OctaFx

iklan

USD Rebound Setelah The Fed Perjelas Proyeksi Suku Bunga

289333

Keresahan pasar yang meninggi pasca pernyataan pejabat The Fed akhirnya sirna setelah konfirmasi mengenai besaran Rate Cut di akhir pekan lalu.

Proyeksi suku bunga bank sentral akhir-akhir ini semakin memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan mata uang mayor. Dalam waktu 2 minggu terakhir, bank-bank sentral dari Zona Euro, Jepang, dan AS akan menggelar rapat kebijakan masing-masing. Volatilitas 3-bulanan yang terimpilikasi pada pair-pair mayor berakhir di level tertinggi 5 pekan pada akhir minggu lalu. Hal ini tidaklah mengejutkan, terutama jika melihat swing harga Intraday dalam beberapa sesi trading terakhir.

Katalis utama yang menyebabkan lonjakan aktivitas trading berasal dari komentar para pejabat The Fed yang kontradiktif dan membingungkan. Kamis lalu (18/Juli), Presiden Fed New York John Williams dan Wakil Ketua Fed Richard Clarida sama-sama menyampaikan pernyataan yang menekankan pentingnya penurunan suku bunga sebagai tindak pencegahan, sekalipun tanda-tanda resesi belum tampak pada data ekonomi terbaru.

Williams bahkan menegaskan bahwa The Fed dapat menerapkan kebijakan moneter domestik dengan menurunkan suku bunga ke kisaran nol, untuk mencapai target Full Employment sekaligus stabilitas harga.

Tak butuh waktu lama bagi pelaku pasar forex untuk mencerna komentar tersebut dengan penurunan sentimen. Akibatnya, proyeksi Rate Cut 50 basis poin pada pertemuan FOMC 31 Juli mendatang pun terangkat naik, sebagaimana tercermin pada kontrak Fed Fund Futures yang secara Intraday menguat dari 20% menjadi 70% dalam sehari.

Hanya dua minggu sebelum pertemuan FOMC terlaksana, Dolar AS dilanda aksi jual berdasarkan prospek pemotongan suku bunga The Fed yang agresif tersebut. Akan tetapi, Fed secara mengejutkan merilis serangkaian Statement pada sesi perdagangan Jumat kemarin (19/Juli), untuk "menanggulangi" komentar-komentar mengenai suku bunga nol dan mengklarifikasi sikap Fed saat ini; bahwa penyesuaian apapun yang akan dilakukan terhadap suku bunga hanya berupa perubahan sebesar 25 basis poin.

Oleh karenanya, Greenback mengakhiri pekan lalu dengan penguatan terhadap mata uang mayor lain. Event mayor pekan ini adalah pertemuan ECB di hari Kamis (25/Juli). Sampai saat itu tiba, ACY meyakini jika USD akan diperdagangkan menguat dalam range harga saat ini.

Dolar AS Rebound

 

Euro Gagal Mengamankan Posisi Di Atas MA 30

Meskipun komentar super dovish dari pejabat Fed pekan lalu menekan Dolar AS, EUR/USD nyatanya tak mampu memastikan kenaikan di atas MA 30 (1.1275). Sekalipun volatilitas Intraday telah meningkat, pair ini belum juga keluar dari area 1.1200 yang telah dihuni selama lebih dari 3 minggu terakhir.

Pasca kemerosotan hingga 60 poin pada Jumat lalu, sinyal MACD dan Daily RSI EUR/USD sama-sama terlihat menurun. Key Support berikutnya terpantau di 1.1170, dengan peluang pelemahan lebih lanjut ke area 1.1110 jelang ECB Meeting.

 

USD/JPY Berpotensi Retest 108.50

Di pekan lalu, pasangan mata uang ini seolah-olah siap break di bawah level support 107.00. Untungnya, klarifikasi The Fed pada hari Jumat berhasil menunjang pergerakan harga kembali ke 107.80. Namun, ketakutan fundamental dari pasar ekuitas global terhadap potensi "risk off" kemungkinan bakal membatasi pergerakan USD/JPY di bawah area 108.60/70.

Hanya penembusan di atas 109.00 yang mampu mengubah struktur bearish harga saat ini, dan mengindikasikan batas Low yang kuat serta berkelanjutan.

 

AUD/USD Tertahan Di Bawah 0.7100

Pair AUD/USD jatuh hampir 0.5% di akhir minggu lalu. Sekalipun demikian, harga pasangan mata uang ini masih terhitung 0.3% lebih tinggi dibanding level penutupan pekan sebelumnya. Penolakan harga di sekitar 0.7080 secara alamiah menggarisbawahi proyeksi Downtrend yang terbentuk sejak awal tahun ini. Meskipun support terdekat harga sekarang terlihat di dekat 0.7000, indikator momentum ACY mensinyalkan kisaran 0.6960/70 sebagai target jangka pendek berikutnya.

 

Kekhawatiran Hard Brexit Terus Membebani Sterling

Minggu lalu, parlemen Inggris meloloskan Undang-Undang yang secara efektif dapat menghalau pemerintah saat ini untuk memberlakukan Hard Brexit. Kabar ini sayangnya gagal mengangkat GBP/USD dari bawah MA 30. Pair ini hanya rebound terbatas ke kisaran 1.2450 setelah terpuruk di level rendah baru pada area 1.2370.

Daily Chart Sterling menunjukkan level resistance dari pola Triple Top yang belum terkonfirmasi di level 1.2570. Akan tetapi, resistance yang lebih kuat di 1.2600 perlu "diamankan" terlebih dulu untuk mematok proyeksi penurunan berikutnya. Di sisi lain, EUR/GBP mencatatkan reversal tajam dari level tinggi 7 bulan di area 0.9040, dan menutup pekan lalu di 0.8960.

 

ACY


ACY adalah broker asal Australia yang telah memiliki ijin dari Australian Securities and Investments Commission (ASIC) dan menyediakan berbagai macam instrumen trading seperti Forex, Indeks, Metal, dan Komoditas. ACY dikenal luas berkat program Edukasi, Loyalty, dan Promosi yang menarik.

Arsip Analisa By : ACY
Xm

iklan

Advertisement

iklan

ACY adalah broker asal Australia yang telah memiliki ijin dari Australian Securities and Investments Commission (ASIC) dan menyediakan berbagai macam instrumen trading seperti Forex, Indeks, Metal, dan Komoditas. ACY dikenal luas berkat program Edukasi, Loyalty, dan Promosi yang menarik. Profil Selengkapnya

Pair Rate    
AUD/JPY 75.84 75.84 35
AUD/USD 0.6924 0.6924 17
EUR/CHF 1.1006 1.1006 42
EUR/USD 1.1178 1.1178 45
GBP/JPY 147.82 147.82 385
GBP/USD 1.3495 1.3495 323
NZD/USD 0.6620 0.6620 21
USD/CAD 1.3158 1.3158 -28
USD/CHF 0.9846 0.9846 -2
USD/JPY 109.54 109.54 24
13 Dec 09:10