Waskita Karya (WSKT) Rela Berdarah-Darah Demi Gross Profit Margin

280646

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (kode saham WSKT) adalah perusahaan BUMN yang bergerak dalam industri konstruksi dan jasa terkait. Berikut ini analisa saham WSKT.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Nama Perusahaan: PT Waskita Karya, Tbk
Industri: Jasa Konstruksi
Sektor: Capital Goods

Ambisi Presiden Indonesia, Pak Joko Widodo, untuk mendongkrak ekonomi Indonesia, salah satunya adalah dengan cara melakukan pembangunan infrastruktur. Menurut beliau, dengan infrastruktur mobilisasi penjualan akan lebih baik, biaya distribusi dapat menurun, ekonomi dapat lebih merata, meningkatkan melakukan pembangunan merata, harga-harga bisa sama semua. Pendapatan masyarakat naik, mobilisasi penjualan lebih baik, dan akan berdampak baik pada penerimaan pajak.

Waskita adalah salah satu perusahaan konstruksi yang ditunjuk untuk melakukan proyek pembangunan nasional. Rencana pemerintah adalah membentuk Skema Pengiriman Daur Ulang (sebuah prosedur untuk mendapatkan dana guna mencapai tujuan) untuk menyelesaikan target pembangunan jalan tol sepanjang 1,270 km pada tahun 2019.

 

Sekilas Tentang Waskita (WSKT)

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (kode saham WSKT) adalah perusahaan BUMN yang bergerak dalam industri konstruksi, dan jasa terkait lainnya, seperti desain dan pembangunan; jasa penyewaan, jasa keagenan, investasi, agroindustri, pekerjaan terpadu (Engineering, Procurement, and Construction/EPC), jasa konsultasi manajemen; manajemen bangunan; pembuatan material dan komponen bangunan; beton pracetak di pabrik di Cibitung, Pasuruan, Benoa, Sadang dan Palembang; realty, yang melibatkan dalam pembangunan gedung perkantoran, hotel, apartemen dan kondominium; energi yang berkaitan dengan pengoperasian pembangkit listrik tenaga air mini di Sumatera Barat, dan investasi di jalan tol.

Saham Waskita Karya WSKT

Waskita Karya (WSKT) pada awalnya merupakan sebuah perusahaan asing bernama "Volker Aaneming Maatschappij NV" yang kemudian dinasionalisasi sebagai Perusahaan Negara (PN) Waskita Karja pada tahun 1961. Sejak itu, Waskita karya (WSKT) telah mengalami beberapa pasang surut. Yang terburuk adalah pada tahun 2010 ketika Waskita karya (WSKT) hampir mendekati kematiannya dan terjebak dalam hutang yang dalam juga.

Hingga 2010, akhirnya sebuah harapan datang ke Waskita Karya melalui pemilihan Muhammad Choliq selaku Direktur Utama Waskita Karya (WSKT). Di tangannya, WSKT direformasi menjadi salah satu perusahaan konstruksi terbesar dan terkuat di Indonesia. Hanya butuh waktu setahun, Waskita Karya (WSKT) menghasilkan laba bersih sebesar Rp172 juta di tahun 2011.

Tidak hanya itu, di tahun yang sama, Waskita Karya (WSKT) juga meningkat sebagai Perusahaan Konstruksi dengan pendapatan terbesar berasal dari Proyek Konstruksi, yaitu sebesar Rp7.27 Triliun. Pertumbuhan laba bersih yang dilakukan oleh Waskita juga merupakan salah satu yang paling sukses dan stabil di antara Perusahaan Konstruksi lainnya. Faktor manajemen secara signifikan membuat perbedaan di sini. Pada 19 Desember 2012, Waskita resmi melakukan Initial Public Offering (IPO).

 

Pembiayaan Proyek-Proyek Waskita Karya

Dalam melaksanakan proyek-proyeknya, WSKT cenderung lebih menyenangi metode pembayaran turnkey, yang mana tidak seperti pembayaran dengan sistem termin, sistem turnkey mewajibkan kontrakor menyelesaikan proyeknya sampai selesai terlebih dahulu lalu dibayar full di akhir. Maka untuk membiayai proyek-proyeknya biasanya kontraktor turnkey mengandalkan hutang. Walaupun rasio hutang meningkat, namun proyek-proyek turnkey menghasilkan gross profit margin yang jauh lebih besar daripada proyek-proyek biasa.

Muhammad Choliq, selaku direktur utama WSKT mengatakan bahwa proyek turnkey-nya akan dibayar sebesar Rp 30 triliun pada semester pertama 2018. Itu akan sangat membantu arus kas perusahaan tahun depan. Arus kas WSKT yang minus adalah masuk akal karena kontrak yang diambil oleh WSKT sebagian besar bersifat turnkey. Pembiayaan pengerjaan proyek sebelum dibayar selalu rumit. Berikut adalah opsi yang direncanakan oleh WSKT untuk membiayai proyek jalan tol yang membentang sepanjang 1,260 km:

