Ulasan Saham 25 Oktober: Rekomendasi 4 Saham Pilihan

290707

Bagaimana pergerakan IHSG setelah Bank Indonesia (BI) memotong suku bunga acuan sebesar 25 poin? Simak pula saham-saham pilihan hari ini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Net Buy asing sebesar Rp604 miliar, hasil laporan keuangan beberapa bank BUMN yang positif, dan Bank Indonesia (BI) yang memangkas suku bunga acuan sebesar 25bps, memberikan pengaruh positif terhadap pasar saham. Pada perdagangan (24/Oktober), IHSG naik +1.31% ke level 6,339.

Beberapa sektor yang mendorong kenaikan IHSG bisa lihat di bawah ini.

 

Macro View

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) Oktober 2019 memutuskan untuk menurunkan suku bunga BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps) ke level 5.00%. Kebijakan dovish ini ditempuh BI sebagai upaya pre-emptive untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah perlambatan ekonomi global.

Daily Outlook: Penjualan rumah baru di Amerika Serikat (AS) terlihat stagnan pada bulan September, turun ke 701 ribu dari 706 ribu pada periode sebelumnya. Hal tersebut menandakan ekonomi AS yang masih membutuhkan stimulus. Sementara itu, penurunan suku bunga BI kemarin (24/Oktober), akan mampu memberikan dorongan positif, terutama untuk sektor perbankan dan properti ke depannya. Jika sektor perbankan menguat, maka bisa dipastikan IHSG juga akan meningkat.

Berita Emiten

Penurunan bisnis angkutan udara turut mempengaruhi kinerja Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMFI). Namun, manajemen GMFI masih optimistis bisa menjaga pertumbuhan pendapatan hingga akhir tahun nanti. Selama enam bulan pertama tahun ini, anak usaha Garuda Indonesia (GIAA) tersebut membukukan total pendapatan USD246.27 juta. Jumlah itu tumbuh 10.28% dibandingkan pendapatan di periode yang sama pada tahun lalu, yaitu USD223.31 juta.

Kinerja keuangan Vale Indonesia (INCO) turun, dikarenakan penurunan kinerja operasional. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, produksi nikel dalam matte INCO tercatat 50,531 metrik ton, merosot 6.8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 54,227 metrik ton.

Teknikal

Ulasan Saham 25 Oktober: Rekomendasi 4

Berdasarkan analisa pada grafik di atas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.

  • Indeks Overall Trend Short Term: Uptrend
  • Price: Above MA200
  • Volume: Strong Buy
  • Sinyal: MACD GC dan Strong Buy Volume
  • Range IHSG: 6,290-6,360
  • Prediksi: Bullish

 

Saham-Saham Pilihan

1. Astra International (ASII)

Last Price: 6,950

Tren Potensial: Bullish Uptrend

Bergerak dengan tren yang menguat, dan saat ini sudah berada di Resistance dalam tiga bulan terakhir, berusaha untuk mendekati MA200 di angka 7,250. Kenaikan disertai dengan volume beli yang meningkat dan stabil.

Action: Hold

  • TP: 7,025 dan 7,150
  • Support: 6,650
  • Cut Loss: 6,550
  • Area Buy: 6,650-6,700

 

2. Medco Energi Internasional (MEDC)

Last Price: 675

Tren Potensial: Bullish

Beranjak dari trend koreksi di jangka pendeknya, saat ini terlihat trend reversal bullish. Kondisi tersebut didukung oleh kenaikan volume dalam tiga hari terakhir. MACD histogram positif. RSI kurang dari 70% yang menunjukkan belum overbought.

Action: Hold

  • TP: 690 dan 710
  • Support: 645
  • Cut Loss: 620
  • Area Buy: 645-660

 

3. PP London Sumatra (LSIP)

Last Price: 1,335

Tren Potensial: Reversal Bullish

Setelah sebelumnya bergerak sideways, saat ini telah berada di upper band Bollinger bands. Volume beli cukup tinggi, dan MACD histogram positif. MA5 telah memotong ke atas MA9 dan MA20.

Action: Hold

  • TP: 1,360 dan 1,400
  • Support: 1,240
  • Cut Loss: 1,200
  • Area Buy: 1,240-1,260

 

4. Timah (TINS)

Last Price: 940

Tren Potensial: Rebound

Perlahan tapi pasti, trend mulai bergerak positif, dengan diikuti oleh volume beli dan harga mulai bergerak di atas MA9 dan MA20. RSI 58.3% yang menunjukkan belum overbought.

Action: Hold

  • TP: 960 dan 1,000
  • Support: 925
  • Cut Loss: 880
  • Area Buy: 925-940
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.