Advertisement

iklan

10 Kasus Kerugian Di Awal Penggunaan Bitcoin

285734

Tidak hanya setelah populer, kasus penipuan dan peretasan terkait Bitcoin ternyata sudah banyak bermunculan di awal penggunaannya. Apa sajakah contohnya?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Bitcoin mulai muncul pada tahun 2009 sebagai salah satu mata uang virtual yang menawarkan transaksi lintas batas tanpa pihak ketiga. Meskipun pada awalnya Bitcoin kurang diminati dan harganya sangat murah, Bitcoin mulai mendapatkan popularitasnya dalam beberapa tahun terakhir. Bitcoin bahkan pernah sampai pada harga $20,000 per BTC pada Desember 2017, meskipun sebagian besar nilainya sudah hilang di tahun 2018.

Banyak orang mengira bahwa Bitcoin adalah sebuah terobosan tanpa cacat. Namun, ada banyak sekali kasus kehilangan, peretasan, perampokan, pencurian, dan kasus merugikan lain yang terjadi pada awal Bitcoin mulai dikenal. Berikut adalah beberapa contoh yang paling terkenal:

 

1. Kerugian Stone Man (Agustus 2010)

Karena tidak menyimpan Bitcoin dengan tepat, 8,999 BTC milik pengguna beralias Stone Man lenyap tak berbekas. Rupanya, kunci pribadi yang perlu digunakan untuk membuka Dompet Bitcoin miliknya telah hilang. Meskipun pada tahun 2010 nilai BTC tersebut sangat kecil, tapi jika dikurskan dengan harga saat ini, 8,999 BTC bernilai sekitar $93 juta.

 

2. Scam Ubitex (April – Juli 2011)

Ubitex adalah perusahaan pertama yang terdaftar di bursa saham GLBSE. Perusahaan ini sekarang sudah mati karena terbukti melakukan operasi ilegal. Dijalankan oleh anak di bawah umur, Ubitex mengklaim jika sekitar 1,000 BTC dari investasi yang hilang telah "dibelanjakan". Banyak di antara investor kemudian ditipu, karena kepemilikan Bitcoin mereka dikonversi ke dalam USD tanpa tindak lanjut.

Namun demikian, penipuan Ubitex tidak akan mungkin terjadi di tahun 2018. Kebanyakan investor pada saat itu sangat naif, dan tidak memiliki banyak sumber mengenai perusahaan investasi kripto terpercaya. Mereka juga kurang memahami langkah-langkah pencegahan Scam di dunia kripto.

 

3. Kasus Stefan Thomas (Juni 2011)

Stefan Thomas adalah pengadopsi awal Bitcoin. Sosok yang pada akhirnya terjun sebagai salau satu pengembang Bitcoin ini mengalami kerugian sekitar 700 BTC akibat kehilangan Private Key. Ia menggunakan kerugian ini untuk mengajarkan pentingnya pencadangan pada pengguna Bitcoin lain.

Stefan Thomas

 

4. Kerugian Allinvain (Juni 2011)

Meskipun ini tidak bisa dibilang kerugian secara keseluruhan, tapi Allinvain telah "menyumbangkan" setidaknya 25,000 BTC kepada penipu berkedok organisasi amal. Allinvain adalah salah satu penambang awal pada saat BTC masih bisa ditambang dengan perangkat CPU, sehingga kerugian ini mungkin hanya bernilai kecil pada saat itu. Namun, jika dikurskan dengan nilai BTC saat ini, kerugian Allinvain mencapai angka $165 juta.

 

5. Insiden Mt. Gox (Juni 2011)

Mt. Gox, bursa BTC/USD terkemuka, mengalami peretasan besar-besaran yang merugikan banyak pelanggannya. Setelah kejadian itu, Mt. Gox menonaktifkan layanannya selama beberapa hari. Skala insiden itu banyak diperdebatkan; beberapa melaporkan nilai pencurian hampir senilai 500,000 BTC. Namun, inspeksi lebih lanjut mengungkap bahwa kerugian bernilai sekitar 2,500 BTC. Selain hilangnya Bitcoin, peretasan itu melibatkan kebocoran basis data.

