OctaFx

iklan

Wika Beton Kecipratan Euforia Infrastruktur

212504

Akhirnya, Senin (17/11) Presiden Joko Widodo memutuskan untuk memangkas besarnya subsidi bahan bakar minyak hingga Rp 100 triliun. Dengan dana sebesar itu, pemerintah dinilai siap merealisasikan sejumlah proyek infrastruktur. Terealisasinya berbagai proyek besar tersebut dinilai akan mendatangkan keuntungan tersendiri untuk emiten BUMN konstruksi dan pendukungnya, termasuk WIKA BETON (kode saham WTON)

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Akhirnya, Senin (17/11) Presiden Joko Widodo memutuskan untuk memangkas besarnya subsidi bahan bakar minyak. Tidak tanggung-tanggung, nilai yang dipangkas hingga Rp 100 triliun. Dengan dana sebesar itu, pemerintah dinilai siap merealisasikan sejumlah proyek infrastruktur. Mulai dari pembangunan jalan baru sepanjang 2,650 kilometer (km), pembangunan jalan tol 1,000 Km, pemeliharaan jalan 46,770 Km, pembangunan 15 bandara baru hingga pembangunan 24 pelabuhan baru, diharapkan bisa terealisasi.

Terealisasinya berbagai proyek besar tersebut dinilai akan mendatangkan keuntungan tersendiri untuk emiten BUMN konstruksi. Selain emiten BUMN konstruksi, emiten lain yang ikut menikmati euforia infrastruktur ini adalah emiten pendukung, seperti WIKA BETON.

WIKA BETON

Wika Beton (WTON)

Wika Beton (kode saham WTON) merupakan emiten yang tergolong sebagai pendatang di bursa efek Indonesia. Sahamnya sendiri mulai diperdagangkan pada kuartal kedua tahun ini. Meskipun tergolong sebagai emiten baru, usaha Wika Beton tidak bisa dianggap biasa. Karena, Wika Beton merupakan pemimpin di pasar industri beton pracetak Indonesia.  Hingga kini, Wika Beton dikenal luas sebagai produsen produk-produk beton berkualitas tinggi, antara lain, tiang pancang, balok jembatan, pipa, bantalan jalan rel kereta api, dinding penahan tanah, produk beton maritim dan beton bangunan gedung.

Wika Beton awalnya sebagai sebuah divisi di bawah naungan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk tahun 1978. Divisi ini mengawali eksistensinya dengan memproduksi tiang listrik dengan metode konvensional untuk keperluan PLN. Setelah kegiatan usahanya bertumbuh pesat, divisi tersebut berdiri sebagai entitas tersendiri dengan nama PT WIKA Beton pada tahun 1997.

Wika Beton makin mantap menumbuhkan usahanya. Tercatat, tahun 2012 Wika Beton mendirikan Wika Kobe (Wijaya Karya Komponen Beton). Wika Kobe adalah perusahaan patungan antara Wika Beton bersama PT Komponindo Beton jaya (Kobe) yang merupakan anak perusahaan PT Mitsubishi Construction Co., Ltd., Selain menggandeng Kobe, Wika Beton Juga menggandeng PT Krakatau Engineering membentuk Wijaya Karya Krakatau Beton di akhir tahun 2013.


Sales Performance WIKA BETONGrafik Sales Performance Wika Beton

Hingga tahun 2013, pendapatan Wika Beton mencapai 2.6 triliun. Angka tersebut naik 30% jika dibandingkan tahun 2012. Dan, jika dilihat dari pendapatan tahun 2008, pertumbuhan rata-rata pendapatan Wika Beton mencapai 21% tiap tahunnya. Beberapa proyek sepanjang 2013 yang mengokohkan pendapatan Wika Beton diantaranya Krakatau Steel Plant Expansion Bant, Site Office Project - POSCO Banten, PTBA-EPC of Tarahan Port Expansion Phase 5 di Lampung Lampung, ISM JV KS-POSCO Banten, Jalan Layang Non Tol Kampung Melayu – Tanah Abang Jakarta, Gorgon Barrow Island LNG Jetty and Marine Gorgon Island, Australia dan beberapa proyek lainnya.

Pendapatan Wika Beton tahun 2014 masih tetap kuat. Tercatat, hingga akhir September Wika Beton berhasil memperoleh pedapatan hingga 2.3 triliun. Pendapatan tersebut naik 14% dari tahun sebelumnya dengan periode yang sama. Beberapa proyek potensial masih menjadi penopang penadapatan Wika Beton diantaranya, bangunan gedung perkantoran di wilayah Cawang (Jakarta), Carpark Terminal 3 Bandara International Soekarno-Hatta di Jakarta. Serta Wika Beton juga sedang mengerjakan proyek Deli Plaza di Medan dan bangunan industri RFCC di Cilacap.

