10 Cara Agar Tetap Percaya Diri Dalam Bertrading

279017

Pasar tidak bisa didikte dengan teori. Untuk menyemai rasa percaya diri dalam bertrading menghadapi pasar yang tak menentu, kita perlu menyimak dan meresapi kesepuluh hal ini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Kurang percaya diri adalah salah satu masalah yang paling umum dialami seseorang dalam memulai satu pekerjaan baru, termasuk juga para pemula dalam bertrading. Mengapa demikian?

Itu karena tak satu pun dari kita ingin menikmati kehilangan, bahkan kita benci melakukan kesalahan. Bahkan menghindari kesalahan dan kerugian telah ditanam ke dalam pikiran kita sejak masa kanak-kanak, terutama ketika di sekolah. Demikian pula orang tua kita, juga cenderung membuat doktrin ini ke dalam diri kita, agar tidak berbuat salah.

Oleh karena itu, kita membawa mentalitas ini sampai dewasa dengan berbagai cara, dan merasa kita harus melakukan segalanya dengan benar dan tidak pernah melakukan kesalahan, yang sebenarnya adalah sebuah kemustahilan.

Beberapa orang bahkan mungkin menganggap diri mereka sebagai "perfeksionis", yang menurut saya sulit dipercaya karena kesempurnaan tidak akan pernah bisa dicapai. Saya percaya selalu ada ruang untuk melakukan perbaikan.

Setelah bertrading selama hampir 8 tahun, saya terus belajar agar bisa menjadi lebih baik, karena saya yakin selalu ada cara untuk menjadi lebih baik. Tetapi, bagaimana cara agar kita percaya diri dalam aktivitas trading forex yang dijalankan ?

Cara Agar Percaya Diri Dalam Trading

 

1. Terimalah, kerugian merupakan bagian dari usaha, termasuk dalam trading dan investasi.

Sering kita melihat seorang pebisnis yang cenderung lebay, mereka akan merasa bersedih ketika mengalami kerugian, seperti orang merasa bahwa langit akan runtuh.

Padahal, kerugian adalah resiko yang harus ditanggung oleh seseorang yang membuka usaha. Merasakan kerugian sama pentingnya dengan mendapat keuntungan, Dengan merasakan kerugian maka akan mengerti betapa manisnya keuntungan. Kemudian kita juga semakin mengerti bentuk kerugian yang dialami. Kita juga akan lebih mengerti bagaimana cara mengantisipasi keadaan apabila kerugian itu datang kembali. Yang jauh lebih penting, kerugian telah mengajarkan, bahwa bisnis yang tengah dijalankan membutuhkan perhatian yang lebih serius lagi, termasuk dalam trading.

 

2. Membuat kesalahan adalah bagian dari aktivitas trading dan investasi.

Sama seperti, saat belajar sebuah keterampilan baru, dipastikan akan membuat kesalahan. Saat belajar menyetir motor, mobil atau keterampilan lainnya, akan dimulai dengan beberapa kesalahan. Namun seiring waktu, akhirnya menjadi ahli, pakar, mahir dan trampil.

Atau pernahkan anda melihat seorang anak kecil yang mencoba untuk belajar berjalan? Dengan rasa percaya diri, anak kecil tersebut mulai meraba, memegang kursi atau dinding. Lalu mencoba untuk berdiri, namun jatuh dan terpeleset, kemudian menangis. Lalu datanglah orang tuanya, memeluk dan mencoba untuk mengiburnya.

Adakah anak kecil tersebut frustasi atau putus asa? tidak mau mencoba berdiri dan berjalan lagi, hanya karena pernah terpleset dan jatuh? Tidak, bahkan anak tersebut tidak pernah kapok, setelah berhenti menangis, melakukan hal yang serupa. Terus menerus, sampai akhirnya pada usia tertentu, bisa benar-benar berdiri dan berjalan, dengan penuh tawa dan kegirangan.

