OctaFx

iklan

Ulasan Saham 29 November: Dari TPIA Hingga BRPT

291123

IHSG secara teknikal ke bawah level 6,000. Level support saat ini menempatkan IHSG dalam dua kemungkinan. Simak pula saham-saham dalam rating Hold dan lainnya.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Pelemahan Indeks dipengaruhi oleh hubungan politik yang memanas antara AS-China terkait penandatanganan Undang-Undang Demonstran di Hong Kong. Hal ini membuat tensi perang dagang kembali memanas. Pada perdagangan (28/November), IHSG turun 1.16% ke level 5,953.

Beberapa sektor yang mendorong penurunan IHSG bisa lihat di bawah ini:

Macro View

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 masih baik, tetapi masih stagnan di 5.0%. Bank Indonesia (BI) menilai kondisi ini tak lepas dari tekanan ekonomi global, khususnya memanasnya tensi perang dagang AS-China.

Daily Outlook

Secara teknikal, IHSG berada di bawah level 6,000, level support saat ini menempatkan IHSG dalam dua kemungkinan, turun lebih dalam atau bertahan sementara waktu. Tekanan jual asing masih kuat. Katalis positif di domestik kami melihat masih minim dan ini pun berpotensi menekan kembali indeks di akhir pekan ini.

Berita Emiten

Hero Supermarket (HERO) melanjutkan ekspansi gerai IKEA. Manajemen HERO kemarin membuka gerai kedua IKEA yang berlokasi di Sentul City, Bogor, Jawa Barat. HERO bakal menempuh tiga pendekatan untuk mengembangkan IKEA, yaitu mendekati pasar, menularkan shopping experience dan menawarkan solusi produk yang fungsional dengan harga terjangkau.

Perusahaan teknologi Anabatic Technologies (ATIC) optimistis bisa mencapai target kinerja tahun ini. Perusahaan ini berharap meraih pendapatan Rp6.1 triliun serta laba bersih Rp86 miliar. Pada kuartal III-2019, perusahaan ini mencatatkan pendapatan Rp3.95 triliun dan laba bersih Rp7.44 miliar.

Teknikal

Berdasarkan grafik di bawah ini, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.

  • Indeks Overall Trend Short Term: Bearish
  • Price: Bearish Candle
  • Volume: Jual
  • Sinyal: Uji Support

Ulasan Saham 29 November: Dari DMAS

  • Range IHSG: 5,910–5,980
  • Prediksi: Bearish

 

Saham-Saham Pilihan

1. Chandra Asri Petrochemical (TPIA)

Last Price: 9,250

Tren Potensial: Uptrend

Volume beli sangat tinggi (28/November), harga bergerak di atas MA9 dan MA20. RSI 55.4% yang menunjukkan kondisi belum overbought. Harga berpeluang kembali naik mendekati upper band Bollinger bands.

Action: Hold

  • TP: 9,450 dan 9,850
  • Support: 9,100
  • Cut Loss: 8,900
  • Area Buy: 9,100-9,200

 

2. Puradelta Lestari (DMAS)

Last Price: 318

Tren Potensial: Rebound

Harga bertahan di atas MA5, dengan RSI saat ini mulai terlihat Rebound, volume beli terlihat stabil dan cenderung meningkat dalam sepekan terakhir.

Action: Hold

  • TP: 324 dan 328
  • Support: 312
  • Cut Loss: 304
  • Area Buy: 312-316

 

3. Bank Tabungan Negara (BBTN)

Last Price: 2,050

Tren Potensial: Uji Support

Harga berada di atas MA5 dan MA9, dengan indikator RSI mulai turun kembali di bawah 70%. Volume stabil.

Action: BoW to Hold

  • TP: 2,100 dan 2,180
  • Support: 2,040
  • Cut Loss: 2,000
  • Area Buy: 2,040-2,060

 

4. Barito Pacific (BRPT)

Last Price: 1,330

Tren Potensial: Uptrend

Saat ini berada di upper band Bollinger bands, dengan harga di atas MA5 dan MA20. RSI 73.9% yang menunjukkan kondisi overbought.

Action: Hold

  • TP: 1,435 dan 1,500
  • Support: 1,240
  • Cut Loss: 1,200
  • Area Buy: 1,240-1,260
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.