OctaFx

iklan

10 Mata Uang Terburuk Di Dunia Versus Dolar AS

Meskipun memiliki sumber daya yang cukup melimpah, ternyata 10 negara berikut ini menjadi negara dengan mata uang terburuk di dunia. Negara mana sajakah itu?

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Tahukah Anda? Tidak semua negara dengan persediaan Sumber Daya Alam (SDA) melimpah lantas didapuk sebagai negara kaya. Sebuah negara dapat dikatakan "kaya" bukan karena melimpahnya SDA. Fakta yang justru mengherankan, negara dengan Sumber Daya Alam yang melimpah, khususnya minyak, malah memiliki nilai tukar mata uang yang cenderung rendah.

Menurut worldatas[dot]com, berikut adalah 10 negara dengan mata uang terburuk di dunia (diukur dari kinerja nilai tukar terhadap Dolar AS secara umum):

 

10. Egyptian Pound (EGP)

Mesir menggunakan mata uang Pound sejak tahun 1834 silam. Pound Mesir sendiri jika dipecah menjadi subunit yang lebih kecil, atau disebut Piastre, bernilai sebesar 100 Piastre. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa 1 Pound Mesir = 100 Piastre, atau 1 Piastre setara dengan seperseratus Pound Mesir.

mata uang Egyptian Pound

Titik awal jatuhnya nilai mata uang Pound Mesir dimulai pada perkiraan tahun 1990 hingga 2010. Gejolak dalam negeri, fluktuasi harga minyak, serta kebijakan ekonomi yang buruk, menjadi faktor penyebab jatuhnya nilai tukar EGP terhadap USD.

Pada 2016 silam, Pound Mesir bahkan melemah hingga mencapai 59 persen. Keadaan memburuk karena Mesir membiarkan mata uangnya bergerak mengambang atau floating pada November 2016. Cara ini diambil untuk mengatasi krisis ekonomi dan mengamankan pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF). Akibatnya, mata uang Pound Mesir pun langsung melemah, di mana 1 USD = 18 EGP. Namun saat artikel ini ditulis pada Juni 2019, EGP/USD sudah terkoreksi di kisaran 16.66.

 

9. Nigerian Naira (NGN)

Mata uang terburuk di dunia kesembilan adalah Naira, mata uang resmi Nigeria sejak Januari 1971. Naira memiliki pecahan "saudara" yang disebut Kobo, di mana 1 Naira nilainya sama dengan 100 Kobo (1 Kobo = seperseratus Naira). Nigeria juga sempat mengeluarkan mata uang Pound, dengan nilai 1 Pound = 2 Naira. Namun, eksistensi mata uang ini tidak bertahan lama.

mata uang Nigerian Naira

Dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi Nigeria diketahui tengah bergejolak. Adanya perselisihan domestik dan penurunan harga minyak global lantas mengikis nilai tukar Naira, sedangkan 70 persen pendapatan pemerintah Nigeria berasal dari minyak. Kondisi ini pun diperparah dengan kegagalan Bank Sentral Nigeria dalam menangani inflasi.

Sebagai akibat dari beberapa faktor penyebab di atas, mata uang Naira pun melemah sebesar 37 persen terhadap Dolar AS pada tahun 2016, menjadi 307 NGN per 1 USD. Per Juni 2019, mata uang ini malah semakin merosot ke 355 NGN per USD.

 

8. North Korean Won (KPW)

Bagi penggemar drama Korea, istilah Won tentu tidak asing di telinga. Ya, Won adalah sebutan untuk mata uang Korea, baik itu Korea Utara maupun Korea Selatan. Bedanya, mata uang Korea Selatan disimbolkan dengan KRW, sedangkan mata uang Korea Utara disimbolkan dengan KPW. Meskipun demikian, baik itu 1 KRW maupun 1 KPW sama-sama bernilai 100 Jeon.

mata uang Korean Won

Kendati Won sama-sama digunakan oleh Korea Selatan maupun Korea Utara, nyatanya KPW-lah yang termasuk dalam daftar mata uang terlemah kedelapan versus Dolar AS. KPW pertama kali digunakan pada tahun 1947 sebagai pengganti Yen Korea. Saat ini, Won secara umum telah digunakan oleh penduduk Korea serta pengunjung asing yang menggunakan kartu debet.

