Ulasan Saham 29 Maret: Menu Trading Saham Hari Ini

287947

Aktivitas beli yang minim dari investor, memperkuat analisis kami sebelumnya bahwa indeks akan bergerak Bearish sepekan ini. Adakah saham-saham yang menarik untuk diperhatikan?

acy

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Pergerakan pasar saham kemarin tercatat positif, namun kami melihat hal itu tidak akan merefleksikan kinerja indeks sebagai sinyal Bullish di jangka pendek. Indeks masih akan sulit naik dengan sentimen global yang masih Mixed cenderung negatif ke depannya. IHSG naik +0.56% pada Jumat, (29/03).

Beberapa sektor yang mendorong kenaikan IHSG bisa lihat di bawah ini:

  1. Keuangan +1.22%
  2. Infrastruktur +1.03%
  3. Barang Konsumsi +0.45%

 

Macro View

Bank Indonesia (BI) mencatat nilai impor barang modal terkait dengan pembangunan infrastruktur sepanjang tahun 2018 sebesar 6 miliar USD. Apabila nilai impor tersebut tidak masuk dalam komponen defisit transaksi berjalan alias Current Account Deficit (CAD), maka defisit bisa dikisaran 2.5% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

 

Komentar: Menapaki Bearish di Akhir Pekan

Update: berita positif negosiasi antara AS-China sedikit melunturkan kekhawatiran terkait Yield Obligasi AS 10 tahun yang terus turun, meski demikian kami melihat kondisi ini tidak akan merubah kinerja pasar saham di jangka pendek yang akan bergerak Bearish. Beberapa data di AS seperti PDB (QoQ), dan Pending Home Sales akan menjadi perhatian investor di akhir pekan ini. Harga komoditas bergerak cukup stabil seperti harga minyak dan emas. Sementara sektor keuangan yang kemarin menguat diprediksi akan bisa kembali menguat.

  • BRI Agroniaga (AGRO) menargetkan pertumbuhan laba bersih 2019 sekitar 30-40% YoY atau mencapai sekitar Rp300 miliar. Perseroan menargetkan pertumbuhan kredit di 2018 sebesar 30%, demikian juga dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang ditargetkan sebesar 30%.
  • Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul (SIDO) menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih tahun 2019 masing-masing meningkat minimal 10%. Perseroan memproyeksikan pertumbuhan pendapatan dapat naik secara merata dari seluruh segmen usaha perseroan. Adapun segmen Herbal dan suplemen masih menjadi fokus utama perseroan.

 

Teknikal

Harga masih bertahan di area MA5, MA20 dan MA50 dalam satu garis. Kondisi ini akan cukup menentukan tren indeks selanjutnya apakah akan Bullish Reversal atau Bearish. Jika ditarik lebih lama, pergerakan Sideways IHSG sudah dimulai sejak bulan Februari lalu.

Ulasan Saham 29 Maret: Menu Trading

Jakarta Composite Index Snapshot

 

Range IHSG: 6,420-6,510

Prediksi: Bearish

 

Saham-Saham Pilihan

1. WSKT (Waskita Karya)

Last price: 2,000

Tiga hari terakhir membuat Three White Soldiers,MA5 memotong ke atas MA20 dan MA50. Volume beli cukup stabil dan tinggi. RSI 69.1% (belum jenuh beli).

Action: Hold

  • TP: 2.080 dan 2,140
  • Support: 1,900
  • Cutloss: 1,860
  • Area Buy: 1,900-1,920

 

2. ACES (Ace Hardware)

Last price: 1,840

Sesuai rekomendasi kemarin, TP 1 sudah kena, next TP 2. Rebound dalam dua hari terakhir, volume beli terlihat. RSI 56.3% (Rebound), jika berhasil break 1,840 maka berpontesi membuat all time high di 2019.

Action: Hold

  • TP: 1,840 dan 1,900
  • Support: 1,770
  • Cutloss: 1,750
  • Area Buy: 1,770-1,780

 

3. TLKM (Telekomunikasi Indonesia)

Last price: 3,890

MA5 berhasil memotong ke atas MA20 dan selanjutnya target adalah memotong ke atas MA50. Saat ini telah berada di upper band Bollinger Band. Volume beli cukup tinggi. Bullish tren jangka pendek.

Action: Hold

  • TP: 3,920 dan 4,000
  • Support: 3,810
  • Cutloss: 3,750
  • Area Buy: 3,820-3,840

 

4. ADHI (Adhi Karya)

Last price: 1,780

Masih bergerak dalam fase sideways yang berpotensi break resistance di 2019. Berada di middle band Bollinger Band dan RSI terlihat mulai sedikit Rebound.

Action: Trading Buy

  • TP: 1,820 dan 1,875
  • Support: 1,720
  • Cutloss: 1,705
  • Area Buy: 1,720-1,730
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.