Advertisement

iklan

Yuk, Intip Kinerja Unilever Di Kuartal Tiga 2014

208704

PT Unilever Indonesia Tbk (kode saham UNVR) merupakan perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) terkemuka. Kinerja perdagangan saham UNVR di Bursa Efek Indonesia pun cukup memberikan keuntungan bagi pemegang sahamnya.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Selepas bangun tidur, menggosok gigi pakai pasta dan sikat gigi Pepsodent. Saat mandi, membersihkan badan dengan Lifebuoy dan membersihkan rambut menggunakan Sunsilk. Selesai mandi, bersantai sejenak diteras depan rumah sambil baca koran, dan ditemani hangatnya teh Sariwangi. Saat membuat sarapan, agar rasa manisnya begitu meresap, tambahkan Kecap Bangau. Dan agar rasa masakan terasa lebih mantap, tambahkan Royco.

Tentu beberapa brand produk diatas adalah produk yang biasa kita pakai dalam keseharian kita. Namun, tahukah kita siapa pemilik brand brand produk tersebut? ya, deretan produk tersebut adalah brand produk PT Unilever Indonesia Tbk (kode saham UNVR). Unilever merupakan perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) terkemuka. Selain beberapa brand tadi, masih ada berbagai brand lain dengan total hingga 40 brand produk dibawah bendera Unilever Indonesia.

Unilever (Kode Saham UNVR)
Menariknya, mayoritas brand produk tersebut begitu sering kita gunakan setiap hari. Mulai dari pembersih tubuh, pembersih pakaian, pembersih rumah, kosmetik, bumbu penyedap masakan hingga ice cream, merupakan produk Unilever Indonesia. 40 brand produk ditambah dengan varian dari masing-masing produk tersebut. Entah, berapa banyak produk Unilever tersebar di pasaran sekarang.

Unilever Indonesia merupakan pemain utama bisnis home and personal care (HPC). Hampir 60% persen pasar HPC nasional dikuasai Unilever melalui brand produk yang sudah disebutkan di awal tersebut. Selain sebagai pemain di bisnis home and personal care (HPC), Unilever juga menjalankan bisnis foods and refreshment. Dan tentu saja, dalam bisnis foods and refreshment pun Unilever menjadi pemain utama dengan brand-brand seperti Sariwangi, Kecap Bangau, Jus Buah Buavita, Blue Band, Es Krim Paddle Pop dan lainnya.

Kinerja Unilever Indonesia Kuartal Tiga 2014

 

Revenue Performance UnileverRevenue Performance Unilever Hingga Kuartal III 2014 Per Bidang

Pendapatan Unilever Indonesia ditopang baik oleh bisnis home and personal care ataupun foods and refreshment. Lebih dari itu, pendapatan dari bisnis keduanya terus mengalami pertumbuhan. Hingga kuartal ketiga 2014, bisnis HPC mencatatkan pendapatan sebanyak 18 trilyun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, pendapatan bisnis HPC tersebut mengalami pertumbuhan 11%. Bisnis HPC masih menjadi andalan utama pendapatan Unilever, yaitu sebanyak 71% dari total pendapatan disumbangkan dari bisnis ini.

Sedangkan melalui bisnis foods and refreshment, Unilever mendapatkan tambahan pendapatan sebesar 7 trilyun. Jika dibandingkan dengan bisnis home and personal care, bisnis foods and refreshment mengalami kenaikan lebih besar, yaitu 19% dari periode yang sama pada tahun lalu.


Revenue Performance UnileverRevenue Performance Unilever Hingga Kuartal III 2014 Di Pasar Domestik dan Luar Negeri

Dilihat dari segi wilayah pasarnya, Unilever Indonesia nampaknya masih mengandalkan pasar dalam negeri dalam mendapatkan pundi-pundi pemasukannya. Tercatat, dari pasar domestik, Unilever mampu menyerap 24 trilyun atau persentase pendapatan dari pasar domestik sebesar 95% dari total pendapatan. Meski persentasenya masih besar, pendapatan dari pasar domestik nampaknya mengalami pertumbuhan, yaitu tumbuh 12% dari pendapatan di periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan pendapatan dari pasar ekspor, UNVR hanya mencatatkan penjualan sebesar 1,4 triliun. Meski pendapatan ekspor memiliki kontribusi lebih sedikit terhadap pendapatan total UNVR, pendapatan dari pasar ekspor ini mengalami kenaikan cukup signifikan, yaitu sebesar 32% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Unilever terus berupaya memasarkan produk home and personal care ataupun foods and refreshment ke daerah-daerah yang belum pernah dipasarkan sebelumnya. Selain itu, Unilever pun tengah berupaya untuk memperbesar porsi pendapatan hasil ekspor untuk beberapa tahun kedepan. Demi mendukung upaya tersebut, Unilever kini tengah menyelesaikan pembangunan pabrik oleochemical baru dengan kapasitas 143.000 ton per tahun. Beberapa produk buatan pabrik tersebut seperti fatty acid, surfactant, soap noodles dan glycerine.

