: 1,970
  • Area Buy: 2,000-2,020

 

4. TLKM (Telekomunikasi Indonesia)

Last Price: 3,790

RSI (44.1%), volume beli terlihat dan diikuti oleh candle yang bergerak menjauhi MA200. Harga saat ini ditradingkan di bawah MA5.

Action: Trading Buy

  • TP: 3,830 dan 3,870
  • Support: 3,730
  • Cut Loss: 3,710
  • Area Buy: 3,750-3,780
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.