Sayangnya, nilai tukar mata uang Won terhadap Dolar AS hanya sebesar 0.007 USD per Januari 2017, dan semakin melemah ke 0.009 USD pada pertengahan 2019. Kondisi ini disebabkan adanya sanksi internasional selama bertahun-tahun, serta tingginya inflasi karena kepemimpinan yang buruk.

 

7. Guinean Franc (GNF)

Guinea adalah nama salah satu negara di wilayah Afrika Barat, dengan Franc sebagai mata uangnya. Diperkenalkan pada tahun 1959, GNF merupakan pengganti mata uang CFA (Centime). 1 Centime-nya bernilai seperseratus Franc, atau 1 Franc sama dengan 100 Centime.

Namun pada tahun 1971, mata uang Franc sempat diganti menjadi Syli, di mana 1 Syli setara dengan 10 Franc. Sayangnya, eksistensi Syli tidak bertahan lama karena beberapa faktor, sehingga Bank Sentral Republik Guinea kembali menggunakan Franc sebagai mata uang utama.

mata uang Guinean Franc

Kendatipun demikian, penggunaan kembali mata uang Franc nyatanya justru menimbulkan inflasi yang cukup tinggi. Buruknya kondisi ekonomi Guinea ditambah dengan tingginya inflasi, memaksa Bank Sentral Republik Guinea untuk mencetak uang kertas dengan nominal 20,000 Franc. Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan Franc menjadi mata uang terburuk ketujuh di dunia, dengan nilai tukar sebesar 9,368 Franc Guinea per 1 Dolar pada Januari 2017 silam. Untungnya, saat artikel ini ditulis pada Juni 2019, GNF berhasil sedikit menguat ke 9,151 per 1 USD.

 

6. Lao Kip (LAK)

Kip adalah mata uang Laos yang pertama kali dikeluarkan sesaat setelah negara ini merdeka, yakni pada tahun 1952. Kip sendiri dicetak untuk menggantikan mata uang Piaster Perancis-Indocina pada era sebelum kemerdekaan. Pecahan terkecil dari Kip disebut sebagai Att, di mana 1 Att bernilai seperseratus Kip (1 Kip=100 Att).

mata uang Lao Kip

Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1952, Kip dicetak dalam bentuk uang kertas dan koin, dengan denominasi hingga 100 Kip. Namun, tingginya inflasi pada akhir abad 20 hingga awal abad 21, mau tak mau lantas memaksa Bank of Lao untuk mengeluarkan uang kertas berdenominasi hingga 100,000 Kip. Pada September 2016, Lao Kip menjadi salah satu mata uang terburuk di dunia, dengan nilai kurs terhadap 1 Dolar AS sebesar 8,088 Lao Kip. Sekitar tiga tahun kemudian, LAK bahkan masih melemah hingga ke 8,680.

 

5. Sierra Leonean Leone (SLL)

Sierra Leone adalah negara kecil di wilayah Afrika Barat, dengan Leone sebagai mata uang utamanya. Leone sendiri merupakan susunan dari subunit yang disebut Sen sejumlah 100. Secara singkat, dapat dikatakan bahwa 1 Leone setara dengan 100 Sen, atau 1 Sen bernilai seperseratus Leone.

