Advertisement

iklan

10 Pelajaran Untuk Para Trader

201413

Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman Dr. Brett N. Steenbarger, Ph.D, seorang trader aktif yang juga professor dalam bidang psikologi.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman Dr. Brett N. Steenbarger, Ph.D, seorang trader aktif yang juga professor dalam bidang psikologi di Behavioral Sciences at SUNY Upstate Medical University. Ia juga penulis dan kolumnis untuk situs MSN Money (www.moneycentral.com) dan Stocks Futures and Options Magazine. Bukunya yang terkenal antara lain ‘The Psychology of Trading’ (Wiley, 2002).

Selain pengalaman trading selama lebih dari 20 tahun, Dr. Steenbarger juga melayani jasa konsultasi dan therapy psikologi untuk para trader. Untuk menimba ilmu trading, Dr.Steenbarger pernah bekerja pada beberapa trader profesional secara pribadi. Dari pengalaman kerja dan konsultasinya ia menyimpulkan ada 10 pelajaran penting yang seharusnya diperhatikan para trader.

                                                        10 Pelajaran Untuk Para

1. Aktivitas trading akan mempengaruhi psikologi Anda seperti halnya keadaan psikologi Anda mempengaruhi hasil trading.
Kesimpulan ini mendorong saya untuk menulis sebuah buku. Baik trader amatir maupun profesional, mereka pernah mengalami stress dan frustasi. Terutama untuk trader amatir, keadaan tersebut sebenarnya belum sampai ke masalah psikologi yang serius. Saya juga seorang trader yang pernah untung dan pernah rugi, jadi bisa mengerti mengapa pada suatu keadaan tertentu trader cenderung emosional. Mereka kurang menguasai keadaan pasar dan tidak mempunyai sistem trading andalan yang diyakini bisa profitable. Hasil trading yang tidak sesuai harapan akan menyebabkan emosional, dan ini akan mempengaruhi hasil trade selanjutnya. Keadaan emosional akan sangat berdampak negatif pada hasil trading karena pada akhirnya Anda akan mengabaikan resiko.

2. Gangguan emosi bisa dialami oleh semua trader termasuk mereka yang telah sukses dan trader profesional.
Selain dana pribadi, para trader profesional juga mengelola dana klien, institusi keuangan atau perusahaan besar. Strategi dan metode trading biasanya diserahkan pada trader. Dari pengalaman, sebuah metode trading dengan probabilitas profit 60% bisa menghasilkan loss 4 kali berturut-turut sebesar kira-kira 2 hingga 3% setiap kali, meskipun trader telah mempersiapkan rencana entry dengan baik. Ini bisa dialami semua trader baik amatir maupun profesional.

3. Profit akan mempengaruhi emosi seperti halnya loss.
Secara psikologis emosi kita akan terganggu atau tidak seimbang bila mengalami kejadian diluar yang kita harapkan. Metode trading dengan probabilitas profit 60% bisa menghasilkan profit 4 kali berturut-turut sebesar kira-kira 13% setiap kali. Trader akan cenderung mempunyai rasa percaya diri yang berlebihan (over confidence) pada periode profit dan kurang percaya diri (under confidence) pada periode loss. Kedua akibat dari ketidak-seimbangan emosi tersebut akan berdampak negatif pada hasil trading dalam jangka panjang.

4. Ukuran trading yang terlalu besar akan mempengaruhi keseimbangan emosi.
Keseimbangan emosi bisa rusak oleh ukuran trading yang terlalu besar. Dari hubungan antara kurva profit / loss (P/L) terhadap nilai portofolio tampak bahwa jika kita trading dengan ukuran volume atau lot yang terlalu besar maka simpangan (naik turunnya) kurva P/L juga besar. Hal ini akan menyebabkan ayunan emosi yang berlebihan.

5. Pelatihan akan sangat membantu proses keberhasilan trading Anda.
Seperti halnya keahlian di bidang lain, trading memerlukan pelatihan yang terus menerus guna memperoleh hasil yang maksimum. Trading tidak mengandalkan bakat seperti halnya olah raga, musik atau akting. Tanpa pengetahuan dan pelatihan yang disiplin Anda akan sulit menyesuaikan dengan keadaan pasar yang selalu berubah dengan cepat. Jika memungkinkan belajarlah pada mentor trading yang lebih berpengalaman.

