Advertisement

iklan

Ulasan Saham 4 Desember: LPPF Dan 3 Emiten Lainnya

Market bisa tertekan dengan rencana Presiden AS Donald Trump yang menunda kesepakatan dagang dengan China. Bagaimana peluang IHSG hari ini? Simak pula saham-saham pilihan lainnya

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Data PMI Caixin China pada bulan November naik, dari 51.1 ke level 53.5. Angka tersebut mengalahkan estimasi pasar 52.7. Hal ini sedikit banyak mampu membuat investor optimis, namun sayangnya beli bersih Asing masih cukup minim di pasar saham domestik, yang hanya sebesar Rp17.49 miliar. Pada perdagangan (03/Desember), IHSG naik 0.06% ke level 6,133.

Beberapa sektor yang mendorong kenaikan IHSG bisa lihat di bawah ini.

Macro View

Menteri Keuangan memperkirakan tingkat inflasi sepanjang tahun ini relatif rendah dan terkendali. Meski tak menetapkan secara resmi, ia memproyeksi inflasi berada di bawah level 3.5% pada akhir tahun 2019. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis inflasi sampai akhir November, yang masih berada di posisi 2.37% secara Year-to-Date (YtD). Sementara berbasis tahunan, inflasi November tercatat sebesar 3.0%.

Daily Outlook

Market bisa tertekan dengan rencana Presiden AS Donald Trump yang menginginkan kesepakatan dengan Beijing dimulai, setelah pemilihan umum November 2020. Hal ini semakin membuat kesepakatan dagang terombang-ambing. Dengan berita ini pergerakan pasar saham akan terbatas dan cenderung tertekan.

Berita Emiten

Jasa Marga (JSMR) kembali menggandeng Mandiri Manajemen Investasi (MMI) untuk menerbitkan produk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) Dana Investasi Infrastruktur (Dinfra). Pada penerbitan Dinfra yang kedua ini, Jasa Marga menargetkan dapat menghimpun dana senilai Rp500 miliar.

Wijaya Karya Persero (WIKA) secara resmi mengerjakan megaproyek multifungsi Goree Tower di Senegal, Afrika Barat, menyusul penandatanganan kontrak tahap 1 senilai 50 juta Euro atau Rp781 miliar dari total 250 juta Euro (Rp3.9 triliun).

Teknikal

Berdasarkan analisa pada grafik di bawah ini, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.

  • Indeks Overall Trend Short Term: Bullish
  • Price: Naik
  • Volume: Beli
  • Sinyal: Resistance MA20

Ulasan Saham 4 Desember: Dari LPPF

  • Range IHSG: 6,060–6,150
  • Prediksi: Bearish

 

Saham-Saham Pilihan

1. Matahari Department Store (LPPF)

Last Price: 3,750

Tren Potensial: Rebound

Menyentuh MA200 (3,770), dengan diikuti oleh volume beli, berada dalam fase reversal-bullish. MACD histogram positif. RSI 53.5% yang menunjukkan kondisi Rebound.

Action: Hold

  • TP: 3,850 dan 4,000
  • Support: 3,550
  • Cut Loss: 3,450
  • Area Buy: 3,550-3,600

 

2. KMI Wire & Cable (KBLI)

Last Price: 575

Tren Potensial: Uptrend

Harga Rebound dengan MA5 melewati ke atas MA20 dan MA9, indikator RSI 51.5% yang menunjukkan kondisi Rebound, dan harga berada di upper band Bollinger bands.

Action: Buy on Weakness (BoW)

  • TP: 590 dan 610
  • Support: 565
  • Cut Loss: 550
  • Area Buy: 565-570

 

3. London Sumatera (LSIP)

Last Price: 1,365

Tren Potensial: Rebound

Masih didukung oleh kenaikan harga CPO

Action: Speculative Buy

  • TP: 1,390 dan 1,420
  • Support: 1,320
  • Cut Loss: 1,290
  • Area Buy: 1,320-1,340

 

4. Astra Internasional (ASII)

Last Price: 6,525

Tren Potensial: Rebound

Mulai bergerak di atas MA5 dan MA9. RSI 42.8% setelah sebelumnya oversold. Didukung oleh volume beli yang mulai bergerak naik.

Action: Hold

  • TP: 6,700 dan 6,750
  • Support: 6,500
  • Cut Loss: 6,350
  • Area Buy: 6,500-6,525
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.