OctaFx

iklan

Ulasan Saham 26 Agustus: Menu Trading Saham Hari Ini

289803

IHSG diterpa sentimen negatif terkait perang dagang awal pekan ini, lalu bagaimana peluangnya? Simak pula saham-saham pilihan kami lainnya.

acy

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Di akhir pekan lalu indeks bergerak dengan kecenderungan sideways, menyusul minimnya sentimen positif di dalam negeri dan investor tengah menunggu komentar ketua The Fed terkait arah kebijakan moneternya ke depan, di Jumat (23/08). Pada (23/08) Indeks Harga Saham Gabungan naik +0.26% ke level 6,255.

Beberapa sektor yang mendorong kenaikan IHSG bisa lihat di bawah ini:

 

Macro View

Aliran modal asing pada aset portofolio dalam negeri diyakini tetap deras kendati suku bunga kebijakan (policy rate) melonggar. Bank Indonesia (BI) mencatat, secara year-to-date Kamis (22/8), modal asing yang mengalir masuk ke pasar modal Indonesia mencapai Rp 177,9 triliun, terlihat dari CDS Indonesia yang turun lagi dari kemarin 91 menjadi 90.1. Indikator ini tetap terjaga da menjadi cerminan kepercayaan investor pada pasar Indonesia.

Daily Outlook: Sepekan ke depan, pergerakan indeks dari katalis domestik akan minim, terutama karena data domestik yang akan dirilis hanya terkait M2 money supply Indonesia di bulan Juli. Sementara data eksternal akan cukup padat yang berasal dari AS, antara lain: Core Durable Goods, Consumer Confidence, GDP (QoQ), Pending Home Sales, dan Crude Oil Inventories, sementara di China ada PMI Manufacturing. Jangan dilupakan juga perang dagang antara AS-China yang kembali memanas, pada Jumat (23/08) Presiden AS Donald Trump memberikan komentar yang kembali memicu memanasnya hubungan antara AS-China.

 

Berita Emiten

  • Distributor barang konsumsi dan farmasi Enseval Putera Megatrading (EPMT) membukukan pertumbuhan kinerja positif selama semester pertama tahun ini. Berbekal pencapaian positif tersebut, anak usaha Kalbe Farma (KLBF) ini terus menggenjot bisnisnya hingga akhir tahun nanti. Berdasarkan laporan keuangan di semester I-2019, Enseval Putera meraih pendapatan Rp 11 triliun, tumbuh 9% dibandingkan pendapatan di periode yang sama tahun lalu senilai Rp 10 triliun.
  • Sepanjang semester pertama tahun ini Intraco Penta (INTA) berhasil menjual alat berat sebanyak 334 unit, nilai ini turun sekitar 33% dari realisasi penjualan pada paruh pertama 2018 sebesar 499 unit. penurunan harga batubara mempengaruhi kinerja INTA karena sektor tersebut menyumbang pendapatan paling besar terhadap pendapatan perusahaan.

 

Teknikal

Ulasan Saham 26 Agustus: Menu Trading

Indeks Overall Trend Short Term: Bearish

Price: Turun

Volume: Turun

Signal: Gagal melampaui level MA200 dalam 3 hari terakhir percobaan

Daily Expectation: Melemah

Range IHSG: 6,150-6,220

Prediksi: Bearish

 

Saham-Saham Pilihan

1. PP Presisi (PPRE)

Last Price: 360

Volume beli meningkat dan harga mampu membuat break resistance di atas MA20 dengan MA5 memotong ke atas MA20. MACD histogram positif dan RSI belum overbought.

Action: Hold

  • TP: 370 dan 385
  • Support: 345
  • Cut Loss: 340
  • Area Buy: 345-350

 

2. Sillo Maritime (SHIP)

Last Price: 820

Harga break resistance dalam (> 1 bln). Volume meningkat dan tertinggi dalam (> 1.5 bln). MA5 berpotensi memotong MA50, overall tren jangka pendek Bullish.

Action: Hold

  • TP: 850 dan 870
  • Support: 790
  • Cut Loss: 780
  • Area Buy: 790-800

 

3. Voksel Electric (VOKS)

Last Price: 350

Volume dan harga bergerak dalam kenaikan yang sama. MACD berpotensi Golden Cross, baik RSI dan Stochastic rebound dari sebelumnya jenuh jual (oversold). MA5 memotong ke atas MA50. Reversal-Bullish di jangka pendek.

Action: Hold

  • TP: 360 dan 370
  • Support: 324
  • Cut Loss: 315
  • Area Buy: 324-330

 

4. Metrodata Electronics (MTDL)

Last Price: 1,310

Masih bertahan di tren bullish baik di jangka menengah dan pendek. MA5 berada di atas MA20 dan MA50. Waspadai jika harga break ke bawah MA50 (1,260).

Action: Hold

  • TP: 1,325 dan 1,350
  • Support: 1,280
  • Cut Loss: 1,260
  • Area Buy: 1,280-1,300
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.