Ancaman China Yang Bikin Dolar AS Pontang-Panting

   By: A Muttaqiena    view: 1479   Berita Forex

Seputarforex.com - Pada pertengahan sesi Eropa hari Rabu kemarin, semua pasangan mata uang mayor mendadak bergolak dan Dolar AS menderita penurunan harian paling tajam dalam delapan bulan, menyusul laporan Bloomberg bahwa seorang pejabat China merekomendasikan agar menghentikan pembelian Obligasi AS. Akibatnya, meski yield Obligasi AS (10-year Treasury) melonjak hingga level tertinggi dalam 10 bulan, tetapi Dolar AS anjlok sekitar 1 persen dan melemah terhadap mayoritas mata uang mayor lainnya. Indeks Dolar AS (DXY) masih tertekan hingga awal sesi perdagangan Asia hari Kamis ini (11/Januari), dengan posisi minus 0.04% di 92.30.

Kenapa isu akan dihentikannya pembelian Obligasi AS oleh China ini bisa berdampak sedemikian besar di pasar forex?

 

Ancaman China - Obligasi AS

 

Awal Perang Dagang AS - China?

Dalam sebuah pernyataan, otoritas China menyampaikan, "Strategi investasi tidak berkaitan dengan pembelian atau penjualan harian. Ada faktor-faktor yang diamati dengan cermat, seperti outlook suplai utang pemerintah AS, bersama dengan perkembangan politik, termasuk perselisihan antara kedua negara dengan ekonomi terbesar dunia, ketika memutuskan untuk memangkas sejumlah kepemilikan obligasi (Treasury)."

Pernyataan tersebut dianggap sebagai upaya pemerintah China untuk memaksa Presiden Donald Trump mempertimbangkan kembali sanksi dagang yang berulangkali diancamkannya akan diterapkan atas China. Salah satunya baru-baru ini, Departemen Perdagangan AS diekspektasikan akan merekomendasikan untuk mengimplementasikan bea impor atas Besi dan Aluminium, sebuah langkah yang jelas diarahkan untuk melumpuhkan keunggulan dagang China.

Meskipun tidak disampaikan secara resmi oleh Beijing, tetapi tak ada pejabat tinggi yang menepis pernyataan tadi, sehingga pasar menganggap bahwa ancaman balik China tersebut disetujui oleh pemerintah pusatnya.

 

Periode Bullish Obligasi AS Tamat

China selama ini merupakan salah satu pemborong Obligasi AS terbesar. Menurut data yang dikutip oleh Investopedia, China dan Jepang berada dalam jajaran puncak investor Asing pembeli obligasi AS, dengan masing-masing memiliki 5.5% dari total utang publik negeri Paman Sam.

Kekhawatiran mengenai dominasi kepemilikan China atas Obligasi AS agak berkurang dalam beberapa tahun terakhir karena Federal Reserve melakukan pembelian obligasi masif dalam program Quantitative Easing; dan meskipun QE sudah diakhiri, hingga kini pun belum menjual kembali obligasi-obligasi yang telah terhimpun sebelumnya. Akan tetapi, tahun ini Fed diekspektasikan akan "menormalisasi Balance Sheet (Neraca Keuangan)" yang dalam bahasa awam secara kasarnya bisa dikatakan bahwa Fed akan "menjual kembali" obligasi yang tersimpan tersebut.

Lebih buruk lagi, pemangkasan pajak yang baru diumumkan Amerika Serikat pada akhir tahun lalu akan berdampak pada membengkaknya defisit negara hingga 1 triliun Dolar dalam setahun ke depan. Guna menalangi defisit tersebut, AS diekspektasikan akan merilis lebih banyak lagi surat utang (Obligasi) dalam tahun 2018 ini.

Mengenai ini, Kathy Lien dari BK Asset Management mencatat, "Karena Departemen Keuangan AS akan menaikkan suplai utang (publikasi Obligasi) pada 2018, (maka) jika China berhenti membeli Obligasi AS (Treasury), (berarti) pasar bullish dalam obligasi sudah resmi berakhir. Harga Obligasi akan kolaps, yield akan meroket, dan Dolar akan jatuh."

281895

Sedikit Diatas Ekspektasi, Jobless Claims Mingguan AS Turun Tipis Sedikit Diatas Ekspektasi, Jobless Claims Mingguan AS Turun Tipis
By Pandawa, 19 Apr 2018, In Berita Forex, View 150
Rata rata pengerakan (moving average) selama empat pekan yang sering digunakan untuk mengukur trend Jobless Claims AS meningkat sebesar 1,250 klaim menjadi 231,250 klaim
Inflasi Inggris Jeblok, Pounds Merosot Nyaris 1 Persen Inflasi Inggris Jeblok, Pounds Merosot Nyaris 1 Persen
By A Muttaqiena, 18 Apr 2018, In Berita Forex, View 543
Data inflasi Inggris merosot ke terendah dalam setahun, sehingga memangkas kemungkinan suku bunga dan mendorong Poundsterling Merosot.
Dolar AS Menguat Versus Yen Didukung Perundingan Damai Korea Dolar AS Menguat Versus Yen Didukung Perundingan Damai Korea
By A Muttaqiena, 18 Apr 2018, In Berita Forex, View 539
Pergerakan harga dipengaruhi Dolar AS yang menguat, antisipasi pasar di tengah upaya perundingan damai Korea, serta masih lesunya data ekonomi Jepang.
Dolar Australia Menguat Pasca Data Perdagangan China Dolar Australia Menguat Pasca Data Perdagangan China
By N Sabila, 13 Apr 2018, In Berita Forex, View 342
Dolar Australia menguat di sesi perdagangan Jumat siang ini, terangkat oleh data perdagangan China dan kembalinya minat risiko di pasar.
AUD/USD Turun Sedikit Pasca CPI China Dan Pidato Gubernur RBA AUD/USD Turun Sedikit Pasca CPI China Dan Pidato Gubernur RBA
By N Sabila, 11 Apr 2018, In Berita Forex, View 328
Walaupun Gubernur RBA menyinggung masalah kenaikan suku bunga, AUD/USD tampak tidak menunjukkan tambahan kenaikan.
Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi
By A Muttaqiena, 12 Jan 2018, In Berita Forex, View 1068
Setelah konfirmasi otoritas China soal rumor yang merebak kemarin, Dolar AS melemah akibat data Inflasi Produsen dan Klaim Pengangguran memburuk.
Topik Berita Forex

SHARE:

SHARE:

 

Topik Berita Forex