Dari total pendapatan yang diperoleh Wika Beton, kontribusi pendapatan terbesar diperoleh dari tiang pancang. Nilai pendapatan tiang pancang mencapai 1.5 triliun atau setara 65% dari total pendapatan Wika Beton. Sedangkan tiang beton dan beton jembatan berkontribusi masing-masing sebesar 5% dan 13% dari total pendapatan Wika Beton.

Pendapatan Wika Beton akan semakin kuat dengan mulai beroperasinya 2 pabrik baru yang berlokasi diberlokasi di Cilegon dan Lampung selatan. Sehingga, kini Wika Beton sudah memiliki 10 pabrik precast di Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi dengan total kapasitas tahunan mencapai 2 juta ton. Dengan kapasitas produksi terbesar tersebut, Wika Beton menguasai pangsa pasar 42.7%  dengan tingkat utilisasi mencapai 87%.

Prospek Ke Depan

Menariknya, Wika Beton telah mengamankan pasokan bahan baku dengan mengakuisisi tiga area tambang di tahun 2013 yang terletak di Lambung, Cigudeg (Jawa Barat) dan Palu (Sulawesi Tengah). Dengan pasokan bahan baku tersebut, Kebutuhan bahan baku Wika Beton selama 40 tahun sudah terpenuhi. Selain itu, Wika Beton akan memperbesar kapasitas produksi hingga 3.3 juta ton pada 2018.

Untuk merealisikan target tersebut, Wika Beton (WTON) memulai pembangunan pabrik beton  berkapasitas 50-100 ribu ton/tahun di Balikpapan. Sebelumnya, perseroan juga telah mengakuisisi perusahaan beton pracetak PT Citra  Lautan Teduh (CLT). CLT memiliki kapasitas yang dapat dioptimalkan hingga 350,000 ton per tahun dengan luas lahan 27.5 hektar. Posisi pabrik yang berada di tepi pantai dan dilengkapi dengan dermaga sendiri, memudahkan dalam pendistribusian produk dengan biaya distribusi relatif murah, karena langsung menggunakan transportasi melalui jalur laut.

CLT memiliki pasar produk tiang pancang serta pracetak beton lainnya yang kuat di wilayah Batam dan Sekitarnya. Produk CLT juga dipasarkan untuk memenuhi permintaan dari negara sekitar, yaitu Singapura, Johor Malaysia, serta Brunei Darussalam.

Pertumbuhan pendapatan juga akan diperoleh, ketika proyek-proyek besar pemerintah terealisasi. Beberapa proyek seperti pembangunan jalan baru sepanjang 2,650 kilometer (km). dan pembangunan jalan tol sepanjang 1,000 km bisa mendongkrak penjualan beton jembatan. Pemerintah juga akan membangun 15 bandara baru dan 24 pelabuhan baru yang tentunya juga dapat menjadi tambahan pendapatan Wika Beton.

Pendapatan bantalan jalan kereta api Wika Beton juga ikut mendapatkan berkah. Karena, pemerintah berencana untuk membangun jalur kereta api sepanjang 3,258 Km di Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan yang terdiri dari jalur KA antar kota 2,159 km dan jalur KA perkotaan 1,099 Km. Selain itu, masih banyak proyek lain yang masih bisa Wika Beton garap.

Potensi pertumbuhan Wika Beton ke depan masih sangat besar. Apalagi, banyak proyek-proyek besar yang siap digalakkan pemerintah, dan akan menjadi garapan Wika Beton membuat bisnis Wika Beton akan semakin berkibar kencang. Karenanya, dengan peluang pertumbuhan masa depan yang besar, menjadikan Wika Beton sangat diminati dan diburu para pelaku pasar. Terbukti, hingga  Jumat (21/11) harga saham WTON sudah tumbuh 105% dibandingan harga perdananya (Initial Public Offering/IPO).

Dengan kenaikan harga saham yang signifikan tersebut, saham WTON kini diperdagangkan dengan PBV sebesar 5.12 kali, PER sebesar 36.1 kali dan dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar 10, triliun. Pendapatan perseroan hingga kuartal III 2014 sebesar 2.3 triliun dengan laba bersih yang dicatatkan sebesar 219 miliar. Dengan demikian, net profit margin Wika Beton sebesar 9%, ROA 8% dan ROE 14%.



Arsip Analisa By : Royan Aziz

Alumni jurusan Manajemen Universitas Negeri Semarang yang aktif di bidang saham sejak masa kuliah. Royan berfokus pada analisa fundamental dalam memilih investasi potensial, khususnya valuasi emiten.