Untuk meningkatkan pendapatan dari foods and refreshment, Unilever tengah mendongkrak kapasitas produksi dan memperbaiki mesin, terutama mesin produksi es krim. Selain itu, perusahaan juga telah menambahkan kabinet es krim setelah pada 2011 memperluas pabrik es krim Wall's di Cikarang. Saat ini Unilever memiliki enam pabrik di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang dan dua pabrik di Kawasan Industri Rungkut, Surabaya

Secara keseluruhan, penjualan Unilever sampai kuartal ketiga tahun 2014 masih tumbuh seperi biasanya. Pendapatan perusahaan hingga kini mencapai 26 triliun atau naik 13% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Tahun 2013 yang lalu, Unilever juga mampu mencatatkan pendapatan hingga 23 triliun pada kuartal ketiga, atau naik 13% dari tahun 2012 yang mencatatkan pendapatan sebesar 20 triliun.

Namun, beban operasional pada 2014 ini melonjak cukup signifikan, sebesar 19%. Sedangkan di tahun lalu, beban tersebut hanya naik 12%. Dengan kenaikan beban operasional yang cukup besar tersebut, laba bersih yang dapat dikonversikan Unilever pun ikut tergerus. Laba bersih Unilever tercatat 4 triliun atau melambat 1% dari tahun sebelumnya.

Jika mengingat kembali histori kinerja Unilever, masalah kenaikan signifikan beban biaya operasional sebenarnya sudah terjadi sejak awal tahun. Hal ini dapat dilihat dari pendapatan Unilever yang naik 15%, namun laba bersih melambat hingga 5%. Beban operasional meningkat 22%, sehingga margin laba bersihnya pun tergerus menjadi 16%.

Upaya UNVR untuk mengatasi perlambatan kinerja di kuartal pertama berjalan lancar. Pendapatan UNVR hingga akhir semester satu tercatat 17 triliun, atau naik 14% dari tahun sebelumnya dengan periode yang sama yaitu 15 triliun. Laba bersih semester pertama pun tercatat tumbuh 1% menjadi 2,8 triliun. Meski tumbuh tipis, paling tidak masalah perlambatan yang terjadi di kuartal sebelumnya dapat disesaikan.


Tren Revenue Unilever Indonesia (UNVR)Tren Revenue Unilever Hingga Kuartal III 2014

Masalah perlambatan kinerja di kuartal awal nampaknya kembali dihadapi UNVR. Hal ini nampak dari laba bersih yang perseroan dapatkan hingga akhir kuartal ketiga melambat 1%. Meskipun melambat tipis, pendapatan perseroan masih mampu tumbuh hingga 13%.  Jika melihat pendapatan UNVR di kuartal ketiga beberapa tahun sebelumnya, pendapatan perseroan selalu tumbuh, yaitu 17% di tahun 2012 dan 13% di 2013. Laba bersih perseroan pun beberapa tahun sebelumnya dapat tumbuh, yaitu 21% di tahun 2012 dan 12% di 2013. Namun sayangnya, laba bersih hingga kuartal 3 tahun ini mengalami penurunan 1%. Dengan penurunan laba bersih tersebut, net profit margin UNVR yang biasanya di kisaran 18% turun menjadi 16%.


Tren Net Income Unilever Indonesia (UNVR)Tren Net Income Unilever Hingga Kuartal III 2014


Aset Tumbuh Stabil, Fundamental UNVR Menarik

UNVR merupakan saham dengan kapitalisasi tergolong besar di Bursa Efek Indonesia. Nilai market kapitalisasinya hingga kini mencapai 223 triliun. Karena nilai market kapitalisasinya yang besar tersebut, UNVR masuk sebagai saham Blue Chip.

Kinerja perdagangan saham UNVR pun cukup memberikan keuntungan bagi pemegang sahamnya. Karena, jika dilihat dari tahun 2008, rata-rata kenaikan saham UNVR mencapai 32% tiap tahun. Kenaikkan sebesar itu wajar saja, mengingat perseroan mampu menjaga kestabilan pertumbuhannya.