  • Waskita Karya melalui anak perusahaannya, PT Waskita Toll Road melakukan divestasi sembilan ruas jalan tol TransJawa. Namun divestasi melalui tender gagal karena tidak terjadi kesepakatan. Harga penawaran tidak bisa diterima WSKT. Banyak yang pesimis bahwa WSKT dapat merampungkan proyek pemerintah ini, namun WSKT tetap maju dan divestasi tetap dilangsungkan melalui mekanisme penawaran langsung atau one on one. Gagalnya proses divestasi melalui tender membuat harga saham turun drastis. Sebagai Direktur Utama Waskita Karya, M. Choliq tetap optimis pada WSKT dan terus mengoleksi saham WSKT.
  • Melakukan initial public offering (IPO) baik dengan bekerjasama dengan Jasa Marga (JSMR) maupun sendiri saja oleh anak perusahaannya, Waskita Toll Road sendiri. IPO akan berlangsung pada akhir tahun.
  • Penawaran obligasi. WSKT menargetkan meraih dana Rp 5 triliun dari masyarakat dengan menerbitkan obligasi dalam tiga tahap. Tahap pertama, perusahaan menawarkan obligasi Rp2 triliun, tahap kedua sebesar Rp 900 miliar. Untuk tahap ketiga, perusahaan menawarkan obligasi sebesar Rp 1,657 triliun. Tahap ketiga dibagi menjadi dua seri; Seri A yaitu Rp 747 miliar dengan tingkat 8.5 persen dengan jangka waktu 3 tahun sejak penerbitan. Pembayaran pokok obligasi Seri A secara penuh akan dibayarkan pada tanggal 21 Februari 2020. Untuk Seri B; Ini merupakan penawaran sebesar Rp 910 miliar dengan tingkat bunga 9 persen dengan jangka waktu 5 tahun. Pembayaran pokok obligasi akan dibayarkan penuh pada tanggal 21 Pebruari 2020.
  • Mengambil pinjaman. Pinjaman senilai Rp 5 triliun diperoleh dari PT Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBC) sebagai sales mandate lead arranger dan bookrunner.

 

Pernyataan Akhir Terkait Pembiayaan Proyek 

Untuk tahun 2017 ini, M. Choliq menyatakan bahwa perusahaannya masih memiliki dana cadangan sebesar IDR 16 Trilyun yang dapat diambil kapanpun. Jumlah tersebut sudah termasuk pinjaman sebesar IDR 5 Trilyun kredit sindikasi dari PT Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBC), penjualan obligasi dan dana cadangan WST sendiri. Di semester I/2018, WSKT juga akan memperoleh pembayaran proyeknya yang mana sudah hampir rampung, sebesar IDR 30 Trilyun. Perusahaan dinyatakan mampu mendanai operasionalnya hingga Desember 2017.

Laporan Keuangan Kuartal III telah dirilis dan dinyatakan mengalami peningkatan laba bersih. Namun, saham WSKT hanya naik sedikit dan ditutup melemah ke angka 2040.

 

Kinerja Perusahaan Waskita Karya (WSKT)

Kinerja Waskita Karya WSKT

Secara umum kinerja WSKT, dinilai dari pertumbuhan ekuitas, pendapatan dan laba bersihnya, adalah baik. Untuk Kuartal III/2017, tercatat pendapatan WSKT adalah sebesar 28,530 milyar, laba bersihnya 2,905 milyar, sedangkan Equity-nya 21,950 milyar.

Analisa Saham WSKT

**Actual Quarter
***Annualized
Source: Ipotnews

P/E: 10.42, masih baik karena P/E < 15
PBV: 1.24x, Masih baik karena PBV < 1.5
D/E: 2.64. Tidak baik. Hutang harus di bawah Equity. Maka D/E < 1 yang dianggap baik.

 

Kesimpulan Mengenai Saham WSKT

Waskita Karya merupakan perusahaan yang menarik terutama dari sisi manajemennya. Di tengah persaingan perusahaan konstruksi yang sengit, WSKT berusaha tetap mempertahankan harga tinggi dengan cara mencari proyek-proyek turnkey yang banyak dihindari perusahaan konstruksi lainnya. Perusahaan konstruksi lainnya lebih menyukai pembayaran termin yang dilakukan setiap periode termin yang disepakati, namun dampaknya harga ditekan ke level laba yang cukup tipis, mengingat banyaknya perusahaan lainnya yang juga mengincar proyek-proyek termin.

WSKT demi gross profit margin yang jauh lebih tinggi rela mengambil resiko berhutang banyak demi membiayai proyek-proyek turnkey nya. Semua dilakukan demi kelangsungan jangka panjang perusahaan. Tidak banyak yang berani seperti ini, namun sejauh ini berhasil. Laba bersih selalu meningkat, perusahaan secara jangka panjang sangat baik prospeknya.

Saham WSKT sempat jatuh karena ketidakpercayaan publik atas kemampuan WSKT dalam membiayai proyek-proyeknya. Namun sejauh ini terbantahkan dengan keluarnya Laporan Keuangan Kuartal III yang baik. Saham WSKT akan jauh lebih baik saat proyek turnkey-nya yang senilai 30 Trilyun dibayarkan. Jadwal pembayaran oleh pemerintah adalah di semester satu 2018.

Arsip Analisa By : Shanti Putri

Shanti Putri adalah seorang investor agresif mandiri yang merupakan mantan broker di sebuah sekuritas ternama, terutama berkecimpung di dunia saham. Dalam berinvestasi, Shanti melakukan analisa sebelum membeli dan melakukan Averaging selama fundamental masih berada di jalurnya. Sebuah kutipan dari Sun Tzu menjadi panduannya, 'Know yourself, know what you face then you will win in a thousand battles.'