6. Trader sukses memiliki sikap mental yang jelas.
Sikap mental mempengaruhi trader dalam mengambil keputusan. Dengan pola pergerakan pasar tertentu trader akan berani mengambil keputusan. Tanpa sikap mental yang yang jelas, trader akan terjebak dalam kompleksitas yang akan menghambat proses trading.

7. Trader harus mengetahui perubahan arah trend pergerakan harga.
Tergantung dari karakter psikologis masing-masing trader, ada trader yang agresif dan cenderung trend follower dengan menunggu breakout, tetapi ada juga trader yang lebih merasa lebih aman dengan buy low (buy dip) dan sell high. Agar bisa menerapkan metodenya dengan tepat, kedua type trader tersebut harus mengetahui perubahan arah trend, dan ketika pasar bergerak sideways (sedang tidak trending).

8. Trader sebaiknya menggunakan metode yang berbeda untuk mensiasati perubahan kondisi pasar.
Perilaku pasar yang sedang trending berbeda dengan ketika sedang bergerak sideways. Volatilitas pasar ketika trending lebih besar, oleh karena itu metode trading yang digunakan seharusnya juga berbeda.

9. Semua trader termasuk yang telah sukses akan mengalami periode drawdown.
Apapun strategi dan metode trading yang digunakan, setiap trader akan mengalami periode dimana ia lebih sering loss.

10. Management resiko akan menentukan hasil trading Anda dalam jangka panjang.
Keberhasilan trading dalam jangka panjang adalah jika nilai rata-rata profit lebih tinggi dari nilai rata-rata loss, bukan jumlah trade yang telah dilakukan. Untuk mencapainya Anda harus menggunakan management resiko yang proporsional setiap kali melakukan trade, yaitu dengan menerapkan risk/reward ratio yang sesuai.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Geri Asal Hepy
Nomer 9 yang paling nyebelin tuh. Lha trus gimana solusinya ya? Kalo yang profesional aja bisa ngalami masa itu?
Ronald
Beruntunglah kalo ada trader yang kena masa drawdawn di awal masa belajarnya (saat masih pakai modal semut). Bentukan mental dari awal akan sangat membantu jika nantinya masa itu datang kembali.
Martin S
@ Ronald: Drawdown tidak bisa dihindari dan bisa terjadi kapan saja. Yang penting persentasenya tidak besar dan masih sesuai dengan management resiko yang Anda sepakati.
Yoan
Saya cenderung nyiapin dua akun bang. Satu dulu kita pakai sampai tiba masa itu. Jadi jika nanti akun pertama itu sudah makin menipis dikarenakan drawdawnnya luar biasa, stop dulu aktifitas tradingnya. Sebagai penguat mental, kita bisa coba berhitung profit yang kita dapatkan dari akun pertama itu. Jika nilai profit melebihi nilai akun..maka seharusnya mental kita gak terlalu terpengaruh. Namun jika loss melebihi batasan psikologis kita. Maka sebagai penguat mental..kita harus mengalihkan pikiran pada akun kedua. Maksudnya..kita kan masih punya akun cadangan..jadi pikirkan akan hal itu saja..bukan kerugian di akun pertamanya
Martin S
@ Yoan:
Bisa saja begitu kalau secara psikologis bisa membantu. Yang penting untuk evaluasi adalah hasil akhirnya, yaitu total profit / loss dari kedua akun tersebut.
Martin S
@ Geri Asal Hepy: Drawdown memang biasa terjadi dalam trading karena setiap posisi tidak akan selalu menghasilkan profit. Yang penting adalah menjaga agar persentase drawdown tidak besar. Sebenarnya Anda bisa melakukan backtest pada sistem trading untuk mengetahui estimasi drawdownnya. Kalau Anda menggunakan platform Metatrader hasil backtest bisa dilihat dari Strategy Tester window (masuk ke View - Strategy Tester). Disitu ada tab "Report" yang menampilkan besarnya drawdown.