Advertisement

iklan

Ulasan Saham 26 Maret: Menu Trading Saham Hari Ini

Kinerja pasar saham di awal pekan ini nampak tidak seperti yang diinginkan oleh sebagian besar investor. Penurunan tajam dalam satu hari terjadi awal tahun 2019, ada apa?

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Kinerja pasar saham di awal pekan ini nampak tidak seperti yang diinginkan oleh sebagian besar investor, penurunan tajam dalam satu hari tercatat sebagai kinerja terburuk di awal tahun 2019 ini, mengapa ini terjadi? Simak tulisan di bawah. IHSG turun -1.75% pada Senin (25/03).

Beberapa sektor yang mendorong penurunan IHSG bisa lihat di bawah ini:

  1. Aneka Industri -2.46%
  2. Barang Konsumsi -2.77%
  3. Properti -1.75%

 

Macro View

Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat realisasi subsidi energi hingga Februari 2019 sebesar Rp 10.4 triliun atau melonjak 16.3% dari realisasi Februari tahun lalu. Bila dirinci, realisasi subsidi BBM dan LPG melonjak signifikan atau sebesar 21.5% menjadi Rp 6.2 triliun sementara subsidi listrik tumbuh 9.4% menjadi Rp 4.2 triliun.

 

Komentar: Resesi Dimulai dan Semakin Dekat?

Update: seperti cerita di awal, bagaimana bisa indeks domestik melemah tajam dalam satu hari kemarin? Hal ini bermula Jumat lalu (22/03) ketika sebagian besar pasar saham global anjlok. US Treasury di jangka waktu 10 tahun turun ke level terendahnya sejak Desember 2017, dan terus turun membawahi yield 3 bulan, hal ini dianggap sebagai acuan prediktor resesi ekonomi.

Investor sepertinya panik dan menyebabkan indeks domestik hampir di semua sektor mengalami pelemahan. Bahkan sektor yang masih cenderung stabil secara margin dan prosek bisnis juga ikut-ikutan terseret. Saat ini kondisi market belum akan recovery dalam jangka pendek dan ini merupakan masalah fundamental yang berpengaruh pada jangka panjang. Di akhir kisah, dalam fase-fase seperti ini layaknya kondisi yang sering terjadi di pasar keuangan, 'when fear and greed take over'

  • Blue Bird (BIRD) membukukan pendapatan tahun 2018 sebesar Rp4,22 triliun atau naik 0,36% YoY. Laba usaha tercatat turun dari Rp567,6 miliar menjadi Rp558,25 miliar, sedangkan laba bersih tahun berjalan meningkat 7,67% YoY dari Rp427,49 miliar menjadi Rp460,27 miliar.
  • Pelita Samudera Shipping (PSSI) membukukan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 30% YoY menjadi USD63,6 juta sepanjang 2018, sedangkan laba bersih mencapai USD14,1 juta. Kenaikan tersebut ditopang oleh peningkatan volume dan tarif dari kapal tuda dan tongkang dan mulainya lini bisnis baru Kapal Induk yang berkontribusi besar terhadap kinerja perseroan.

 

Teknikal

Menjauhi dan terus menjauhi all time high di 2019, kegagalan break resistance membuat trend Bearish semakin kuat jika kita ambil sejak akhir Januari lalu yang terlihat Downtrend garis dengan jelas, saat ini support kembali akan di uji di level 6,350.

Ulasan Saham 26 Maret: Menu Trading

Jakarta Composite Index Snapshot

Range IHSG: 6,310-6,420

Prediksi: Bearish

1. BBRI (Bank Rakyat Indonesia)

Last price: 4,000

Harga bertahan di level konsolidasi bullish, masih berada di MA5 dan RSI 59.1% (belum jenuh beli). Cukup stabil dan berpotensi kembali rebound di jangka pendek.

Action: Hold

  • TP: 4,040 dan 4,100
  • Support: 3,960
  • Cutloss: 3,920
  • Area Buy: 3,960-3,980

 

2. BBCA (Bank Central Asia)

Last price: 27,250

MA5 memotong MA20 ke bawah, dan harga berada di lower band Bollinger Band. Memiliki peluang untuk Rebound. RSI 38.8% (jenuh jual).

Action: Trading Buy

  • TP: 27,500 dan 27,750
  • Support: 27,150
  • Cutloss: 27,000
  • Area Buy: 27,150-27,200

 

3. FREN (Smartfren)

Last price: 342

Double Bullish Candle, RSI 61.8% (belum jenuh beli). Bullish view di jangka pendek. Harga berada di garis MA5 dan mendekati upper band Bollinger Band. volume beli stabil.

Action: Hold

  • TP: 352 dan 370
  • Support: 320
  • Cutloss: 308
  • Area Buy: 320-324

 

4. PTBA (Bukit Asam)

Last price: 4,150

Uptrend jangka pendek dengan indikator oscillator positif, garis MA5 baru saja memotong ke atas MA20 dan selanjutnya target di MA200 (4,230).

Action: Hold

  • TP: 4,230 dan 4,400
  • Support: 4,060
  • Cutloss: 4,000
  • Area Buy: 4,060-4,080
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.