Advertisement

iklan

Ulasan Saham 18 September: BBRI Dan 3 Saham Lainnya

290134

Masih menunggu rapat bank sentral The Fed dan Bank Indonesia (BI), apakah IHSG memiliki peluang menguat hari ini? Simak pula ulasan saham-saham pilihan kami lainnya.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

IHSG sedikit menguat dan reaksi negatif investor terhadap saham HM Sampoerna (HMSP) dan Gudang Garam (GGRM) mulai berkurang. Saat ini, investor masih wait and see terkait rapat penentuan suku bunga oleh dua bank sentral besar, The Fed dan Bank Indonesia (BI) pekan ini. Pada bursa (18/09), IHSG naik +0.27% ke level 6,236.

Beberapa sektor yang mendorong kenaikan IHSG dapat dilihat di bawah ini:

 

Macro View

Bank Indonesia diperkirakan kembali menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5.25% dalam rapat dewan gubernur (RDG) pada pekan ini. Kebijakan BI 7-Day Reserve Repo Rate (BI7DRR) tersebut diperkuat dengan adanya kemungkinan The Fed yang memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps.

Daily Outlook: Beberapa data dari domestik maupun eksternal masih menunjukkan angka yang negatif. Ekspor-impor Indonesia surplus $80 juta. Namun, angka tersebut masih di bawah konsensus ($100 juta). Sementara itu, ekspor Jepang turun 8.2% (YoY) di bulan Agustus lalu, di bawah konsensus pasar 10.9%. Kenaikan indeks hanya di-drive oleh saham-saham barang konsumsi yang berhasil rebound. Selain itu, ada pula saham-saham yang berasal dari sektor properti juga menunjang indeks naik. Sejauh ini investor masih menunggu rapat penentuan suku bunga oleh The Fed dan Bank Indonesia (BI) pada hari ini (18/09) dan besok (19/09).

Berita Emiten

Rencana pemerintah menaikkan tarif cukai rokok sebesar 23% mulai Januari 2020 justru membuat produsen tembakau iris, Indonesian Tobacco (ITIC), diuntungkan. Akibatnya, harga saham ITIC pun turut meningkat dalam waktu dua hari terakhir.

Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) mendapatkan pinjaman dari Bank DKI sebesar Rp300 miliar. Penandatangan kerja sama pinjam-meminjam ini sudah dilakukan pada Jumat (13/09). Kontributor terbesar pendapatan PJAA masih berasal dari penjualan tiket wahana wisata, yakni sebesar Rp295.48 miliar atau 48.6%.

Teknikal

Ulasan Saham 18 September: Menu Trading

  • Indeks Overall Trend Short Term: Rebound
  • Price: Di bawah MA5 dan MA20
  • Volume: Naik kembali
  • Sinyal: MA5 gagal untuk bergerak di bawah MA20, tentu positif di jangka pendek
  • Daily Expectation: Rebound
  • Range IHSG: 6,220-6,300
  • Prediksi: Bullish

 

Saham-Saham Pilihan

1. Bank Rakyat Indonesia (BBRI)

Last Price: 4,250

Tren Potensial: Upside Short Term

MA5 memotong MA20 dan masih bertahan di atas MA20 ketika terjadi uji support sebelumnya, RSI 54.4% (flat-rebound). Volume beli meningkat.

Action: Hold

  • TP: 4,280 dan 4,320
  • Support: 4,200
  • Cut Loss: 4,050
  • Area Buy: 4,200-4,220

 

2. Bank Permata (BNLI)

Last Price: 1,040

Tren Potensial: Upside Short Term

White long candle bullish dengan MA5 masih bertahan di atas MA20, volume beli stabil, dan RSI berada di level 62.2% (belum overbought), sementara Stochastic mulai terlihat sinyal Golden Cross (GC).

Action: Hold

  • TP: 1,060 dan 1,100
  • Support: 1,000
  • Cut Loss: 985
  • Area Buy: 1,000-1,020

 

3. Ramayana Lestari Sentosa (RALS)

Last Price: 1,250

Tren Potensial: Upside Short Term

MA5 memotong ke atas MA20, dengan tren akumulasi yang meningkat, RSI dan Stochastic belum jenuh beli (overbought), volume beli meningkat.

Action: Spec Buy

  • TP: 1,265 dan 1,285
  • Support: 1,210
  • Cut Loss: 1,190
  • Area Buy: 1,210-1,220

 

4. Salim Ivomas Pratama (SIMP)

Last Price: 354

Tren Potensial: Strong Upside

Kondisi Uptrend sejak awal September diikuti oleh volume beli. RSI mulai masuk level 70%, dengan harga berada di Upper Bollinger bands.

Action: Hold

  • TP: 360 dan 366
  • Support: 348
  • Cut Loss: 340
  • Area Buy: 348-352
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.