OctaFx

iklan

Ulasan Saham 26 Desember: Menu Trading Saham Hari Ini

Di tengah terus tertekannya pasar saham AS, bagaimana nasib IHSG saat ini? Seberapa besar peluang indeks bertahan di level 6,000? Simak juga saham-saham potensial lainnya.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Pergerakan indeks masih cukup solid menjelang akhir tahun ini. Meski tidak ada berita positif di domestik, investor domestik cukup berharap indeks mampu bertahan di level 6,000 dengan terus menahan tekanan jual sejak sepekan terakhir. Alhasil, indeks berhasil bertahan di sekitaran level 6,000. Pada Jumat (21/12), IHSG ditutup menguat +0.3% di level 6,163.

Beberapa sektor yang mendukung kenaikan IHSG adalah sebagai berikut:

  1. Barang Konsumsi +1.48%
  2. Infrastruktur +0.14%
  3. Perdagangan dan Jasa +0.54%

 

Macro View

Menjelang tahun politik, pemerintah kemungkinan akan mengejar target pada periode Januari-April 2019, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi di periode tersebut. Dana bantuan sosial (bansos) akan banyak digelontorkan oleh pemerintah pada triwulan I 2019, sehingga konsumsi meningkat dan bisa memperkecil dampak ekonomi global. Apalagi, pertumbuhan ekonomi dominan didorong oleh konsumsi rumah tangga.

 

Komentar: US Market Chaos, Investor Waspada

Pasar saham AS terjangkit virus bearish, karena penurunan sudah lebih dari 20% dari level tertingginya di tahun 2018. Dow Jones dan kawan-kawannya di akhir tahun ini memang terlihat cukup banyak mengalami tekanan, antara lain tekanan Presiden AS Donald Trump kepada The Fed, Government Shutdown dan tentu saja trade war. Dari 11 sektor di S&P 500 mengalami hasil negatif di bulan Desember, di kuartal IV dan setahun penuh. Bagaimana dampak ke Indonesia? Korelasi selalu ada, namun nampaknya investor domestik memiliki keyakinan untuk menuntaskan IHSG di atas level 6,000 tahun ini.

 

Teknikal

IHSG masih bertahan di atas MA5 dan MA20. Belum nampak perpotongan garis tren ke bawah yang memberikan sinyal bearish, artinya market masih akan bergerak menguat dengan wajar. RSI 54.7% (belum jenuh beli).

Ulasan Saham 26 Desember: Menu Trading

 Jakarta Composite Index Snapshot 

Range IHSG: 6,120-6,200

Prediksi: Bullish (moderat)

 

Saham-Saham Pilihan

1. AKRA (AKR Corporindo)

Last price: 4,330

Bertahan di area MA200, strong bullish saat ini. Belum terlihat ada ancaman pembalikan arah dalam jangka dekat. Volume jual tipis.

Action: Hold

  • TP: 4,440 dan 4,600
  • Support: 4,200
  • Cutloss: 4,100
  • Area Buy: 4,220-4,260

 

2. BIRD (Blue Bird)

Last price: 2,830

Bertahan di MA20 dan MA200. Potensi kembali naik menjauhi MA200 di sisa perdagangan tahun ini. Upper band Bollinger bBd.

Action: Hold

  • TP: 2,900 dan 3,020
  • Support: 2,660
  • Cutloss: 2,620
  • Area Buy: 2,680-2,700

 

3. IPCM (Jasa Armada Indonesia)

Last price: 394

Uptren bullish dalam jangka pendek, volume beli seusai dengan candle, harga mendekati MA200. RSI 56.5% (belum jenuh beli).

Action: Hold

  • TP: 404 dan 412
  • Support: 384
  • Cutloss: 378
  • Area Buy: 386-390

 

4. MAIN (Malindo Feedmill)

Last price: 1,300

Harga masih dapat bertahan di area support MA50. RSI 56.5% (belum jenuh beli), potensi meningkat dalam dua hari ke depan, setelah uji support berhasil.

Action: Buy

  • TP: 1,345 dan 1,375
  • Support: 1,270
  • Cutloss: 1,250
  • Area Buy: 1,280-1,300
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.