Ulasan Saham 24 Juni: Menu Trading Saham Hari Ini

Kinerja indeks bergerak dalam fase konsolidasi saat ini, bagaimana peluang IHSG untuk hari ini? Simak pula saham-saham pilihan kami lainnya.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Hasil rapat dewan gubernur Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan level suku bunga acuan di tingkat 6% sedikit banyak menahan laju penguatan indeks. Hasil ini diluar pekiraan investor sebelumnya, sementara investor asing masih membukukan net buy senilai Rp 366 miliar. IHSG turun -0.32% ke level 6.315 pada Jumat (21/06).

Beberapa sektor yang mendorong penurunan IHSG bisa lihat di bawah ini;

  1. Aneka Industri -1.74%
  2. Properti -1.23%
  3. Barang Konsumsi -0.99%

 

Macro View

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu menyebut, pertumbuhan ekonomi kuartal II-2019 diprediksi berada dalam kisaran 5.05%-5.15%. Kuartal II-2018, pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5.27% atau yang tertinggi sejak 2014.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih membutuhkan waktu kembali meningkat di atas 5.5%, di satu sisi mesin penggerak ekonomi masih bergantung pada konsumsi dan investasi. Namun kami optimis indeks memiliki peluang untuk menguat di semester kedua tahun ini.

 

Komentar: Investor Menunggu Rilis Data Ekspor-Impor Mei

Pekan ini ada rilis data penjualan motor, dan hari ini Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan kinerja ekspor impor dan neraca perdagangan Mei 2019. Konsensus memperkirakan akan terjadi defisit sebesar USD 2.31juta. Kinerja indeks LQ-45 dalam 1 minggu kemarin cukup stabil, dengan kenaikan tertinggi dialami oleh saham INKP dan TKIM yang naik masing-masing 37% dan 29%, dengan saham yang turun cukup banyak yakni SCMA sebesar 7,5%.

Investor disarankan untuk berhati-hati di jangka pendek 1-2 hari ini dengan kecenderungan IHSG yang sedikit melemah, diakibatkan oleh pelemahan beberapa saham di LQ-45 (contoh: PTPP, ADHI, PWON, BSDE) yang mengalamai aksi profit taking setelah kenaikannya di sepekan lalu.

Berita Emiten:

  1. Manajemen Central Omega Resources (DKFT) mengharapkan mampu mencetak kinerja keuangan yang baik di sepanjang tahun ini. DKFT membidik penjualan pada 2019 sebesar Rp 1,04 triliun, tumbuh 99,84% dari realisasi 2018 yang senilai Rp 518,58 miliar.
  2. Wijaya Karya (WIKA) di tahun ini menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 61,74 triliun. Dari target tersebut, WIKA berhasil meraih kontrak baru Rp 10,5 triliun hingga akhir April 2019.

Teknikal:

  • Indeks overall trend: Naik
  • Price: Sedikit turun
  • Volume: turun, melemah
  • Signal: distribusi, konsolidasi.
  • Daily Expectation: terlihat akan terjadi reversal price pattern (turun) dan bisa juga (naik) di fase konsolidasi jangka pendek ini.

Ulasan Saham 24 Juni: Menu Trading

Jakarta Composite Index Snapshot

 

Range IHSG: 6,250 – 6,350

Prediksi: Bearish

 

Saham-Saham Pilihan

1. LPKR (Lippo Karawaci)

Last price: 338

Strong bullish di jangka pendek dengan berada di upper band Bollinger Band. Volume beli cukup tinggi. RSI 60.4%.

Action: Sell on Strength

• TP: 350 dan 362
• Support: 320
• Cutloss: 314
• Area Buy: 320-324

2. ACES (Ace Hardware)

Last price: 1,795

Mulai rebound dalam fase reversal. Volume beli cukup tinggi. MA5 gagal memotong ke bawah MA20 dan MA50. Momentum rebound.

Action: Hold

  • TP: 1,835 dan 1,860
  • Support: 1,730
  • Cutloss: 1,690
  • Area Buy: 1,730-1,750

 

3. HOKI (Buyung Poetra)

Last price: 740

Bergerak di upper band Bollinger Band dan testing higher high di MA200. RSI 56.4%. Berpotensi ke level 780-810. Garis MA5 berpotensi memotong ke atas MA200.

Action: Hold

  • TP: 780 dan 810
  • Support: 705
  • Cutloss: 695
  • Area Buy: 705-710

 

4. ISAT (Indosat)

Last price: 2,370

Bullish candle dengan white candle di dua hari terakhir. Volume beli cukup tinggi dalam empat bulan terakhir. Harga bergerak mendekati MA200 (2,530).

Action: Hold

  • TP: 2,440 dan 2,530
  • Support: 2,120
  • Cutloss: 1,970
  • Area Buy: 2,120-2,140
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.