Maka seperti itu pula gambaran saya dan anda ketika masih kecil. Mencoba, terus mencoba. akhirnya bisa sukses berdiri dan berjalan, setelah berulang kali jatuh dan terpleset. Demikian pula kesalahan-kesalahan yang terjadi dari aktivitas trading dan investasi.

 

3. Para trader dan investor terbaik di dunia mengalami kerugian dan berbuat kesalahan, maka saya dan anda tidak berbeda dari mereka.

Seorang Warren Buffett, tokoh investor dunia, secara terbuka mengakui telah membuat kesalahan pada banyak poin dalam karirnya. Sebagai contoh, di tahun 2008, Warren Buffett memborong saham perusahaan migas ConocoPhillips, dengan total nilai sebesar USD 7 milyar.

Dalam beberapa tahun kemudian, ia terpaksa menjual hampir semua saham perusahaan tersebut dengan kerugian USD 2.6 milyar. Warren Buffett mengakui bahwa ia kurang mengantisipasi kondisi makro dimana harga minyak dunia terus menurun dari USD 100/barrel sampai jauh di bawah USD 80/barrel, sehingga mempengaruhi kinerja perusahaan tersebut.

Warren Buffett

 

4. Rencanakan trading anda, maka trading anda akan terencana

Pernahkah Anda mendengar pepatah, "Jika anda gagal merencanakan, maka anda berencana untuk gagal"? Ini berlaku pula untuk aktivitas trading.

Pastikan, bahwa tidak ada satu pun transaksi yang bisa membuat keuntungan atau bahkan menghancurkan akun trading anda, kecuali memang trading tanpa rencana.

Banyak orang menjadi terobsesi dengan gagasan "melipatgandakan keuntungan", dan akhirnya masuk pasar seperti penjudi melakukan pertaruhan.

Mereka hanya melihat ke atas dan tidak pernah melihat ke bawah. Selain itu, leverage besar yang dipilihnya adalah faktor yang berkontribusi, karena memungkinkan seorang trader dengan akun sederhana seolah-olah menjadi profesional. Orang-orang ini tidak tahu, bahwa trader pro benci dengan leverage besar.

Jika seseorang dapat menempatkan trading kecil dengan besaran relatif lebih kecil dibanding ukuran akun mereka, misalnya, resiko kurang dari 0.5%, dari keseluruhan ukuran akun mereka, tentu trading akan menjadi proses yang jauh lebih mudah. Ini karena resiko kerugian besar tidak lagi menjadi masalah, dan karenanya, tidak akan melumpuhkan proses pengambilan keputusan.

 

6. Jika ingin sukses dalam jangka panjang, ketahuilah bahwa investasi dan trading adalah cara untuk menjadi kaya, namun tidak perlu terburu-buru. Santai dan bertahap.

Salah satu penyakit dari seorang trader adalah terobsesi dengan kepuasan cepat dan segera. Kita semua, sepertinya menginginkan segalanya "harus sekarang", padahal investasi dan trading tidak seperti itu. Terkadang seorang trader mungkin meraih beberapa keuntungan, namun kemudian kerugian datang menghampiri, bahkan kerugian itu lebih besar dari keuntungan yang didapat sebelumnya. Cerita-cerita seperti ini sebetulnya banyak terjadi, namun mungkin tidak terekspose.

Muncullah ego, membuat mereka hanya senang membagikan cerita bagus. Mereka tidak mengungkapkan kerugian yang juga mereka alami, atau mereka tidak mengungkapkan ukuran trading mereka. Mereka ingin membuat anda berpikir bahwa mereka adalah orang jenius karena bisa melakukannya dengan benar begitu cepat.

Banyak kisah yang bisa kita ambil pelajaran, pengusaha sukses yang ada sekarang, adalah mereka yang dulunya terus bekerja. Tak kenal henti, tak kenal menyerah. Pernah tertipu, pernah rugi. Jatuh dan bangun lagi. Kenapa tidak mengambil dari kisah-kisah mereka!?


