Ulasan Saham 21 Mei: Menu Trading Saham Hari Ini

Indeks kembali berhasil menguat setelah melemah di sepekan terakhir, bagaimana tren IHSG ke depan? Apa yang mesti dilakukan oleh investor? Simak saham-saham pilihan lainnya.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Indeks berhasil rebound ditengah posisi RSI yang sudah sangat jenuh jual, serta berada di level yang cukup murah setara standar deviasi (SD)-1 /5 tahun saat ini. Menjelang keputusan KPU mengenai pemilihan Presiden (pilpres), kinerja indeks memang cukup tertekan, disamping fakta bahwa perang dagang kembali menguat. IHSG naik +1.4% ke level 5,907 pada hari Selasa (21/04).

Beberapa sektor yang mendorong kenaikan IHSG bisa lihat di bawah ini:

  1. Aneka Industri +2.63%
  2. Industri Dasar +2.47%
  3. Infrastruktur +2.07%

Macro View

Pemerintah berencana mengalokasikan belanja modal yang lebih tinggi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020. Alokasi anggaran belanja modal tahun depan, direncanakan kembali berada di atas Rp 200 triliun. Komentar: tentu hal ini akan menjadi faktor positif bagi sektor konstruksi dan infrastruktur di tahun depan.

Komentar: Antisipasi Pemilu Belum Usai

Beberapa saham perbankan mulai mengalami Rebound, begitupula dengan sektor aneka industri dan infrastruktur. Investor nampak memanfaatkan tekanan jual yang telah membuat indeks berada di level terendahnya tahun ini, apa yang akan terjadi ke depan?

Musim pembagian dividen telah usai dan investor tengah menunggu data-data makro terkait pertumbuhan ekonomi kembali di rilis, serta perang dagang yang kembali memanas, jika indeks kembali turun maka saatnya Buy dan memafaatkan volatilitas di jangka pendek.

 

Berita Emiten

  1. Dari Januari-Maret 2019 kemarin, Adi Sarana Armada (ASSA) sudah menggunakan dana belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar Rp 300 miliar. Mayoritas dana untuk membeli 1.089 unit kendaraan baru. Pilihan mereka berupa Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, dan blind van. Belanja kendaraan tersebut menjadi bagian dari target belanja 6.500 kendaraan sepanjang 2019. Adi Sarana juga bermaksud mengembangkan bisnis lelang dan memperkuat lini bisnis digital.
  2. Ekadharma International (EKAD) lebih mengutamakan pengembangan bisnis organik. Produsen aneka jenis pita perekat alias selotip itu telah menyiapkan dana belanja modal Rp 33 miliar-Rp 35 miliar. Fokus ekspansi Ekadharma di Jawa dan Bali yang tak lain adalah penyumbang pendapatan terbesar untuk pasar domestik.

 

Teknikal

Indeks masih berada di bawah MA5 (5,933), jika mampu bertahan di level tersebut, maka indeks mulai ada tanda-tanda Rebound. Sikap pasar kemarin cukup jelas, dengan Price Up dan Volume Up maka Rebound>Reversal.

 Ulasan Saham 21 Mei: Menu Trading Saham

Jakarta Composite Index Snapshot 

Range IHSG: 5,870-5,950

Prediksi: Bullish

 

Saham-Saham Pilihan

1. KREN (Kresna Graha Investama)

Last price: 545

Volume up dan price up, akumulasi beli berlanjut. RSI dan Oscillator jenuh jual. Mulai memperkuat support di MA5.

Action: Hold

  • TP: 580 dan 600
  • Support: 525
  • Cutloss: 505
  • Area Buy: 525-535

 

2. ZINC (Kapuas Prima Coal)

Last price: 560

MA5 berpotensi memotong MA50 dengan MACD berpotensi Golden Cross. RSI 44,4%. Bullish tren jangka pendek.

Action: Hold

  • TP: 585 dan 610
  • Support: 520
  • Cutloss: 500
  • Area Buy: 520-530

 

3. PTPP (PP Persero)

Last price: 1,840

Menikmati rebound-nya RSI dan Stochastic saat ini, penguatan masih dapat terjadi di jangka pendek, namun weekly chart masih sideways cenderung Bearish.

Action: Hold

  • TP: 1,875 dan 2,000
  • Support: 1,800
  • Cutloss: 1,710
  • Area Buy: 1,840-1,850

 

4. WIKA (Wijaya Karya)

Last price: 1,985

Jenuh jual baik RSI dan Oscillator, harga berada di atas MA5. Volume beli naik di dua hari terakhir. Namun MACD Histogram masih berada di level negatif. Weekly trend Sideways.

Action: Trading Buy

  • TP: 2,120 dan 2,200
  • Support: 1,980
  • Cutloss: 1,800
  • Area Buy: 1,980-2,000
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.