Mata uang Leone pertama kali diperkenalkan setelah Sierra Leone merdeka dari koloni Inggris. Pun, Leone kala itu dicetak untuk menggantikan Pound, mata uang yang digunakan sebagai alat transaksi selama masa penjajahan, yang berlangsung selama lebih dari satu dekade.

mata uang Sierra Leone

Sebagai akibat dari adanya perang tersebut, Sierra Leone mengalami hiperinflasi, hingga menyebabkan kondisi ekonomi kolaps. Tak ayal, Leone pun diperdagangkan sangat rendah terhadap AS Dolar pada Januari 2017 lalu, yakni 1 Dolar AS bernilai sama dengan 5,465 Leone. Angka ini lantas mengantarkan Sierra Leone sebagai negara dengan mata uang terburuk di wilayah Afrika. Kondisi ini bertahan di tahun 2019, dengan kurs USD/SLL yang mencapai 9,010.

 

4. Rupiah Indonesia (IDR)

Siapa sangka jika mata uang negara kita, Rupiah, ternyata masuk dalam daftar mata uang terburuk keempat di dunia. Sejak pertama kali digunakan pada 2 November 1949, Rupiah telah mengalami banyak perjalanan. Sebelumnya, Rupiah pernah dicetak dalam pecahan lebih kecil yang disebut Sen. Di era tahun 1950-an, sempat beredar koin dengan denominasi 1 Sen hingga 50 Sen, dengan ukuran 1 Sen sama dengan seperseratus Rupiah, atau 1 Rupiah = 100 Sen.

Saat ini, mata uang Rupiah yang beredar di masyarakat adalah dalam bentuk uang koin dan uang kertas. Denominasi uang koin Rupiah antara lain Rp100, Rp200, Rp500, dan 1000. Sementara denominasi uang kertas Rupiah mulai dari Rp1,000, Rp2,000, Rp5,000, Rp10,000, Rp20,000, Rp50,000, dan Rp100,000.

mata uang Rupiah Indonesia

(Baca Juga: 7 Fakta Unik Tentang Rupiah Yang Wajib Anda Ketahui)

Titik awal jatuhnya kurs Rupiah terhadap Dolar AS dimulai sekitar tahun 1980-an. Sebelum itu, Indonesia pernah memberlakukan kurs Rupiah tetap, dengan rate Rp415 per Dolar AS di era 1971-1978. Namun kemudian, terjadi krisis akibat paceklik, gagal panen, serta korupsi yang menggerogoti kondisi finansial negara. Pun, tingginya inflasi kala itu yang tak mampu diatasi oleh pemerintah, menjadi faktor pendukung jatuhnya kurs Rupiah terhadap Dolar AS. Per Januari 2017, 1 Dolar AS senilai dengan 13,499 Rupiah. Sementara update dari Kurs USD/IDR di kalkulator Kurs Seputarforex pada tahun 2019, 1 Dolar AS sudah mencapai sekitar 14,000 Rupiah.

 

 

3. Vietnamese Dong (VND)

Sejak Vietnam Utara dan Vietnam Selatan bergabung pada tahun 1978, pemerintah Vietnam lantas mengeluarkan mata uang resmi yang disebut Dong. Dong juga dicetak dalam pecahan lebih kecil yang disebut Xu, di mana 1 Xu bernilai seperseratus Dong (1 Dong = 100 Xu). Selain Xu, ada pula pecahan kecil lainnya yang disebut Hao, dengan ukuran 1 Hao = sepersepuluh Dong, alias 1 Dong = 10 Hao.

mata uang Vietnamese Dong

Pada masa awal bergabungnya Vietnam Utara dan Selatan sebagai satu negara utuh, Dong sempat diperdagangkan stabil terhadap Dolar AS dengan nilai VND2 = USD1. Namun, pemerintah kemudian menyesuaikan nilai tukar Dong, yang lantas berdampak pada lonjakan inflasi cukup tinggi. Tercatat pada Desember 2016 lalu, nilai tukar Dong berada di angka 22,769 Dong per 1 Dolar AS-nya. Angka inilah yang menjadi alasan Dong Vietnam bertengger di daftar mata uang terburuk di dunia.

