Advertisement

iklan

Ulasan Saham 29 Januari: GIAA Dan 3 Emiten Lain

Serangan Virus Corona masih akan menekan market karena investor menjadi khawatir. Lalu apakah ada peluang bagi Indeks untuk bangkit?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Kinerja IHSG hingga menjelang akhir bulan Januari tahun ini terburuk sejak sembilan tahun terakhir. Kondisi yang sama dengan kinerja indeks-indeks lainnya di domestik, seperti LQ-45 (-1.36%/ytd), JII (-4.64%/ytd), dan IDXV30 (-7.40%/ytd). Meski asing sendiri melakukan aksi beli bersih senilai Rp2.07 triliun secara year-to-date (ytd). Pada perdagangan (28/Januari), IHSG turun 0.36% ke level 6,111.

Beberapa sektor yang mendorong penurunan IHSG bisa lihat di bawah ini:

Macro View

Bank Dunia menilai partisipasi Indonesia dalam global value chain atau rantai nilai global masih belum maksimal. Ini disebabkan oleh Indonesia yang masih belum maksimal dalam mengembangkan produk perdagangan dan masih tingginya biaya transportasi. Keikutsertaan Indonesia dalam rantai perdagangan dunia ini masih memiliki beberapa sisi yang bertolak belakang.

Daily Outlook

Serangan Virus Corona masih akan menekan market karena investor menjadi khawatir dan berharap segera di temukan anti virusnya. Serangan virus tersebut juga akan menggangu ekonomi China secara keseluruhan dan memberikan dampak kepada ekonomi global.

IHSG sendiri semakin menjauh dari level 6,300, dan mencoba bertahan di Support krusial 6,000. Tekanan masih akan terasa, meski demikian peluang Rebound terbatas terbuka lebar.

Berita Emiten

Pengelola gerai ayam goreng KFC, Fast Food Indonesia (FAST), bakal melanjutkan ekspansi bisnis pada tahun ini. Emiten berkode saham FAST di Bursa Efek Indonesia ini akan menambah jaringan KFC dan membuka gerai baru. Untuk toko anyar, Fast Food bakal menggandeng Taco Bell.

Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMFI) menilai potensi pertumbuhan bisnis Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) untuk pesawat masih besar. GMFI juga akan memperbesar porsi pendapatan dengan meningkatkan airframe maintenance business proportion melalui pemanfaatan exisisting hangar facilities, ekspansi bisnis dalam military segment dan private jets, juga general aviation.

Teknikal

Berdasarkan analisa pada grafik di bawah ini, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.

  • Indeks Overall Trend Short Term: Bearish
  • Price: Bearish
  • Volume: Beli (kecil)
  • Sinyal: Rebound (terbatas)

Ulasan Saham 29 Januari: Dari ACES

  • Range IHSG: 6,090 – 6,150
  • Prediksi: Bullish (terbatas)

 

Saham-Saham Pilihan

1. Ace Hardware (ACES)

Last Price: 1,630

Tren Potensial: Bullish

Bertahan di area MA5 dan MA9 dan masih berada di area middle band Bollinger bands. Volume beli terlihat namun waspadai dengan RSI yang sudah di atas 70%, yang menunjukkan kondisi overbought.

Action: Sell on Strength

  • TP: 1,650 dan 1,675
  • Support: 1,600
  • Cut Loss: 1,580
  • Area Buy: 1,600-1,610

 

2. Sarana Menara Nusantara (TOWR)

Last Price: 850

Tren Potensial: Bullish

Berpotensi untuk breakout level 880. Jika ini terjadi maka mengarah ke 900 cukup mudah. Hal ini didukung oleh volume beli dan tren bullish di awal tahun 2020.

Action: Sell on Strength

  • TP: 860 dan 880
  • Support: 805
  • Cut Loss: 790
  • Area Buy: 805-815

 

3. Garuda Indonesia (GIAA)

Last Price: 416

Tren Potensial: Rebound

Long white candle, dengan mulai kembali ke area MA5, RSI di bawah 30% sehingga menunjukkan kondisi oversold. Didukung oleh volume beli GIAA cukup menarik untuk dikoleksi setidaknya sampai harga menyentuh level MA9 (435).

Action: Speculative Buy

  • TP: 430 dan 450
  • Support: 410
  • Cut Loss: 390
  • Area Buy: 410-416

 

4. Kalbe Farma (KLBF)

Last Price: 1,500

Tren Potensial: Rebound

Harga jenuh jual dengan ditunjukkan oleh Indikator RSI di bawah 30%, serta sudah di bawah MA200 dan lower band Bollinger bands. Menarik untuk spekulasi beli di jangka pendek. Jika diikuti dengan volume beli maka Rebound akan semakin kuat.

Action: Speculative Buy

  • TP:1,540 dan 1,580
  • Support: 1,500
  • Cut Loss: 1.480
  • Area Buy: 1,500-1,510
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.