Ulasan Saham 27 November: Dari MEDC Hingga BRPT

291099

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 masih tertekan akibat sentimen internal maupun eksternal. Apakah hal ini akan mempengaruhi IHSG hari ini? Simak pula saham-saham pilihan lainnya.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Data ekonomi domestik masih minim katalis dan volume transaksi juga tidak mengalami kenaikan yang berati. Hal ini membuat indeks domestik bergerak negatif, terutama jelang rebalancing MSCI kemarin. Pada perdagangan (26/November), IHSG turun 0.73% ke level 6,026.

Beberapa sektor yang mendorong penurunan IHSG bisa lihat di bawah ini:

Macro View

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 masih tertekan akibat berbagai sentimen baik internal maupun eksternal. Namun, Bank DBS menilai, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa bertahan di level 5.0-5.1%. Kemampuan Indonesia bertahan di tengah perlambatan ekonomi global tahun ini, menjadi bukti bahwa Indonesia bisa melanjutkan pertumbuhan ekonominya di level 5.0% pada tahun depan.

Daily Outlook

Ada titik temu untuk kesepakatan dagang AS-China, setelah beban ekonomi AS meningkat dan The Fed melihat konflik ini sebagai kerugian bagi ekonomi AS. Di sisi lain, momentum penguatan berpeluang terjadi, mengingat indikator RSI sangat berada di area oversold, dengan asumsi bargain hunting oleh investor, meski memang katalis fundemantal belum cukup untuk menopang.

Berita Emiten

Tahun depan, produsen pipa besi Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP) atau Spindo membidik pertumbuhan pendapatan dan laba bersih masing-masing 15% year on year (yoy). Selain efisiensi biaya, Spindo akan memacu penjualan produk bermerek dan memperkuat kerjasama dengan pemasok. Produk bermerek menawarkan margin keuntungan yang lebih tinggi ketimbang produk tanpa merek. Di sisi lain, para pemasok berperan besar dalam mencukupi kebutuhan bahan baku pipa baja dan besi Spindo.

Panca Budi Idaman (PBID) akan melanjutkan ekspansi di tahun depan. Perusahaan ini menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp100 miliar untuk tahun 2020. Seluruh dana tersebut akan dimanfaatkan untuk pembelian tanah dan pengembangan bangunan pabrik di Pemalang. Jika dibandingkan tahun ini, belanja modal yang dianggarkan PBID pada tahun depan jauh lebih kecil.

Teknikal

Berdasarkan analisa pada grafik di bawah ini, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.

  • Indeks Overall Trend Short Term: Bearish
  • Price: Bearish Candle
  • Volume: Jual
  • Sinyal: Uji Support

Ulasan Saham 27 November: Dari MEDC

  • Range IHSG: 6,000-6,080
  • Prediksi: Bearish


Saham-Saham Pilihan

1. Medco Energy (MEDC)

Last Price: 665

Tren Potensial: Rebound

Harga mulai bergerak di atas MA9 dan MA20, diikuti oleh volume beli yang cukup stabil. Indikator RSI 59.3% yang menunjukkan harga belum overbought. Sebelumnya, candle membentuk bullish harami.

Action: Hold

  • TP: 675 dan 690
  • Support: 640
  • Cut Loss: 630
  • Area Buy: 640-650

 

2. Bank Tabungan Negara (BBTN)

Last Price: 2,160

Tren Potensial: Bullish

Saat ini berada di upper band Bollinger bands, dengan RSI sudah overbought dengan harga mencapai level di atas 70%, sebaiknya BoW jika memang tertarik untuk saham BBTN ini. Volume beli mulai stabil. Secara keseluruhan tren bullish.

Action: Buy on Weakness (BoW)

  • TP: 2.180 dan 2,240
  • Support: 2,040
  • Cut Loss: 2,000
  • Area Buy: 2,060-2,080

 

3. Bukit Asam (PTBA)

Last Price: 2,630

Tren Potensial: Reversal-Bullish

MA5 memotong ke atas MA9 dan gagal breakdown MA20. MACD histogram positif dan diikuti oleh volume beli dalam dua hari terakhir, potensi menguat cukup besar dengan kenaikan candle dalam dua hari terakhir.

Action: Hold

  • TP: 2,670 dan 2,700
  • Support: 2,500
  • Cut Loss: 2,380
  • Area Buy: 2,500-2,540

 

4. Barito Pacific (BRPT)

Last Price: 1,240

Tren Potensial: Uptrend

Saat ini berada di upper band Bollinger bands, dengan harga di atas MA5 dan MA20. RSI 73.9% yang menunjukkan kondisi overbought.

Action: Buy on Weakness (BoW)

  • TP: 1,300 dan 1,350
  • Support: 1,200
  • Cut Loss: 1,170
  • Area Buy: 1,200-1,220
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.