 

2. Iranian Rial (IRR)

Iranian Rial adalah mata uang resmi negara Iran yang mulai diedarkan pertama kali pada tahun 1798. Meskipun demikian, ada pula beberapa wilayah di Iran yang masih menggunakan mata uang Toman, yaitu pecahan terkecil Rial yang sebenarnya sudah tidak berlaku. 1 Toman setara dengan 10 Rial, sehingga 1 Rial bernilai sepersepuluh Toman.

Pada masa awal beredarnya Rial, mata uang ini sempat bernilai cukup tinggi saat diperdagangkan terhadap Dolar AS. Bahkan pada tahun 1957, 1 Dolar AS bernilai 75 Rial. Sayangnya, status mata uang Rial terhadap Dolar AS kini tidak semanis tahun 1950-an lalu. Rial menjadi mata uang terburuk kedua di dunia, dengan nilai tukar terhadap Dolar AS mencapai 42,000 IRR.

mata uang Iranian Rial

Penurunan nilai Rial ini disebabkan oleh sanksi internasional secara terus menerus pada pemerintah Iran yang berbasis di Teheran, terutama pada tahun 1995 hingga 2012. Pemerintah Iran kemudian mencoba melakukan devaluasi mata uang pada Juli 2013, sekaligus mengupayakan persetujuan parlemen untuk menggunakan kembali Toman sebagai mata uang resmi Negara Para Mullah tersebut.

 

1. Venezuelan Bolivar Soberano (VES)

Mata uang terburuk pertama di dunia merupakan mata uang resmi Venezuela, yang umum disebut sebagai Bolivar atau Bolivar Fuerte. Pecahan terkecil dari mata uang ini disebut sebagai Centimo, di mana 1 Centimo bernilai sepersepuluh Bolivar, atau 1 Bolivar setara dengan 100 Centimo.

Siapapun pasti sudah bisa menerka alasan terpuruknya mata uang ini di hadapan Dolar AS. Adanya hiperinflasi karena Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, berupaya memecahkan krisis sosial-politik secara instan dengan mencetak uang secara agresif, menjadi salah satu alasan jatuhnya harga Bolivar secara nasional.

mata uang Venezuelan Bolivar

(Baca Juga: Krisis Venezuela: Ketika Secangkir Kopi Berharga 2 Juta)

Ditambah lagi, merosotnya harga minyak sejak tahun 2014, sangat memukul Venezuela selaku negara dengan sumber kekayaan utama berasal dari minyak. Pun, kekosongan kas negara, krisis pangan domestik, serta instabilitas politik dan salah kebijakan, turut serta menyeret Bolivar menuju keterpurukan.

Karena masalah ini, pemerintah Venezuela melakukan beberapa kali perubahan mata uang. Yang terbaru adalah transisi Venezuelan Bolivar Fuerte (VEF) menjadi Venezuelan Bolivar Soberano (VES) di tahun 2018. Jika pada tahun 2015 nilai tukar berada pada 175 Bolivar Fuerte per Dolar AS, maka kurs Bolivar Soberano pada Juni 2019 telah mencapai 6,123.70 VES per Dolar AS.

 

Kesepuluh mata uang terburuk di dunia berikut dengan nilai tukarnya terhadap Dolar AS, dapat Anda lihat pada infografis di bawah ini:

daftar negara dengan mata uang terburuk

 

Meskipun Rupiah termasuk dalam daftar 10 mata uang terburuk di dunia karena rendahnya nilai kurs terhadap Dolar AS, nyatanya masih ada mata uang lain yang nilai tukarnya justru lebih rendah daripada Rupiah. Menariknya, Anda bisa liburan hemat di negara-negara ini, karena nilai tukar mata uang mereka terlalu rendah. Darimana sajakah mata uang tersebut berasal? Simak ulasannya di artikel "5 Mata Uang Dengan Nilai Tukar Lebih Rendah Dari Rupiah".

Alumnus Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang sudah mengenal dunia jurnalistik sejak SMP. Sempat aktif sebagai Editor dan Reporter di UKM Pers UWKS, kini bekerja sebagai salah satu Online Journalist di seputarforex.com.