Performa Aset Unilever Indonesia (UNVR)Performa Aset Unilever Indonesia (UNVR) Hingga Kuartal III 2014

Hingga akhir kuartal tiga tahun 2014, aset perseroan tercatat mencapai 15 triliun atau naik sebesar 14% dari tahun 2013 sebesar 13,3 triliun. Selain aset yang tumbuh, hutang perseroan juga ikut tumbuh. Pertumbuhan hutang perseroan juga masih dibawah pertumbuhan aset, yaitu 7%. Senada dengan pertumbuhan aset dan hutang perseroan, ekuitas perseroan pun ikut berkembang dengan persentase lebih tinggi dibandingkan hutang maupun aset perseroan, yaitu ekuitas tumbuh 29%.

Melihat bagaimana UNVR tetap mencatatkan pertumbuhan pada tahun 2014, semakin menegaskan bahwa UNVR adalah perusahaan yang secara konsisten menjaga kestabilan pertumbuhan. Karena, jika menilik dari laporan beberapa tahun sebelumnya, perseroan selalu mencatatkan pertumbuhan berkelanjutan. Dari 2008, rata rata pertumbuhan aset perseroan mencapai 15%, dengan pertumbuhan rata-rata hutang 20% tiap tahunnya dan pertumbuhan ekuitas 11% tiap tahunnya.


Rasio Performa Unilever Indonesia (UNVR)Rasio Operasional UNVR Hingga Kuartal III 2014

Selain kestabilan pertumbuhan perusahaan, hal menarik lainnya dari UNVR adalah rasio operasionalnya stabil selama beberapa tahun sebelumnya. Seperti gross profit perseroan dan operating income margin yang berturut-turut tercatat dengan rata rata sebesar 50% dan 23% tiap tahun. Demikian pula, net profit margin UNVR juga tumbuh stabil, yaitu dengan rata-rata berkisar 17%.


Performa Keuangan UNVRPerforma Keuangan UNVR Hingga Kuartal III 2014

Hingga akhir kuartal tiga tahun 2014, porsi hutang UNVR tercatat sebesar 64% dari total aset, atau 1,77 kali dari ekuitas. Dengan angka hutang sebesar itu, hutang perseroan dinilai masih wajar. Sedangkan ROA UNVR tercatat sebesar 36% dengan ROE tercatat sebesar 99%. Karena perlambatan kinerja operasional UNVR yang  terjadi ditahun ini, besarnya ROA dan ROE perseroan ikut turun. Namun menariknya, baik ROA ataupun ROE UNVR masih besar persentasenya. Sejak tahun 2008, tiap tahun perseroan selalu mencatatkan rata-rata ROA hingga 39% dan rata-rata ROE sebesar 100%. Melihat ROA dan ROE stabil sebesar itu setiap tahunnya, semakin menjadikan UNVR sebagi perusahaan yang menarik, mengingat jarang ada perusahaan mampu mencatatkan rasio sebaik itu.

Dari beberapa hal menarik yang sudah disebutkan diatas, maka wajar saja jika dalam beberapa tahun sebelumnya, banyak investor menjadikan UNVR sebagai barang investasinya. Apalagi ketika kinerja perseroan tidak banyak terpengaruh ketika krisis yang terjadi di tahun 2008, semakin membuat investor memburu saham UNVR. Sehingga membuat PBV perseroan nilainya sangat besar hingga 40 kali, dan PER perseroan yang tercatat hingga 41 kali.

Dalam kondisi demikian, penulis menganggap pantas jika perusahaan sekelas UNVR dihargai dengan PER dan PBV sebesar itu. Produk-produk UNVR, terutama produk Home And Personal Care sudah menjadi kebutuhan pokok sehari-hari. Misalnya saja, kita tidak mungkin mencuci baju tanpa menggunakan detergent, atau kita tidak mungkin mengganti pasta gigi dengan bahan lain untuk membersihkan gigi kita. Karena sudah menjadi kebutuhan pokok, seberapa pun harga produk tersebut dan seberapa lemah daya beli kita, kita pasti membelinya. Karena itulah, walaupun ekonomi domestik melambat,  diyakini tidak akan berpengaruh banyak terhadap kinerja operasional UNVR.

Arsip Analisa By : Royan Aziz

Alumni jurusan Manajemen Universitas Negeri Semarang yang aktif di bidang saham sejak masa kuliah. Royan berfokus pada analisa fundamental dalam memilih investasi potensial, khususnya valuasi emiten.