7. Dapatkan "keunggulan" dengan menciptakan sistem trading yang bisa memberi anda keuntungan.

Ini adalah konsep lain yang sangat penting. Kebanyakan pemula melihat perdagangan hanya sebagai aktifitas buy dan sell. Padahal trading adalah sebuah bisnis, oleh karenanya, mesti diposisikan sebagai bisnis, dengan memiliki cara, kapan buy dan kapan sell.

Cara atau style masing-masing trader tentunya berbeda. Setiap orang adalah unik, karena tidak ada dua orang memiliki sidik jari yang sama. Sistem trading adalah cara menganalisa harga, kemana harga akan pergi.

Memilki sistem trading tidak harus rumit, dan jangan pula dibingungkan dengan sistem trading itu sendiri, dengan seabrek indikator yang dipasang.

Yang paling penting adalah, saat awal perdagangan, telah mengetahui level-level psikologi harga. Dan dalam hal, ini anda bisa menempatkan pivot point.


9. Terimalah bahwa sebagai manusia, anda akan membuat kesalahan, tapi anda mampu meminimalkan jumlah dan dampaknya, dan akan belajar dari kesalahan yang telah diperbuat.

Saya telah membuat banyak kesalahan, yang tidak lagi saya ingat. Namun, saya memastikan bahwa saya mencoba untuk tidak mengulangi kesalahan ini, dan saya belajar pula dari berbagai kesalahan lain.

Jika anda belajar dari kesalahan anda sendiri, kesalahan menjadi sumber pelajaran berharga untuk membawa trading anda ke tingkat yang lebih baik. Ingatlah pepatah, “Pengalaman adalah guru terbaik”.

 

10. Mulai dengan dana kecil, berlatih, berlatih dan berlatih.

Anda terpengaruh dengan slogan “Modal Besar, Untung Pasti Besar”. Anda belum menyadari sepenuhnya bahwa trading ini adalah high risk, tidak menyadari dana yang disimpan harus siap untuk hilang dan tak akan kembali.

Bayangkan jika anda menempatkan dana modal trading dari hasil gaji bulanan, penjualan barang pribadi atau hasil pinjaman. Lalu mimpi buruk itu datang, apa yang akan anda katakan dan lakukan ?

Dana riil di akun trading dari tiap trader bisa berbeda, maka saya menyarankan, anda harus memulai dana dalam skala kecil, sampai anda merasa nyaman, dan kemudian anda bisa sedikit demi sedikit menambahnya.

Di sisi lain, ada banyak kursus dan pelatihan di luar sana yang mengajarkan teori perdagangan, dan menetapkan portofolio, yang telah diatur agar terlihat bagus pada tingkat teoritis. Dengan biaya mahal, dan fasilitas yang diberikan.

Sekedar catatan untuk diketahui, pasar tidak bisa didikte dengan teori. Dalam hal ini, bukan berarti saya melarang anda untuk mengikuti seminar dan kursus, namun saya ingin menyampaikan bahwa, seminar dan kursus yang diikuti, tidaklah akan membuat langsung profit sekian persen. Keterampilan dan kemahiran trading, hingga membuat anda profit, itu semua hanya bisa dilakukan, setelah terus menerus berlatih, berlatih dan berlatih.

 

Artikel ini juga telah diunggah di Instagram dan bisa dilihat di sini. Agar tetap terhubung dengan Update konten Seputarforex di Instagram, Follow kami di IG: @Seputarforex.

Mulai terjun di dunia trading akhir tahun 2009. Pertama kali belajar konsep Money Management dari seorang trader Jepang, kemudian berlanjut otodidak. Strategi trading berpatokan pada level Support dan Resistance (Supply and Demand), dengan dasar High Low yang pernah terjadi, ditunjang range market yang sedang berlangsung dan pembatasan risiko.

Donny
Trading memang harus dimulai dari dana yang kecil. Kalau anda bisa membuat modal 50 Dolar menjadi 500 Dolar secara konsisten, baru naikan modal Anda. Sembari tetap berpegang teguh pada Money Management di atas segalanya.