 

6. Pencurian Masal MyBitcoin (Juni 2011)

Pengguna dengan "kata sandi yang lemah" di MyBitcoin mengalami kejutan pada bulan Juni 2011. Insiden Mt. Gox memungkinkan hash yang mengandung informasi dari semua kata sandi pengguna diketahui oleh peretas. Kata sandi ini kemudian digunakan untuk mengakses dan mengambil uang kripto para pengguna MyBitcoin terdampak.

Sedikit informasi yang dirilis tentang pencurian MyBitcoin. Padahal, kasus ini adalah penipuan dan pencurian terbesar sepanjang masa yang mengakibatkan 78,739 BTC lenyap. Meskipun MyBitcoin menawarkan Bounty Hunting dengan reward besar untuk menyelesaikan masalah ini, pelaku pembobolan akun dan pencurian dana tetap tak bisa terlacak.

Bounty Hunting kripto

(Baca juga: Mengenal Apa Itu Bounty Hunting Kripto)

 

7. Peretasan Bitcoin7 (Oktober 2011)

Sekelompok hacker yang diketahui berasal dari Eropa Timur dan Rusia telah berhasil masuk ke dalam sistem bursa Bitcon7, dan menggondol setidaknya 11,000 BTC. Bitcoin7 kemudian ditutup karena peretasan ini. Salah satu peretasan terbesar ini berfungsi sebagai pengingat kepada komunitas Bitcoin untuk berhenti mempercayai bursa baru tanpa identitas yang jelas.

Bursa Bitcoin

(Baca juga: Bursa Bitcoin Internasional Yang Banyak Dipakai Trader Indonesia)

 

8. Scam Bitscalper (Maret – April 2012)

Bitscalper didirikan sebagai "mesin arbitrase". Bitscalper menjanjikan pengembalian yang sangat tinggi dan tidak realistis. Akibatnya, ia dicurigai Scam dari awal. Keresahan terhadap perusahaan ini semakin didukung oleh manajemennya yang tersembunyi dan anonim. Insiden Scam ini setidaknya mengakibatkan kerugian 1,000 BTC dari para penggunanya.

 

9. Peretasan Linode (Maret 2012)

Pada awal Maret 2012, perusahaan Web dan Cloud Hosting berbasis di New Jersey, Linode, diduga diretas oleh sekelompok hacker. Kerentanan dalam sistem dukungan pelanggan digunakan untuk mendapatkan akses administrator ke server. Setelah server Linode disusupi, 8 akun yang berurusan dengan Bitcoin menjadi target. Bursa yang mendapatkan kerugian paling parah adalah platform perdagangan Bitcoinica. Hal ini mengakibatkan pengalihan BTC tanpa izin dari "Hot Wallet", sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan dompet penarikan operasional, dari layanan yang terpengaruh.

Hot Wallet

(Baca juga: Apa Beda Hot Wallet Dan Cold Wallet Untuk Bitcoin?)

Pencurian Linode juga mempengaruhi Tradehill, tetapi tidak ada koin yang dicuri dari mereka. Sebaliknya, Tradehill mengalami downtime yang singkat karena insiden itu. Sebagai akibat dari pencurian ini, semua layanan bermigrasi ke platform lain. Sampai hari ini, pengguna Bitcoin masih takut dengan Linode dan lebih memilih untuk tidak menggunakan layanannya.

 

10. Peretasan Bitcoinica I (Mei-Juli 2012)

Zhou Tong, mantan pendiri Bitcoinica, menemukan sebuah entri ke server Rackspace Bitcoinica melalui sebuah alamat email yang mencurigakan. Ini menyebabkan pencurian dana dan hilangnya basis data utama. Insiden ini membuat Bitcoinica menonaktifkan layanannya. Total kerugian Bitcoinica yang dicuri adalah sekitar 38,527 BTC.

Pada 13 Juli 2012, seorang pencuri membobol akun Bitcoinica dengan detail dari akun Mt. Gox. Pencuri itu membawa kabur sekitar 30% dari aset Bitcoin Bitcoinica. Hingga saat ini, identitas pencuri masih belum diketahui.

 

Agar tidak terjerat berbagai kasus penipuan yang merugikan, ada baiknya Anda belajar tentang langkah-langkah antisipasinya di artikel 5 Cara Menghindari Scam Bitcoin.

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.