Ulasan Saham 25 November: Dari ASII Hingga SILO

291068

Apakah IHSG berpotensi untuk rebound hari ini? Saham-saham apa saja yang layak untuk dicermati? Simak ulasan berikut ini.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

IHSG View

Di akhir pekan kemarin, investor tampaknya merespon berita negatif terkait negosiasi dagang AS-China yang kemungkinan tidak akan menemui kesepakatan pada akhir tahun ini. Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan di level 5.00%, yang tidak memberikan sentimen positif ke pasar saham. Pada perdagangan (22/November), IHSG turun 17.12% ke level 6,100.

Beberapa sektor yang mendorong penurunan IHSG bisa lihat di bawah ini.

Macro View

Belanja pajak pemerintah dengan tujuan memberikan insentif bagi dunia usaha tampaknya masih sedikit terserap. Padahal belanja pajak diyakini sebagai salah satu stimulus menunjang investasi ke dalam negeri. Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemekeu), realisasi investasi yang ditarik dari tax allowance dan tax holiday sampai dengan Oktober 2019 tercatat sebesar Rp181.6 triliun.

Daily Outlook

Sepekan menjelang tutup akhir tahun, kinerja harian IHSG masih akan berjalan cukup negatif. Hal ini dikarenakan minimnya sentimen positif di dalam negeri dan investor tengah menunggu data-data ekonomi di AS yang cukup banyak akan dirilis di sepanjang pekan ini.

Berita Emiten

Kinerja keuangan Harum Energy (HRUM) terbilang lesu hingga akhir kuartal ketiga tahun ini. Pencapaian itu lantaran Harum Energy terpukul tren penurunan harga komoditas batubara. Meski tertekan, emiten berkode saham HRUM di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini terus berupaya mencari cara agar kinerja keuangan dan operasional mereka bisa membaik.

Mark Dynamics Indonesia (MARK) ingin melakukan diversifikasi bisnis. Mulai tahun 2020 nanti, produsen cetakan sarung tangan atau hand former tersebut berencana merambah bisnis perlengkapan sanitasi atau sanitary ware. Rencana diversifikasi bisnis itu memang sudah sempat tercetus sebelumnya. MARK ingin memproduksi kloset dan urinal dengan investasi awal sebesar Rp150 miliar untuk membeli mesin produksi.

Teknikal

Berdasarkan grafik analisa di bawah ini, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.

  • Indeks Overall Trend Short Term: Bearish
  • Price: Masih Uji Support
  • Volume: Tekanan Jual Masih Terlihat
  • Sinyal: Uji MA5 sebagai support

 

Ulasan Saham 25 November: Dari EXCL

  • Range IHSG: 6,070-6,140
  • Prediksi: Bearish

 

Saham-Saham Pilihan

1. Astra International (ASII)

Last Price: 6,625

Tren Potensial: Rebound

Harga bertahan di area Support dan RSI mulai rebound. MA5 memotong ke atas MA9. Potensi ini membuat adanya sinyal Uptrend di jangka pendek, dengan volume beli yang cukup tinggi pada akhir pekan kemarin.

Action: Hold

  • TP: 6,700 dan 6,750
  • Support: 6,550
  • Cut Loss: 6,450
  • Area Buy: 6,550-6,600

 

2. XL Axiata (EXCL)

Last Price: 3,540

Tren Potensial: Uptrend

Harga masih di atas MA5, dengan diikuti oleh volume beli. RSI berada di bawah 50%, dengan Stochastic rebound. Mendekati upper band Bollinger bands.

Action: Hold

  • TP: 3,580 dan 3,620
  • Support: 3,480
  • Cut Loss: 3,420
  • Area Buy: 3,480-3,520

 

3. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO)

Last Price: 1,275

Tren Potensial: Reversal-Bullish

Harga berada di upper band Bollinger bands, RSI berada di bawah 50%, dan Stochastic belum overbought. MA5 memotong ke atas MA20.

Action: Hold

  • TP: 1,295 dan 1,310
  • Support: 1,240
  • Cut Loss: 1,200
  • Area Buy: 1,240-1,250

 

4. Siloam Internasional Hospitals (SILO)

Last Price: 7,150

Tren Potensial: Rebound

Dalam tiga hari terakhir, harga mulai menunjukkan tren kenaikan, MA5 memotong ke atas MA9 dan MA20. Bollinger bands nampak mengecil yang menunjukkan volume menurun. Tekanan jual mulai berkurang dan RSI terlihat Rebound ke bawah level 50%.

Action: Speculative Buy

  • TP: 7,250 dan 7,500
  • Support: 7,150
  • Cut Loss: 6,850
  • Area Buy: 7,100-7,175
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.